Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Saan Mustopa Raih Gelar Doktor di Program Studi Hubungan Internasional Peminatan Ilmu Politik

Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 26/07/2024] Bandung – Jumat, 26 2024 (14.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, Pada kesempatan ini Saan Mustopa yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Hubungan Internasional Pemiminatan Ilmu Poitikresmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Karawang pada tanggal Karawang, 05-07-1968 dari pasangan Bapak Latip dan Ibu Jarimah, sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Pernikahannya dengan Dr. Ilah Holilah dikaruniai 1 (satu) orang anak yaitu Zahra Najwa Rabiatul Husna. Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD  diselesaikan di SDN Pisangsambo 1 tahun 1982, SMP diselesaikan pada tahun 1985 di SMP N 1 Batujaya, SMA diselesaikan pada tahun 1988 di SMAN 1 Rengasdengklok, Jenjang pendidikan Sarjana prodi Ilmu Politik lulus pada tahun 2004  di Universitas Indonesia, Program Magister diselesaikan tahun 2008 di Universitas Indonesia, dan pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Hubungan Internasional  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI.

Disertasi yang diujikan menurut Saan Mustopa,  Surya Paloh merupakan salah satu tokoh besar di Indonesia yang  kiprahnya sebagai seorang politisi ataupun enterprenuer ia tempa melalui pengalaman organisasi yang sudah dimulai sejak masa kecil. Trajektori mengenai Surya Paloh selalu erat kaitannya dengan politisi kawakan senior di Indonesia, padahal selain sebagai politisi, Surya Paloh juga merupakan seorang pemikir. Gagasannya mengenai demokrasi dan nasionalisme menjadi dasar bagi dirinya untuk berjalan di jalan sebagai seorang pemikir. Salah satu gagasan besar yang muncul dari Surya Paloh adalah gagasannya mengenai Restorasi Indonesia.

Gagasan restorasi Indonesia merupakan akumulasi pengalaman yang ia jalani sebagai tokoh pergerakan. Pemikiran tersebut ia ejawantahkan dalam gerakannya menolak kebijakan rezim-rezim yang tidak pro terhadap rakyat. Ia juga merupakan salah satu orang yang memperjuangkan kebebasan berpendapat pada rezim Soeharto. Gagasan tersebut diaplikasikan dengan membuat portal-portal berita yang digunakan untuk menyebarkan wacana-wacana akademis kepada masyarakat sebagai bentuk perlawanan. Saya jatuh bangun, lalu ditekan, disingkirkan. Karena saya ingin memperjuangkan demokrasi di negeri ini, koran saya, harian Prioritas dibredel, tabloid Detik dimatikan. Saya berusaha bangkit” (Hisyam, 2014). Pengalaman ini kemudian menjadi bukti bahwa Surya Paloh berusaha menghidupkan gagasan mengenai demokrasi khususnya keberadaan pers yang seharusnya menjadi mata untuk rakyat dalam mengawasi kinerja rezim penguasa.

Melalui perjalanan panjang bagaimana Surya Paloh menemukan gagasan restorasi Indonesia, terdapat potongan-potongan puzzle yang harus dikodifikasi. Hal ini diperlukan sebagai upaya menemukan rincian konsep-konsep apa saja yang terkandung di dalamnya. Salah satu konsep yang peneliti temukan adalah konsep tentang nasionalisme dan demokrasi pancasila. Warna nasionalisme pada gagasan Restorasi Indonesia dalam sebuah pidato, Surya Paloh pernah mengatakan jika dirinya adalah seorang pengagum Soekarno yang bercita-cita ingin mewujudkan pikiran-pikirannya dalam konteks bernegara. Menurut peneliti ada beberapa konsep nasionalisme yang kemudian diambil oleh Surya Paloh untuk gagasannya mengenai Restorasi Indonesia. Pasalnya narasi-narasi seperti kecintaan terhadap tanah air, melokalisir identitas, dan menghilangkan semua bentuk yang berkaitan dengan penindasan adalah konsep nasionalisme yang khas dari tokoh-tokoh nasionalisme.

Selain konsep nasionalisme, konsep demokrasi pancasila juga dicantumkan sebagai salah satu pilar gagasan ini. Konsep tentang demokrasi sesungguhnya menjadi konsep yang sangat menarik khususnya di Indonesia. Hampir semua founding father baik dari kelompok agama, nasionalis, dan sekuler menyatakan sepakat dengan demokrasi. Hal ini bermula dari awal abad ke-20 yang mempertanyakan tentang “siapa yang harus memerintah? Pertanyaan ini kemudian cenderung menerima respons tunggal yang diterima secara universal yakni rakyatlah yang harus memerintah. Tidak ada gagasan politik lain yang memperoleh persetujuan yang tidak dipertanyakan lagi seperti yang saat ini dinikmati oleh demokrasi (Heywood, 2015). Maka dari itu demokrasi menjadi padanan kata yang mulai digandrungi oleh ideologi lain semisal sosialisme demokratik, demokrasi liberal dan lain-lain.

Menurut peneliti gagasan mengenai demokrasi Pancasila Surya Paloh terlihat ketika ia mendirikan Partai Nasdem. Gagasannya mengenai restorasi Indonesia sangat berpihak terhadap demokrasi. Hal tersebut tervisualisasi dari langkah-langkah politik Partai Nasdem yakni penegakan supremasi hukum, penataan sistem parlemen, penataan skema desentralisasi, penataan sistem politik kepartaian. Selain itu dalam wilayah praksis Partai Nasdem juga mengusung ide tentang “politik tanpa mahar”. Mahar merupakan bahasa politis yang digunakan oleh politisi partai politik sebagai dalil jika berpolitik itu mahal. Dari itu, mahar politik ditiadakan oleh Partai Nasdem sebagai langkah konkrit melawan money politic sejak dini. Penolakan terhadap mahar politik ditolak berdasarkan rumusan Pancasila di mana semua rakyat memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih.  Dari sejumlah konsep yang telah disebutkan dimuka, maka Surya Paloh sesungguhnya terlihat telah meletakkan konsep demokrasi Pancasila sebagai unsur fundamental pada gagasan restorasi Indonesia.

Gagasan Restorasi Indonesia yang diusung oleh Surya Paloh memang membutuhkan otoritas dan dukungan. Faktor pemimpin yang mampu mengomunikasikan ide dan gagasannya dalam tujuan memperbaiki kondisi dan mencari jalan keluar, memang dibutuhkan di dalam kondisi kemasyarakatan Indonesia saat ini. Berawal sebagai organisasi massa  dan kini telah berevolusi menjadi partai politik, Nasional Demokrat (Nasdem) kini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Banyaknya tokoh nasional yang bergabung ke dalam organisasi massa ini, serta tingginya respons masyarakat terutama pejabat daerah yang menyatakan dukungannya, menunjukan adanya satu keterkaitan antara sosok Surya Paloh dengan dasar pemikirannya yang ia letakkan di partai ini.

Dengan memberikan penekanan pada analisis konsep nasionalisme dan demokrasi pancasila pada gagasan Restorasi Indonesia, penelitian ini akan mengurai gagasan restorasi Indonesia sebagai ide sekaligus gerakan politik menurut Surya Paloh. Sebagai sebuah ide, teori dan konsep yang digunakan dalam upaya membedah gagasan ini adalah melalui nasionalisme dan demokrasi Pancasila. Teori tentang nasionalisme digunakan sebagai alat untuk menganalisa bagaimana kemunculan identitas bangsa serta bagaimana penguatan terhadap proses integrasi di Indonesia melalui gagasan Restorasi Indonesia. Sedangkan konsep mengenai demokrasi Pancasila digunakan sebagai spektrum untuk melihat bagaimana gagasan Restorasi Indonesia menerjemahkan mental state yang berakar dari nilai-nilai luhur bangsa dalam upaya mempertahankan kedaulatan rakyat.

Penelitian yang secara spesifik meneliti tentang pemikiran Surya Paloh masih sangat terbatas. Apalagi yang secara spesifik membicarakan tentang gagasan Restorasi Indonesia melalui Nasionalisme dan Demokrasi Pancasila. Oleh karena itu, untuk membantu peneliti menemukan orisinalitas, peneliti menggunakan studi-studi terdahulu sebagai langkah komparatif.  Ada 4 macam penelitian terdahulu yang peneliti gunakan yakni, penelitian tentang studi tokoh, restorasi, nasionalisme dan Demokrasi.

  Penelitian tentang studi tokoh dilakukan oleh Alfian ( 1978),  Anastasopoulos dan Williams (2016). Dalam  penelitiannya mereka berfokus terhadap bagaimana Pemikiran politik merupakan sebuah proses perjalanan historis yang bersifat dialektis. Penelitian-penelitian tersebut pada dasarnya berusaha untuk melakukan Studi tokoh yang tidak hanya mengandalkan unsur historis saja. Mereka mencoba untuk memodifikasi studi tokoh dengan mengidentifikasi bangunan pemikiran melalui asumsi dasar, pandangan filosofis serta metodologis tokoh. 

Penelitian tentang konsep Restorasi Meiji di Jepang yang ditulis oleh Rahardi (2018), dalam penelitiannya ia menyampaikan jika Restorasi adalah proses pembaharuan/pemugaran tanpa menghilangkan hal-hal yang dianggap baik. Restorasi Meiji meletakkan dasar nilai nilai kebudayaan sebagai salah satu nilai yang tetap dipertahankan pada proses perubahan. Penelitian lainnya tentang restorasi ditulis oleh Maimun ( 2020). Dalam ajaran-ajaran keagamaan konsep restorasi juga acap kali digunakan sebagai upaya pemugaran. Gerakan restorasionisme dikenal juga dengan puritanisme, sebuah usaha untuk kembali kepada kemurnian ajaran agama dengan kembali kepada kemurnian agama. Penelitian lainnya yang berkaitan dengan restorasi adalah penelitian yang dilakukan oleh Willy Aditya  (2014). Dalam penelitiannya ia menyampaikan jika konsep restorasi merupakan konsep yang humanis, konsep yang cocok digunakan di Indonesia. Menurutnya restorasi adalah sebuah upaya penuh kesadaran untuk mengembalikan kejayaan bangsa yang pernah ada, atau menghadirkan kembali nilai-nilai penting yang luhur atau berharga untuk menandai identitas suatu bangsa (Aditya, 2012).

  Penelitian terkait Nasionalisme adalah penelitian yang dilakukan oleh Adamson (2016). Adamson menyampaikan dalam penelitiannya, jika nasionalisme dalam kerangka penguatan identitas nasional dapat memberikan keamanan negara ditengah gempuran modernisasi tekhnologi dan informasi. Penelitian lainnya adalah penelitian yang dilakukan Nusarastriya (2018). Menurutnya konsep Nasionalisme di Indonesia mendapat pengaruh dari ide-ide besar dunia termasuk ide kebebasan, Persamaan dan  solidaritas. Ide-ide besar ini kemudian diakulturasi dengan nilai-nilai luhur yang ada di Indonesia.

Penelitian tentang Demokrasi dilakukan oleh David Held (2011) tentang model demokrasi. model demokrasi diartikan sebagai konstruksi teoretis yang dirancang untuk mengungkapkan dan menjelaskan unsur-unsur utama suatu bentuk demokrasi dan struktur atau relasi-relasi yang mendasarinya. Maka dari itu untuk mengetahui bagaimana demokrasi Pancasila terbentuk, maka peneliti menggunakan tipologi demokrasi Held sebagai kerangka dalam memahami bagaimana model demokrasi Pancasila.

Dari beberapa penelitian diatas bahwa penelitian ini memiliki kekhususan karena penelitian yang dilakukan adalah penelitian terhadap Surya Paloh yang memiliki kekhasan dalam pemikirannya. Surya Paloh merupakan seorang tokoh politik yang memiliki rekam jejak dalam perjalanan politik di Indonesia. Salah satu rekaman yang diputar dalam penelitian ini adalah mengenai pemikirannya. Dalam pemikirannya, ia membentuk sebuah gagasan yang bernama Restorasi Indonesia. Sebagai sebuah gagasan, Restorasi Indonesia mengandung corak yang menjadikan ia layak untuk diteliti. Corak yang mengemuka dalam gagasan ini adalah nasionalisme dan demokrasi Pancasila. Nasionalisme adalah salah satu konsep yang mewakili agenda terhadap stabilitas sebuah negara. peneliti melihat jika konsep nasionalisme yang berkembang dalam sejarah peradaban dimulai dari kekuasaan rakyat yang dibentuk atas semangat persatuan dan perasaan senasib. Semangat ini  yang kemudian dapat menentukan arah, tujuan, serta cita-cita suatu bangsa. Selanjutnya, pemilihan teori demokrasi Pancasila berfungsi untuk memetakan nilai-nilai dari gagasan restorasi Indonesia. Dalam kriteria pemahaman mengenai konsep demokrasi Pancasila melalui model demokrasi David Held, peneliti melihat jika konsep ini mengandung warisan sejarah dari nilai-nilai kehidupan di Indonesia yang dianggap relevan bila dipadupadankan dengan demokrasi. Model Demokrasi Pancasila ini dijadikan sebagai pisau analisis untuk melihat sejauh mana nilai-nilai demokrasi Pancasila yang ada dalam pemikiran restorasi Indonesia Surya Paloh baik secara konsep pemikiran ataupun realitasnya.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dra. Mudiyai Rahmatunnisa, M.A., Ph.D, Ketua Promotor . Prof. Muradi SS., M.Si., M.Sc., Ph.D.  Anggota Tim Promotor Prof. Dr. Obsatar Sinaga S.IP., M.Si, Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Arry Bainus, M.A,. Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A., Ph.D, Ari Ganjar Herdiansah, S.Sos,M.Si.,Ph.D  Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si,Disertasi yang disusun berjudul “PEMIKIRAN POLITIK SURYA PALOH: STUDI TENTANG RESTORASI INDONESIA MELALUI NASIONALISME DAN DEMOKRASI PANCASILA.”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “ Sangat Memuaskan”  Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Saan Mustopa.Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.

Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id