Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Siti Widharetno Raih Gelar Doktor di Program Studi Administrasi Publik

Laporan : Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 29/07/2024] Bandung – Jumat 29 Juli 2024 (10.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Siti Widharetno yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Publik resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Disertasi yang diujikan menurut Siti Widharetno, Penelitian ini  berawal dari nawacita Presiden dan kebijakan terkait sistem nasional ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun Science and Technology Park (STP) di Indonesia. STP merupakan sebuah wahana hilirisasi IPTEK, pengembangan inovasi dan riset dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mempertemukan berbagai aktor baik dari perguruan tinggi, lembaga litbang, industri dan juga komunitas di dalam satu kawasan terintegrasi. Atas dasar ini maka mayoritas STP di dunia termasuk Indonesia berada di perguruan tinggi karena Perguruan tinggi merupakan center of knowledge yang kaya akan IPTEK sehingga memudahkan proses hilirisasi dan komersialisasi riset.

Namun, seiring dengan adanya kebutuhan perkembangan inovasi dan peningkatan perekonomian di daerah, saat ini mulai banyak diinisiasi pembangunan STP yang dikelola oleh pemerintah daerah dan saat ini terdapat 11 STP berbasis pemerintah daerah di Indonesia, salah satunya adalah Cimahi Techno Park yang dikelola oleh Pemerintah Kota Cimahi dan menjadi satu-satunya yang memiliki bidang fokus utama pada industri telematika dan digital kreatif yang diproyeksikan menjadi industri prioritas kedepannya.

Dengan adanya STP di daerah, beberapa permasalahan mulai terjadi, mengingat pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam source of knowledge yang seharusnya menjadi resource utama sebuah STP, untuk itu Cimahi Techno Park berupaya melalukan proses collaborative governance yang dilakukan bersama dengan para aktor yaitu pemerintah, perguruan tinggi, industri dan komunitas digital kreatif di Kota Cimahi, yang diawali dengan pembentukan Tim Pusat Inovasi Baros untuk mengembangkan Cimahi Techno Park sehingga mampu untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatan omzet di sub sektor telematika dan industri kreatif, serta meningkatan investasi dan retribusi daerah.

Melihat dari tujuan didirikannya Cimahi Techno Park sekaligus prinsip kemandirian dan profesionalisme dalam pengelolaan STP di dunia, terdapat hambatan pada proses collaborative governance yang disebabkan dari tata kelola kelembagaan Cimahi Techno Park yang belum difungsikan sebagai lembaga yang mandiri, karena secara struktur organisasi hanya ditempatkan sebagai Unit Pelayanan Teknis Daerah yang berada dibawah Dinas Perdagangan Koperasi, UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin), sehingga membuat fleksibilitas pengambilan keputusan para aktor terbatas, pertukaran sumber daya terutama pendanaan dan investasi dengan industri belum bisa dilakukan, terjadinya discontinue product dan discontinue innovation karena keterbatasan dalam tindakan kolaborasi, serta potensi capain retribusi yang tidak tercapai. Cimahi Techno Park dengan kelembagaannya saat ini hanya dapat menjadi cost center bagi daerah dan belum mampu memperoleh revenue selain dari penyewaan working space yang dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Dalam konteks kebaruan penelitian, penelitian tentang STP memang sudah banyak dilakukan di berbagai negara, namun penelitian ini menggunakan perspektif collaborative governance khususnya pada STP yang dikelola pemerintah daerah yang masih belum ada. Diyakini dalam paradigma governance dan new public service, keterlibatan banyak aktor dalam penyelenggaraan pengembangan STP dipandang penting. Pemerintah tidak lagi sebagai satu-satunya institusi atau aktor yang mampu secara efisien, ekonomis dan adil menyediakan berbagai bentuk pelayanan publik namun juga memandang penting kemitraan dan jaringan antar berbagai stakeholders dalam penyelenggaraan urusan publik (Denhardt, J. V; Denhardt, 2007; Robinson, 2015).

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa analisis pengembangan kelembagaan dalam mendukung collaborative governance serta proses collaborative governance belum berjalan dengan baik terutama pada variabel eksternal yaitu sumber daya manusia, riset, sumber pendanaan dan aturan. Sedangkan dalam proses collaborative governance terdapat pada proses dinamika kolaborasi dan tindakan kolaborasi yang membuat potensi capaian belum tercapai karena adanya hambatan dalam bentuk kelembagaan Cimahi Techno Park.

Penelitian ini menghasilkan model Collaborative Governance STP Pemerintah Daerah (Government Science Park Collaboration Model) yang memiliki implikasi teoritik pada teori collaborative governance Emerson, Nabatchi dan Balogh (2015) yang menambahkan human relations pada dimensi dinamika kolaborasi untuk bisa menjembatani kesenjangan generasi pada aktor yang terlibat agar kolaborasi dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya, temuan lain yaitu pada proses kolaborasi diperlukan pemahaman terhadap pre collaboration condition terkait generation characteristics dan background aktor yang terlibat, sehingga, strategi dan pendekatan kolaborasi dapat menyesuaikan dengan dinamika lingkungan. Terakhir penelitian ini memerlukan pendekatan terkait hybrid organization untuk memperkuat Cimahi Techno Park dalam melakukan pelayanan publik dan privat.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Ramadhan Pancasilawan, S.Sos., M.Si, Ketua Promotor. Dr. Nina Karlina, S.IP., M.Si. Anggota Tim Promotor , Prof. Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S, Dr. Sawitri Budi Utami, S.IP., M.Si, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Drs. H. Herijanto Bekti, M.Si, Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A. Dr. Elisa Susanti, S.IP., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul ” Collaborative Governance dalam Pengembangan Cimahi Techno Park (Studi Pengembangan Science and Technology Park Pemerintah Daerah)”yang dinyatakan lulus dengan predikat “Pujian”. Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Siti Widharetno Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.

Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id