Jatinangor, 18 Agustus 2026 — Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat kembali hadir di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Ratusan warga Desa Tarumajaya dan sekitarnya turut memeriahkan PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 yang berlangsung pada Rabu (12/8) di halaman Kantor Desa Tarumajaya.

Peresmian TK Negeri Kertasari oleh Bupati Bandung
Sumber: IG Kimcerdas Tarumajaya, 10 Agustus 2026 dan photo tim PPM Fisip Unpad Berdampak 2026
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi berbagai aktor pembangunan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Penugasan FISIP Universitas Padjadjaran melalui Skema Desa Binaan FISIP, dengan tema “Transformasi Desa Tarumajaya sebagai Desa Konservasi Berkelanjutan: Integrasi Ekonomi Sirkular, Digitalisasi Berbasis Komunitas, dan Pelestarian DAS Citarum.”
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Dadang Supriatna untuk meriahkan pemberdayaan masyarakat desa. Kepala dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bandung mendampingi Bupati untuk meresmikan TK Negeri Kertasari dan mendukung kegiatan festival ini. Dukungan langsung juga diberikan oleh Bapak Camat Kertasari dan Ibu.
Keterlibatan Universitas Padjadjaran dalam kegiatan tersebut merefleksikan komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan kontribusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif, kegiatan pengabdian tidak hanya diarahkan pada transfer pengetahuan dari kampus kepada masyarakat, tetapi juga pada penguatan kapasitas lokal, pengembangan potensi desa, serta penciptaan ruang bersama bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membangun solusi atas persoalan pembangunan desa.

Tim PPM Berdampak Fisip Unpad menyerahkan hadiah buku untuk anak-anak berprestasi di Desa Tarumajaya. Sumber: Dokumentasi tim PPM 2026
PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai pihak, antara lain BUMDesa Wahyang Tarumajaya, Puskesos Cerdas, Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif FISIP Unpad, Puskesmas Santosa, Perum Jasa Tirta II, BPMD Kabupaten Bandung, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, PT London Sumatra, Bapenda Jawa Barat, Tim PKK Posyandu 6 SPM, BPD Desa Tarumajaya, LPM Desa Tarumajaya, MUI Desa Tarumajaya, Satlinmas Desa Tarumajaya, Karang Taruna Bakti Jaya, Pekerja Sosial Masyarakat, Pangdam Siliwangi, serta Polda Jawa Barat.

Tim PPM Berdampak Fisip Unpad berdiskusi dengan beberapa kolaborator kegiatan PKK Festival Desa Tarumajaya Sumber: Dokumentasi tim PPM 2026
Keragaman aktor yang terlibat menunjukkan bahwa pembangunan desa merupakan agenda bersama yang membutuhkan orkestrasi lintas sektor. Pemerintah desa dan kelembagaan masyarakat memiliki pengetahuan serta kedekatan dengan kebutuhan warga, sementara perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengetahuan, riset, inovasi, dan pendampingan. Di sisi lain, sektor swasta, lembaga pelayanan publik, dan institusi pemerintah memiliki sumber daya serta kapasitas yang dapat memperkuat proses pemberdayaan masyarakat.
Festival menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang inklusif dan partisipatif. Berbagai kegiatan disiapkan untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Desa Tarumajaya. Salah satu agenda utama adalah penyerahan penghargaan dan hadiah bagi siswa berprestasi di Desa Tarumajaya. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap capaian generasi muda sekaligus pesan penting bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga investasi terhadap sumber daya manusia dan pendidikan.
Festival juga menghadirkan Bazar UMKM unggulan Tarumajaya yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat. Berbagai produk unggulan desa turut ditampilkan, termasuk Kopi Sapoci dan Jawaya serta produk-produk lokal lainnya. Kehadiran produk lokal dalam festival menjadi bagian penting dari upaya membangun ekonomi desa berbasis potensi masyarakat. Pengembangan produk unggulan tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas Desa Tarumajaya sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya dan potensi ekonomi lokal.
Selain kegiatan pemberdayaan ekonomi dan apresiasi pendidikan, PKK Festival juga dimeriahkan dengan pentas seni, hiburan, dan doorprize. Berbagai kegiatan tersebut menciptakan ruang interaksi sosial yang memperkuat kebersamaan dan rasa memiliki masyarakat terhadap desa. Bagi FISIP Unpad, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk mendorong transformasi Desa Tarumajaya sebagai desa konservasi berkelanjutan. Tarumajaya memiliki posisi strategis karena berada di kawasan hulu DAS Citarum. Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan.
Program Desa Binaan FISIP Unpad diarahkan untuk mengintegrasikan tiga agenda utama, yaitu ekonomi sirkular, digitalisasi berbasis komunitas, dan pelestarian DAS Citarum. Ketiganya ditempatkan dalam kerangka pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan. Ketua Tim PPM Penugasan FISIP Unpad, Prof. Ida Widianingsih, memimpin tim yang terdiri atas para akademisi lintas disiplin. Tim tersebut terdiri atas Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., PhD dari Departemen Ilmu Politik; Dr. Rd. Ahmad Buchari, S.IP., M.Si. dan Dr. John Fresley, S.H., LL.M. dari Departemen Administrasi Publik; Anggia Utami Dewi, S.IP., MIS., PhD dari Departemen Hubungan Internasional; Dr. Ir. Andre Rivianda Daud, S.Pt., M.Si., IPM. dari Fakultas Peternakan; serta Dian Permata Puspita, S.A.P., M.A.P. dari Departemen Administrasi Publik.Pendekatan lintas disiplin tersebut memungkinkan program pengabdian melihat pembangunan desa secara lebih komprehensif. Persoalan lingkungan, ekonomi, sosial, pelayanan publik, digitalisasi, hingga pemberdayaan masyarakat saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan yang tidak terfragmentasi.
Kegiatan PPM ini juga melibatkan 10 mahasiswa S1, S2, dan S3 FISIP serta Fakultas Peternakan Unpad. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis pengalaman, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kompleksitas pembangunan di tingkat desa. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan membangun komunikasi, bekerja lintas disiplin, memahami konteks lokal, serta berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
PKK Festival Desa Tarumajaya 2026 pada akhirnya bukan sekadar sebuah kegiatan festival masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi dan co-creation yang mempertemukan pengetahuan, sumber daya, kreativitas, dan komitmen berbagai aktor untuk mendukung pembangunan desa. Bagi Desa Tarumajaya, kolaborasi ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa. Bagi FISIP Unpad, kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat “Unpad Berdampak”, yaitu menghadirkan pengetahuan dan inovasi perguruan tinggi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari halaman Kantor Desa Tarumajaya, semangat tersebut menemukan bentuk konkretnya: kampus hadir bersama masyarakat, bukan hanya untuk berbagi pengetahuan, tetapi untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan perubahan bersama. Dengan fondasi kolaborasi yang semakin kuat, Tarumajaya diharapkan dapat terus bergerak menuju desa yang mandiri, inklusif, produktif, dan berkelanjutan sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan DAS Citarum. (IW)
