
JATINANGOR, 25 Agustus 2026 — Departemen Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Unpad menerima hibah Diapora Berdampak Bach 1 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Judul kegiatan diaspora adalah “Tata Kelola Adaptif dan Berbasis Sistem dalam Menghadapi Tantangan Kompleksitas Kebijakan Publik: Penelitian Kolaboratif, Pembangunan Kapasitas, dan Pengembangan Jaringan Penelitian Internasional antara Universitas Padjadjaran dan Flinders University, Australia” .
Kegiatan ini dikordinasikan oleh Prof. Ida Widianingsih, PhD, PIC Dr. R. Achmad Buchari yang menghadirkan visiting profesor, yaitu Prof. Indra Gunawan (Professor in Project Management and Innovation).dari Flinders University, AustraliaPelaksanaan kegiatan bermitra dengan dua Pusat Studi di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif (CDPD) dan Pusat Studi Administrasi dan Kebijakan Publik. Kick-off kegiatan dan sesi belanja gagasan pemetaan topik riset kolaboratif yang berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Gedung Dekanat FISIP Unpad, Jatinangor.

Konsolidasi Riset Lintas Departemen dan Penyelarasan Enam Pilar Riset CDPD
Sesi hari pertama menjadi wadah konsolidasi ilmiah lintas disiplin ilmu sosial. Kepala Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif (CDPD FISIP Unpad, Prof. Dr. Caroline, M.Si.) (menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa persoalan empiris tata kelola pembangunan saat ini memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan periset dari bidang politik, administrasi publik, kesejahteraan sosial, hingga ekologi lingkungan.
Untuk periode 2024–2029, Pusdi CDPD mengarahkan fokus riset pada hilirisasi produk untuk memecahkan permasalahan masyarakat. Guna memperkuat kerangka kolaborasi internasional, Pusdi CDPD menyelaraskan enam pilar riset unggulannya dengan pendekatan Adaptive Governance and Complex Systems (AGCS), meliputi:
- Desentralisasi, Multilevel Governance, & Local Governance: Penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang adaptif dan responsif.
- Participatory Development & Democratic Co-Creation: Pembangunan berbasis partisipasi publik dan kolaborasi multi-aktor.
- Gender & Social Citizenship: Integrasi kesetaraan gender dan hak kewargaan sosial dalam kebijakan.
- Local Government Capacity & Public Service Innovation: Peningkatan kapasitas aparatur dan inovasi pelayanan publik.
- Rural-Urban Transformation & Social-Ecological Resilience: Penguatan ketahanan sosial-ekologis kawasan desa dan kota.
- Digital Governance, Citizenship, & Energy Technologies: Pemanfaatan tata kelola digital dan transisi energi yang beretika.
Penguatan Metodologi System Dynamics dan Perluasan Jejaring Global
Dalam arahannya, Prof. Ida Widianingsih menekankan bahwa kolaborasi diaspora ini mendorong para periset keluar dari zona nyaman metodologis guna menghasilkan penelitian yang lebih variatif. Kehadiran akademisi global juga memperluas peluang bagi dosen dan peneliti Unpad untuk mengakses skema hibah internasional seperti Australia Awards, KONEKSI, hingga Horizon Europe.
Diskusi diperkuat dengan masukan dari para Guru Besar dari Departemen Administrasi Publik, Departemen Ilmu Politik dan Departemen Kesejahteraan Sosial seperti Prof. Entang Adhy Muhtar, Prof. Budiman Rusli, Prof. Heru Nurasa, Prof, R. Ira Irawati, Prof. Binahayati, dan Prof Caroline Paskarina. Pada kesempatan ini, Prof. Indra Gunawan memaparkan bahwa pendekatan System Dynamics (Hard System Approach) dapat dipadukan secara fleksibel dengan Soft System Methodology (SSM). Pendekatan kombinasi ini memungkinkan periset untuk memetakan arsitektur sistem, melakukan analisis akar masalah (root cause analysis) melalui Causal Loop Diagram, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang adaptif terhadap kompleksitas masalah di lapangan. Sesi diskusi interaktif juga turut dihadiri oleh para pimpinan dan peneliti senior di FISIP Unpad Dr. Yogi Suprayogi Sugandi, Dr. Tomi Setiawan dan Dr. Aliyuna yang memetakan pelbagai isu strategis riil di Jawa Barat dan nasional, mulai dari manajemen sampah metropolitan, analisis risiko kebijakan, tata kelola kawasan asimetris, hingga transisi energi hijau.

Target Luaran Utama dan Keberlanjutan Program
Selama 14 hari pelaksanaan program intensif (24 Agustus – 5 September 2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan melalui lokakarya perencanaan riset, grant proposal bootcamp, klinik penulisan artikel ilmiah, hingga mentoring pascasarjana.
Program Diaspora Berdampak 2026 ini ditargetkan menghasilkan lima luaran utama yang terukur dan berdampak kelembagaan:
- Dokumen Roadmap Riset Kolaboratif Unpad–Flinders 2027–2029: Panduan strategis kerja sama penelitian tiga tahunan.
- Naskah Proposal Hibah Internasional: Minimal 1 proposal siap disubmit ke lembaga pendanaan global.
- Manuskrip Artikel Ilmiah Internasional: Naskah artikel ilmiah bereputasi terindeks Scopus (Q1/Q2).
- Pembentukan Working Group “Complex Systems & Adaptive Governance”: Kelompok riset permanen lintas disiplin.
- Program Mentoring Pascasarjana: Coaching metodologi dan publikasi bagi mahasiswa Magister dan Doktoral.
Melalui program ini, FISIP Unpad memperkuat perannya dalam mendukung pencapaian World Class University dan Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi melalui penyediaan kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policy) bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan. (RNI/NFR)