Lompat ke konten utama

Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Menjaga Keseimbangan Akademik dan Organisasi Ala Sabila Hana

Menjaga keseimbangan akademik dan organisasi bukanlah hal yang mudah. Di tengah tuntutan
akademik dan padatnya kegiatan organisasi, banyak mahasiswa harus belajar mengatur waktu,
tenaga, hingga menjaga kondisi diri agar tetap seimbang. Sabila Hana Luthfia, mahasiswi
Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran angkatan 2023 asal Bekasi, juga merasakan hal
serupa dan aktif mengikuti berbagai kepanitiaan kampus.

Rekam Jejak Aktivitas dan Organisasi Sabila

Sejak menjadi mahasiswa baru, Sabila telah terlibat dalam banyak kegiatan kampus. Ia pernah
mengikuti kepanitiaan tingkat fakultas, prodi, dan bergabung dengan BEM Kema UNPAD di
divisi Media dan Informasi, hingga beberapa kali menjadi bagian dari divisi publikasi dan
dokumentasi. Selain itu, Sabila juga pernah menjadi Redaktur Pelaksana 1 Departemen Fotografi
unit kegiatan mahasiswa Warta-Kema.
Di waktu yang bersamaan, ia turut aktif sebagai co-director program dalam kepanitiaan tingkat
jurusan. Saat ini, Sabila juga menjabat sebagai Secretary General di Padjadjaran Model United
Nations.

Alasan Pentingnya Menjaga
Keseimbangan Akademik dan
Organisasi
Bagi Sabila, mengikuti organisasi bukan sekadar mengisi waktu
luang selama kuliah. Sejak awal, ia mengaku sudah mempunyai
target jelas tentang apa yang ingin ia raih selama kuliah.
Menurutnya, bidang pekerjaan dari jurusan Hubungan
Internasional cukup luas dan tidak selalu spesifik. Oleh karena
itu, ia merasa perlu memiliki kemampuan lain sebagai bekal
untuk masa depan.

Narasumber : Sabila Luthfia Hana, Foto : Sabila Luthfia Hana
“Tujuan utamaku ikut organisasi dan kepanitiaan itu supaya punya skill lain selain yang
dipelajari di kelas,” ujarnya.
Sabila juga menyadari bahwa jadwal perkuliahan di program studinya relatif fleksibel. Beberapa
dosen bahkan menggelar kelas secara daring dan asinkronus. Karena itu, ia memilih mengisi
waktunya dengan kegiatan positif demi menjaga keseimbangan akademik dan organisasi. Baginya, hidup tanpa aktivitas di luar kelas justru memicu kejenuhan dan stres.

Strategi Manajemen Waktu dan Mengenal Kapasitas Diri

Dalam menjalani berbagai kesibukan tersebut, Sabila menerapkan skala prioritas, Ia berusaha
memastikan jadwal rapat tidak berbenturan dengan kuliah maupun tenggat tugas. Selain itu, ia
juga terbiasa menentukan pekerjaan mana yang harus ia selesaikan terlebih dahulu.
Sabila saat menjabat menjadi Redaksi Pelaksana 1 Divisi Fotografi Warta Kema UNPAD

Foto : Sabila Luthfia Hana


Tidak hanya soal manajemen waktu, Sabila menilai bahwa mengenal diri sendiri menjadi hal
penting agar kehidupan tetap seimbang. Ia merasa seseorang harus memahami kapasitas diri,
mengenali pemicu suasana hati, hingga membangun kebiasaan produktif.
“Kalau aku kurang tidur dan telat makan, biasanya hariku jadi nggak maksimal,” ujarnya.

Menghadapi Titik Jenuh dan Menjaga Prioritas Akademik

Meski terlihat mampu menjalani semuanya dengan baik, Sabila mengaku pernah merasa
kewalahan. Ia sering merasakan lelah akibat kesibukan rapat, tugas kuliah, hingga agenda
organisasi yang tetap berjalan saat hari libur. Ketika berada di titik tersebut, ia memilih untuk
pulang ke rumah sejenak sebagai cara beristirahat dan mengembalikan energi. Di tengah
kesibukan organisasi, akademik tetap menjadi prioritas utama bagi Sabila. Ia terbiasa
menginisiasi pembagian tugas kelompok lebih awal agar pekerjaan akademik tidak menumpuk
mendekati tenggat waktu. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami kemampuan diri
masing-masing sebelum memutuskan mengambil banyak tanggung jawab.

Esensi Organisasi Sebagai Sarana Belajar dan Berkembang

Melalui organisasi, Sabila tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga belajar mengenali
potensi dirinya sendiri. Melalui organisasi, ia bisa menemukan minatnya, memahami cara
menghadapi berbagai karakter orang, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja
sama. Tidak hanya itu, organisasi juga mempertemukannya dengan banyak orang yang akhirnya
menjadi teman dekat hingga sekarang.

Bagi Sabila, esensi utama dari mengikuti organisasi adalah proses belajar. Ia percaya bahwa
pembelajaran tidak hanya datang dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman menjalani
berbagai peran selama menjadi mahasiswa.
“Kita harus tahu organisasi mana yang cocok dan sesuai sama diri kita. Intinya, yang harus kita
ingat organisasi itu salah satu sarana untuk kita belajar juga.” tutupnya.