Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Kunci Prestasi Kaysan Naufal Sebagai Student-Athlete Panahan

Kaysan Naufal Rabbani, mahasiswa Administrasi Publik FISIP Unpad, sukses mencetak prestasi sebagai student-athlete panahan Kota Bandung Kaysan Naufal Rabbani atau yang kerap disapa Kaysan adalah mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran angkatan 2025. Di balik rutinitas akademisnya yang padat, Kaysan turut aktif mengharumkan nama kampus dengan mencetak berbagai prestasi di cabang olahraga panahan sebagai seorang student-athlete.

Peristiwa yang Membuka Jalan Menuju Dunia Panahan Pada awalnya, Kaysan tidak berencana menempuh jalan sebagai student-athlete di cabang olahraga panahan. Kisahnya bermula dari ketidaksengajaan ketika mengikuti pesantren kilat di bangku kelas 4 SD. “Karena waktu itu diperbolehkan nyoba ekskul, jadi awalnya mau coba ekskul bola, tapi pas otw ke lapangan malah jatuh di jalan. Akhirnya menepi ke lapangan panahan dulu buat cuci luka.” Ujar Kaysan mengenang momen tersebut. Di sela membersihkan luka, pelatih ekstrakurikuler panahan secara tiba-tiba menawarkan Kaysan untuk mencoba menarik busur.

Bagi kaysan, momentum tak terduga itu menjadi sebuah titik balik. Hasil tembakan pertamanya yang memuaskan sukses memantik rasa penasaran Kaysan hingga membuatnya adiksi berdiri di lapangan panahan. Menyadari potensi besar dalam diri Kaysan, pelatih ekstrakurikuler panahan menyampaikan rekomendasi kepada orang tuanya untuk segera mencarikan klub panahan yang tepat guna mengasah bakatnya.

Pihak keluarga kaysan menyambut baik arahan positif tersebut, hingga akhirnya menjadi titik awal Kaysan resmi bernaung di bawah klub panahan dan memulai perjalanannya sebagai atlet. Fase Kejenuhan dan Kembalinya Passion Mengawali langkahnya sejak usia dini, perjalanan Kaysan tidak sepenuhnya mulus. Menurut Kaysan pribadi, berlatih giat dari kelas 4 SD hingga 7 SMP sempat membawanya pada titik jenuh.

Terlebih lagi, pandemi COVID-19 yang datang beberapa tahun lalu sempat memaksanya untuk vakum sepenuhnya dari lapangan. Akan tetapi, melalui jeda panjang inilah Kaysan justru menemukan jawaban atas kejenuhannya. Saat kembali memijakkan kaki di lapangan pascapandemi, Kaysan menyadari bahwa alasannya terus bertahan hingga detik ini murni karena rasa cintanya terhadap dunia panahan.

Potret Kaysan di tengah latihan Deretan Pencapaian: Skala Provinsi Hingga Internasional Sepanjang perjalanannya, dedikasi Kaysan terhadap cabang olahraga panahan terwujud nyata melalui rekam jejak prestasinya di berbagai level kompetisi. Di antaranya, 4th Recurve Mixed Team Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional, 3rd Eliminasi Nasional Umum Putra Ramadhan Competition, 4th Recurve Mixed Team Asci Open 3 International Archery Championship. Namun, dari sekian kompetisi yang pernah ia jajaki, The Archery Academy Championship Singapore menjadi ajang pembuktian yang paling membekas di dirinya.

Di sana, Kaysan bersaing langsung dengan para mahasiswa tangguh dari universitas top dunia, seperti National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU). Merupakan suatu kebanggaan luar biasa bagi Kaysan untuk dapat membawa nama almamater. Dinamika Peran Ganda Sebagai Student-Athlete Menjalani peran ganda sebagai atlet sekaligus mahasiswa menuntut dedikasi dan pengelolaan waktu yang matang.

Menurut Kaysan, tantangan terbesar yang kerap ia hadapi adalah jadwal mata kuliah yang dapat berubah sewaktu-waktu. Tak jarang pergeseran jadwal kuliah berbenturan langsung dengan agenda latihan yang telah ia susun. Sebagai pribadi yang menyukai pola latihan berdurasi panjang (full-day), perubahan jam secara mendadak ini mau tak mau membuat waktu latihannya terpotong. Sehingga, seringkali Kaysan merasa kurang optimal dalam pelatihannya. Sebagai jalan tengah, Kaysan merancang jadwal latihan yang lebih fleksibel. Ia memanfaatkan sela-sela waktu luang dari kesibukan kuliah, tepatnya sebelum dan sesudah jam kelas berlangsung. Meskipun porsi latihan tidak seideal biasanya, Kaysan tetap bertekad turun ke lapangan agar kualitas performanya tetap terjaga.

Energi Positif Dari Lingkungan Kampus Kaysan mengungkapkan bahwa keteguhan tekad dan keberhasilan karirnya tidak terlepas dari besarnya dukungan yang ia terima dari lingkungan sekitarnya. “Hal-hal sederhana kayak postingan ‘selamat bertanding’ sebelum lomba itu bener-bener berdampak besar sih, jadi ngerasa semangat karena ada support sebelum tanding.” Tuturnya sembari tertawa.

Sebagai mahasiswa FISIP, Kaysan merasa beruntung atas solidaritas tinggi antar sesama atlet di fakultasnya. Ia merasakan bagaimana lingkungan perkuliahan memberikan ruang aman yang suportif bagi dirinya untuk bertumbuh dan berkembang sebagai student-athlete. Kaysan juga menambahkan bahwa para dosen kerap mengapresiasi segala pencapaiannya, sehingga menurutnya, FISIP sangat menghargai prestasi nonakademik.

Pesan Untuk Mahasiswa Lain Bagi mahasiswa yang ingin menemukan jati diri dan mengembangkan potensinya, Kaysan menitipkan satu pesan penutup di akhir wawancara. “Setiap orang kan punya bakat dan passionnya masing-masing, maju terus aja buat ngejar hal yang bener-bener disuka. Kalau nanti di tengah jalan banyak susahnya, jangan jadiin itu alasan buat menyerah karna yang namanya proses gak pernah instan. Pada akhirnya kuncinya ada di passion dan konsistensi.”

Penulis: Yasmina Alia Suryantoro