Laporan
Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat FISIP UNPAD melakukan kajian dampak sosial pada 3 (tiga) Program CSR andalan PT. Pupuk Kaltim (PKT). Kegiatan lapangan dilaksanakan pada tanggal 17-21 Mei 2023, dengan melibatkan melibatkan 3 dosen peneliti dan 4 (empat) mahasiswa sebagai asisten peneliti. (Klonopin)
Peneliti utama Pusdi CSR, Meilanny Budiarti Santoso menyatakan bahwa kajian mengenai dampak sosial dari program CSR PT. Pupuk Kaltim bukan sekedar mengukur nilai kebermanfaatannya bagi masyarakat terdampak, tetapi juga dapat memelihara reputasi perusahaan. (https://www.harveymaria.com)
Program CSR andalan PT Pupuk Kalimantan Timur (Bontang, Kalimantan Timur), yang pertama adalah program SUVI Training; dimana PKT bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Suvi Training untuk membuat kegiatan pelatihan dan peningkatan keterampilan kerja untuk masyarakat agar siap menjadi tenaga kerja di berbagai perusahaan terutama di wilayah Kota Bontang. Kemudian yang kedua adalah Program Community Forest memiliki dua tujuan utama yang hendak dicapai, yaitu pertama sebagai upaya untuk mengurangi emisi karbon melalui penanaman tanaman keras di dalam dan luar kawasan PKT guna mendukung target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC). Dalam hal ini, Program Community Forest merupakan upaya nyata PKT dalam menangani perubahan iklim. Kedua, memberikan nilai tambah secara ekonomi kepada masyarakat di sekitar wilayah pelaksanaan.
Program ketiga adalah Program Undergoing Rapid Environmental Act (UREA). Program ini merupakan program binaan bagi masyarakat pesisir yang dikembangkan untuk mensinergikan potensi yang dimiliki Kota Bontang, yakni potensi pesisir dan laut serta memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat di sekitar bufferzone. Oleh karena itu, penyelenggaraan Program UREA dilaksanakan secara kolektif dengan melibatkan masyarakat lokal, seperti nelayan dan petani di Kota Bontang yang bekerjasama dengan PKT. Pelibatan masyarakat
tersebut harapannya dapat menjawab permasalahan yang dialami oleh masyarakat, baik pada aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Kegitan Community Forest dan Program UREA antara lain konservasi terumbu karang, konservasi mangrove, dan pemanfaatan limbah cangkang rajungan menjadi pupuk cair.
Melalui program CSR yang telah dilaksanakannya, PT. Pupuk Kaltim melakukan investasi sosial yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah, komunitas lokal dan mitra bisnis. Investasi bertujuan sosial ini dapat dihitung dan menjadi suatu kajian studi bernama “Social Return on Investment” disingkat SROI. Pihak PT. Pupuk Kaltim bekerjasama dengan Pusat Studi CSR, Kewirausahaan Sosial dan Pemberdayaan masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran menyusun SROI tersebut pada 3 program tersebut.
Hasil dari kajian studi SROI pada 3 Program CSR PT Pupuk Katim ini dapat gunakan sebagai tolok ukur untuk menilai program terhadap nilai investasi sosial yang diberikan kepada masyarakat oleh perusahaan tersebut. Selain itu, melalui kajian ini dapat mengukur berbagai dampak yang lebih luas dan komprehensif mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang dampak yang dihasilkan.
Dengan mengukur dampak sosial dari program CSR, perusahaan dapat menunjukkan bagaimana mereka memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan, dan melalui kajian SROI ini pula perusahaan dapat mengukur dan melaporkan dampak sosial secara terstruktur serta memperlihatkan manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat atas investasi finansial yang telah diberikan oleh PT. Pupuk Kaltim melalui program CSR mereka.

