Lompat ke konten utama

Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Administrasi Publik Fisip Unpad dan Universiti Putra Malaysia Kembangkan Ekowisata Berkelanjutan di Desa Tarumajaya

Bandung, April 2026 – Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) berkolaborasi dengan Fakulti Ekologi Manusia Universiti Putra Malaysia (UPM) menyelenggarakan kegiatan International Community Service di Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 7–10 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus penguatan kerja sama internasional dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Mengusung tema “Building an Inclusive Community-Based Sustainable Eco-tourism in Tarumajaya Village, Bandung District, West Java Province, Indonesia: Co-creation Strategy to Address Climate Change and to Achieve a Resilient Village”, program ini berfokus pada pengembangan strategi ko-kreasi untuk mewujudkan ekowisata berbasis masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan sebagai upaya menghadapi tantangan perubahan iklim.

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Ida Widianingsih, S.IP., M.A., Ph.D., dan didukung melalui Dana Hibah Unpad World Class University Equity (Skema Pengabdian kepada Masyarakat Internasional 2026). Selain melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Padjadjaran serta Universiti Putra Malaysia, program ini juga mendapat dukungan dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Pemerintah Desa Tarumajaya.

Menurut Prof. Ida Widianingsih, kolaborasi internasional ini menjadi wadah untuk menghadirkan solusi pembangunan yang lahir dari kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

“Melalui pendekatan ko-kreasi, kami ingin memastikan masyarakat menjadi bagian utama dalam proses perencanaan dan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor dan lintas negara ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan Desa Tarumajaya di masa depan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyelenggaraan International Guest Lecture yang menghadirkan pakar dari Universiti Putra Malaysia, yakni Prof. Dr. Sarjit Singh dan Dr. Puvaneswaran Kunasekaran. Kuliah umum bertema “Governance for Inclusivity: Advancing Community-Based Sustainable Ecotourism Through Public Administration and Social Sciences Perspectives” tersebut diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Padjadjaran.

Selain memperkuat pertukaran pengetahuan di lingkungan akademik, tim pengabdian juga melakukan kunjungan ke Direktorat Riset, Hilirisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRHPM) Universitas Padjadjaran untuk mendiskusikan keberlanjutan program serta peluang pengembangan kolaborasi internasional di masa mendatang.

Selama berada di Desa Tarumajaya, peserta melaksanakan berbagai kegiatan lapangan, mulai dari focus group discussion (FGD), survei, observasi, hingga wawancara mendalam dengan masyarakat dan perangkat desa. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan potensi lokal, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi masyarakat, serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.

Salah satu agenda utama dalam program ini adalah pelaksanaan Sapataru Jilid 2, sebuah inisiatif pelestarian lingkungan yang diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon kopi bersama masyarakat setempat. Selain berkontribusi terhadap penghijauan kawasan, penanaman komoditas kopi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga dan mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.

Kepala Desa Tarumajaya menyambut baik kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi dari Indonesia dan Malaysia tersebut.

“Kegiatan ini memberikan masukan yang sangat berharga bagi desa kami. Kami berharap hasil kolaborasi ini dapat mendukung pengembangan ekowisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tarumajaya,” katanya.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menjadi contoh implementasi pendekatan ko-kreasi dalam pembangunan desa. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun menunjukkan bahwa pengembangan desa berkelanjutan memerlukan sinergi antara kebijakan publik, dukungan akademik, dan partisipasi aktif masyarakat.

Program International Community Service ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui kegiatan ini, Universitas Padjadjaran dan Universiti Putra Malaysia tidak hanya memperkuat kerja sama akademik internasional, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan model tata kelola ekowisata yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengembangan Desa Tarumajaya sebagai desa yang tangguh (resilient village) dalam menghadapi tantangan lingkungan dan pembangunan di masa depan.

Reporter : Dian Permata Puspita

Editor : Ida Widianingsih

Foto : Tim PKM Internasional