Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Toddy Aditya Suryawan Kusuma Gelar Doktor di Program Studi Administrasi Publik

Laporan : Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 03-08-2023] Bandung – Kamis, 03 Agustus 2023 (14.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Toddy Aditya Suryawan  Kusuma yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Publik resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Tangerang pada tanggal 17 Oktober 1979 dari pasangan Almarhum Bapak Achmad Taufan Margono dan Ibu R. Entin Sumiati, sebagai anak pertama dari 4 (empat) bersaudara. Pernikahannya dengan Diah Milasari, S.AB dikaruniai 2 (dua) orang anak yaitu Aqila Rahmadita Aditya dan Almira Rahmanisya Aditya. Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1988 di SDN I Tangerang, SMP diselesaikan pada tahun 1994 di SMPN 3 Tangerang, SMA diselesaikan pada tahun 1997 di SMAN 7 Tangerang, Jenjang pendidikan Sarjana Hubungan Internasional lulus pada tahun 2002 di Universitas Pasundan, Program Magister diselesaikan tahun 2008 di Universitas Indonesia, dan pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Dosen Tetap dan Sekretaris Prodi pada prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Disertasi yang diujikan menurut Toddy Aditya Suryawan  Kusuma, didasarkan dari latar belakang sebagai berikut: berawal melihat penerimaan dan pemanfaatan aplikasi Tangerang LIVE sangat lah kecil hanya sebesar 12,06

% dari total seluruh penduduk Kota Tangerang yang berjumlah 1.771.092 orang. Dengan adanya Aplikasi Tangerang LIVE yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang, secara akumulasi dapat menghemat belanja publik. Karena dalam kepengurusan administrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akte Kelahiran dan lain-lain hanya perlu melakukan pendaftaran melalui aplikasi Tangerang LIVE sehingga masyarakat Kota Tangerang tidak perlu jauh jauh lagi datang ke Kantor Kelurahan, Kantor Kecamatan ataupun Kantor Dinas.

Masyarakat Kota Tangerang dapat melakukan efisiensi penghematan keuangan jika mengetahui dan memanfaatkan Aplikasi Tangerang LIVE ini. Karena hampir seluruh layanan publik di Kota Tangerang sudah menggunakan sistem Daring. Inovasi ini diciptakan agar masyarakat Kota Tangerang dapat lebih mudah melakukan pengurusan administrasi kependudukan hanya melalui Smartphone dan cukup dari rumah

Rumusan masalah penelitian ini akan menggambarkan seberapa besar pengaruh Pelaksanaan kebijakan Portal Tangerang LIVE dan Kebutuhan Masyarakat terhadap Kesenjangan Digital yang berdampak pada Kebijakan Smart City (e-Gov berupa aplikasi Tangerang LIVE) dalam upaya mewujudkan visi dan misi Kota Tangerang menjadi Smart City yang bisa dijadikan percontohan juga oleh daerah lain.

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari, menganalisis fenomena kebijakan smart city dan kebutuhan masyarakat akan TIK di Kota Tangerang terhadap kesenjangan digital dan implementasinya.

Manfaat Penelitian dari Aspek Teoritis diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang ilmu administrasi publik dan berupaya menemukan solusi-solusi empiris sesuai kaidah ilmiah dan memiliki relevansi terkait dengan tema penelitian. Dan dari Aspek praktis hasil penelitian ini Memberikan solusi dan kontribusi pada pemerintah Kota Tangerang dan terkait langkah-langkah yang dapat dijalankan dalam implementasi kebijakan mengenai smart city yang dapat diwujudkan dengan baik sehingga produktifitas kegiatan masyarakat dapat memberikan manfaat di masa yang akan dating dan Sebagai upaya mendorong kapasitas pemerintah umumnya lebih serius dalam mengembangkan konsep kebijakan smart city sehingga dampak pemanfaatannya lebih dapat dirasakan oleh masyarakat dari seluruh lapisan.

Studi ini menggunakan teori Smart city (Nam & Pardo, 2011a) (Lea, 2017) dan UTAUT dan ICT-Based Smart city Service (kebutuhan masyarakat) (Venkatesh et al., 2003) (Yeh, 2017b) dengan kesenjangan digital (OECD, 2001). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanasi, informasi atau data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden. Dengan bantuan studi literatur sebelumnya dan penilaian ahli, kami menggunakan pendekatan yang tepat dan menciptakan instrumen penelitian dengan 71 pernyataan. Analisis data dalam penelitian ini yang digunakan adalah SEM- PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Square). Unit analisis dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat kota Tangerang yang berada di 13 kecamatan dan yang telah menggunakan aplikasi Smart City Tangerang Live di Kota Tangerang. Dalam penelitian ini,

penulis menggunakan teknik pengambilan sampel yang disebut cluster sampling. Dalam penelitian ini, total populasi yang telah mengunduh aplikasi Tangerang Live pada tahun 2022 sebanyak 213.646 jiwa dari 13 kecamatan, sehingga sampel penelitian dari populasi yang telah mengunduh aplikasi Tangerang Live sebanyak 400 orang.

Hasil penelitian terhadap portal Aplikasi Tangerang LIVE adalah sebagai berikut:

  1. Kebijakan Smart city mempunyai pengaruh terhadap Implementasi Kebijakan

Hubungan antara kebijakan smart city dengan implementasi kebijakan adalah signifikan dengan nilai T-statistik sebesar 6.78 (> 1.96). nilai original sampel estimate adalah positif yaitu sebesar 0.330 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara kebijakan smart city dengan implementasi kebijakan adalah positif. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Kebijakan Smart City berpengaruh terhadap implementasi kebijakan diterima. Pentingnya kebijakan smart city dengan mempertimbangkan aspek manusia sebagai dimensi yang paling kuat (0.849), aspek teknologi (0.815), dan aspek institusi sebagai dimensi yang paling lemah (0.807) untuk pendorong utama bagi keberhasilan implementasi konsep ini.

Faktor Manusia dalam Smart City memiliki peran penting dalam membangun Smart City yang sukses. Pendidikan dan partisipasi masyarakat merupakan kunci utama untuk menciptakan kesadaran akan manfaat Smart City dan bagaimana mereka dapat berkontribusi. Faktor Teknologi dalam Smart City yang canggih dan terkoneksi menjadi tulang punggung dari Smart City. Inovasi seperti Internet of Things (IoT), analisis big data, kecerdasan buatan (AI), dan infrastruktur jaringan yang handal membentuk dasar implementasi Smart City. Faktor Institusi dalam Smart City melibatkan peran pemerintah, lembaga, dan organisasi terkait dalam mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan Smart City. Kebijakan ini harus mencakup regulasi yang memadai, kerangka kerja hukum, dan strategi keuangan yang mendukung perkembangan Smart City

  1. Kebijakan Smart city mempunyai pengaruh terhadap Kesenjangan Digital

Hubungan antara kebijakan smart city dengan kesenjangan digital adalah signifikan dengan nilai T-statistik sebesar 10.06 (> 1.96). Nilai original sampel estimate adalah positif yaitu sebesar 0.472 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara kebijakan smart city dengan kesenjangan digital adalah positif. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Kebijakan Smart City berpengaruh terhadap kesenjangan digital diterima

Untuk melakukan analisis terkait kesenjangan digital dengan menggunakan nilai pendapatan (0.877), nilai pendidikan yang paling tinggi sebesar (0.892), dan nilai ketersediaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan nilai paling rendah sebesar (0.850). Kesimpulan akhir tentang kesenjangan digital yang lebih komprehensif akan memerlukan data

yang lebih lengkap dan penilaian yang lebih rinci terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, seperti akses fisik ke infrastruktur TIK, keterampilan digital, dan kesadaran teknologi.

  1. Kesenjangan Digital mempunyai mempengaruhi terhadap Implementasi Kebijakan

Hubungan antara kesenjangan digital dengan implementasi kebijakan adalah signifikan dengan nilai T-statistik sebesar 3.34 (> 1.96). Nilai original sampel estimate adalah positif yaitu sebesar 0.258 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara Kesenjangan digital dengan implementasi kebijakan adalah positif. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa Kesenjangan digital berpengaruh terhadap implementasi kebijakan diterima

Untuk menganalisis implementasi kebijakan berdasarkan nilai karakteristik masalah (0.910), daya dukung peraturan (0.894), variabel non peraturan (0.863), dan proses implementasi (0.898). Berdasarkan analisis ini, implementasi kebijakan tampaknya berada pada tingkat yang relatif baik. Namun, penting untuk dicatat bahwa analisis ini menggunakan angka-angka hipotetis dan hanya mempertimbangkan empat faktor terbatas. Untuk evaluasi yang lebih komprehensif, diperlukan data yang lebih lengkap dan penilaian yang lebih rinci terhadap berbagai aspek implementasi kebijakan, seperti pengelolaan sumber daya, partisipasi publik, dan evaluasi dampak kebijakan.

 

  1. Kebutuhan Masyarakat akan TIK mempunyai pengaruh terhadap Kesenjangan Digital Hubungan antara kebutuhan masyarakat akan TIK dengan kesenjangan digital adalah signifikan dengan nilai T-statistik sebesar 9.50 (> 1.96). Nilai original sampel estimate adalah positif yaitu sebesar 0.477 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara kebutuhan masyarakat akan TIK dengan kesenjanggan digital adalah positif. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat akan TIK berpengaruh

terhadap kesenjangan digital diterima.

Dalam menganalisis kebutuhan masyarakat akan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berdasarkan nilai Innovation Concept (0.843), City Engagement dengan nilai paling rendah sebesar (0.788), Service Quality (0.802), dan Quality of Life dengan nilai yang paling tinggi sebesar (0.878). Kebutuhan masyarakat Kota Tangerang akan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat mempengaruhi kesenjangan digital di kota tangerang. Jika kebutuhan masyarakat Kota Tangerang terhadap TIK semakin meningkat, namun tidak semua warga kota memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan internet, maka akan terjadi kesenjangan akses teknologi di antara warga Kota Tangerang

  1. Kebutuhan Masyarakat akan TIK mempunyai pengaruh terhadap Implementasi Kebijakan

Hubungan antara kebutuhan masyarakat akan TIK dengan implementasi kebijakan adalah signifikan dengan nilai T-statistik sebesar 2.97 (> 1.96). Nilai original sampel estimate adalah positif yaitu sebesar 0.170 yang menunjukkan bahwa arah hubungan antara kebutuhan masyarakat akan TIK dengan implementasi kebijakan adalah positif. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa kebutuhan masyarakat akan TIK berpengaruh terhadap implementasi kebijakan diterima. Dengan mengimplementasikan kebijakan tersebut, diharapkan masyarakat Kota Tangerang dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan akan teknologi informasi dan komunikasi serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang. Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A , Ketua Promotor. Dr. Dra. Hj. Sinta Ningrum, M.T. Anggota Tim Promotor , Dr. Drs. H. Heru Nurasa, M.A. Dr. Dra. Hj. R. Ira Irawati, M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. Josy Adiwisastra, Dr. Mas. Dadang  Enjat Munajat, S.Si., M.T.I, Ph.D. Dr. Hening Widiatmoko, M.A Representasi Guru Besar Prof. Dr. Sri Zul Chairiyah M.A. Disertasi yang disusun berjudul”PENGARUH KEBIJAKAN SMART CITY DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP KESENJANGAN DIGITAL DI KOTA TANGERANG”yang dinyatakan lulus dengan perdikat”Pujian”

Selamt atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Toddy Aditya Suryawan  Kusuma Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.

 

Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id