
Laporan Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 14/08/2023] Bandung – Senin , 14 Agustus 2023 (15.30), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Mas Rasmini yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovenda dilahirkan di Cicalengka pada tanggal 15 November 1977 dari pasangan Bapak Usup dan Ibu Kuraesin, sebagai anak keenam dari sebelas bersaudara. Pernikahannya dengan Yayat Supriatna, ST dikaruniai 5 (lima) orang anak yaitu Ranggita Qorrie Khairunnisa Qur’ani Rapriatna, Rengganis Pelangi Islami Rapriatna, Regina Balqis Khairunnisa Qur’ani Rapriatna, Zakhi Muhammad Ramadhan, dan Rengganesa Mentari Islami Rapriatna. Riwayat Pendidikan: Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1989 di SDN II Narawita Cicalengka Bandung, SMP diselesaikan pada tahun 1992 di SMP FK Bina Muda Cicalengka Bandung, SMA diselesaikan pada tahun 1995 di SMA Bina Muda Cicalengka Bandung, Jenjang pendidikan Sarjana Ekonomi lulus pada tahun 2000 di Universitas Padjadjaran, Program Magister diselesaikan tahun 2009 di Universitas Padjadjaran, dan pada semester ganjil tahun akademik 2019/2020 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Administrasi dengan peminatan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Dosen Tetap di Prodi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Universitas Padjadjaran.
Disertasi yang diujikan menurut Mas Rasmini, dilatarbelakangi dari permasalahan Bank Sampah di Kabupaten Bandung Barat yang baru bisa mencapai tujuan sosial, sementara tujuan bisani/tujuan usahanya belum tercapai. Berdasarkan hasil wawancara kepada ketua Bank Sampah dan observasi langsung ke Bank Sampah hal ini terjadi karena prioritas utama dari bank sampah di KBB adalah untuk memecahkan masalah sosial (sampah), sehingga program- program dan kegiatan-kegiatan yang selama ini dilaksanakan fokus pada kegiatan sosial
seperti sosialisasi dan edukasi pemilahan samapah, pelatihan pembuatan produk daur ulang, produksi produk daur ulang sampah plastik, pembersihan lingkungan. Penanaman pohon, menabung sampah, sedekah sampah.
Sementara menurut Ambati (2019) sebenarnya perusahaan sosial selain dapat mencapai tujuan sosial juga harus bisa mencapai tujuan bisnisnya yaitu nilai ekonomis. Menurut Dhewanto dkk (2013) dan Tanimoto (2010) perusahaan sosial dapat mencapai tujuan sosial dan tujuan bisnis secara bersamaan dengan menciptakan inovasi sosial melalui sebuah skema model bisnis yang unik.
Merujuk pada kedua teori di atas dan melihat adanya produk yang dihasilkan Bank sampah berupa cacahan sampah plastic dan produak daur ulang sampah plastic, peneliti memiliki pandangan bahwa usaha/bisnis Bank Sampah di KBB memiliki potensi untuk berkembang dan selain dapat mencapai tujuan sosial juga dapat mencapai tujuan bisnis. Bank Sampah di KBB dapat mencapai kedua tujuan tersebut melalui model bisnis sosial yang disusun berdasarkan pencapaian inovasi sosial melaui proses inovasi sosial yang dilakukan Bank sampah.
Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian-penelitian terdahulu baik dari fokus penelitian, lokus penelitian, kombinasi metode penelitian dan jenis paper maupun teori yang digunakan. penelitian terdahulu seperti Penelitian model bisnis sosial yang dilakukan oleh Goldstein et al., (2010) berfokus pada komponen inovasi sosial, di mana desain model bisnis sosial yang diteliti berbasis ilmu kompleksitas. brikutnya Alegre & Berbegal-Mirabent (2016) menyusun model bisnis sosial dengan menggunakan pendekatan teori dasar untuk dua kasus di sektor perhotelan dan sektor pariwisata.
Berdasarkan penelusuran artikel ilmiah pada database elektronik terindeks Scopus diperoleh 83 publikasi dengan fokus penelitian inovasi sosial dan model bisnis sosial, namun dari 83 publikasi yang dipetakan belum ada yang melakukan penelitian mengenai pemodelan bisnis sosial berbasis inovasi sosial yang diperoleh melalui proses inovasi sosial. kombinasi antara proses inovasi sosial dengan model bisnis sosial dalam satu lokus penelitian dan belum ada yang meneliti secara rinci mulai dari analisis prioritas potensi dan masalah sebagai langkah awal dalam proses inovasi sosial untuk menciptakan inovasi sosial yang selanjutnya menjadi dasar dalam penyusunan model bisnis sosial Bank Sampah, di mana model bisnis sosisal berjutuan untuk mendefiniskan langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai suatu tujuan.
Salah satu tahapan dalam proses inovasi sosial yaitu mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh perusahaan sosial (Bank Sampah). Pada pelaksanaannya diperlukan sinergitas anatara pemangku kepentingan (stakeholders), belum dijelaskan dalam penelelitian terdahulu.
Pada penelitian ini, untuk konsep proses inovasi merujuk pada teori Dhewanto dkk (2013) yang memiliki 5 tahap. Tahap pertama mengetahui permasalahan sosial melalui identifikasi masalah yang dihadapi, tahap kedua melakukan FGD dengan para stakeholder untuk penyamaan persepsi terhadap masalah yang dihadapi dan untuk merumuskan solusi, tahap ketiga melakukan mapping kapasitas diri dan melakukan studi kelayakan terhadap program-program yang akan dilakukan, tahap keempat melakukan kolaborasi dengan para relasi dalam berbagai bidang. Dan tahap kelima Terciptanya inovasi sosial yang bernilai sosial dan berimbas terhadap masyarakat.
Untuk inovasi sosial merujuk kepada teori Sanusi et al., (2019) dan D`amario & Comini (2020) di mana inovasi sosial memiliki 3 dimensi yaitu jenis inovasi sosial, kedalaman inovasi sosial dan cakupan inovasi sosial.
Selanjutnya kerangka model bisnis sosial yang digunakan pada penelitian ini merujuk pada teori model bisnis sosial Canestrino et al. (2019) dan model bisnis sosial dari Yunus et al. (2010). Hal ini dilakukan atas pertimbangan di mana model bisnis sosial Canestrino et al. (2019) menurut pandangan promopendus, sudah menggambarkan dalam pencapaian tujuan sosial dan kerangka model bisnis sosial Yunus et al. (2010) yang melibatkan elemen value proposition dan ekonomic profit equatioin dipandang dapat mengakomodasi dalam pencapaian tujuan bisnis dari sebuah perusahaan sosial. Sehingga dari kedua model bisnis sosial tersebut relevan dengan tujuan penelitian ini yaitu dapat merancang kerangka model bisnis sosial yang tidak hanya dapat mencapai tujuan sosial melainkan juga dapat mencapai tujuan bisnis.
Teori-teori di atas dijadikan sebagai rujukan/acuan dalam pemodelan bisnis sosial pada Bank Sampah KBB dengan melakukan beberapa penajaman dalam setiap komponennya. Dengan demikian penelitian ini belum pernah dilakukan oleh peneliti- peneliti terdahulu sehingga dapat dianggap memiliki orisinalitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Promovendus dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hal ini didasarkan pada rumusan masalah yang menuntut peneliti untuk melakukan eksplorasi. Penelitian kualitatif juga digunakan untuk menggali makna dan memperoleh gambaran yang lebih dalam dan utuh mengenai proses inovasi sosial dalam menciptakan inovasi sosial pada Bank Sampah KBB menurut pandangan dan pengalaman para ketua bank sampah dan stakeholder sehingga dapat disusun kerangka model bisnis sosial bank sampah KBB.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses inovasi sosial dilaksanakan oleh Bank sampah melalui 5 tahapan. Tahap pertama mengidentifikasi permasalahan sosial dan masalah internal Bank Sampah melalu kegiatan wawancara dan FGD dengan para informan. Masalah sosial yang ditemukan meliputi keterpilahan sampah di masyarakat yang masih kurang, sosialisasi ke masyarakat belum massif, dan belum ada Bank Sampah induk. Permasalahan internal Bank Sampah berdasarkan tingkat urgensinya meliputi pertama masalah keuangan, kedua operasi, ketiga masalah SDM, dan keempat masalah marketing. Sementara stakeholder untuk Bank Sampah teridentifikasi dan disepakati oleh semua Ketua Bank Sampah terdiri dari masyarakat, komunitas, pemerintah, bisnis, dan akademisi.
Tahap kedua melakukan penyamaan persepsi dengan para stackholders terhadap permasalahan yang dihadapi Bank Sampah melalui kegiatan FGD dan kemudian bersama-sama menyusun rencana strategi/solusi penyelesaiannya. Strategi yang berhasil disepakati oleh Bank sampah dan stakeholder yaitu strategi memperkuat hubungan kemitraan yang sudah ada serta memperluas jaringan kemitraan baik dengan organisasi pemerintahan maupun dengan organisasi/lembaga lainnya, serta ketersediaan mediator dan fasilitator dalam pelaksanaan program kolaborasi; menciptakan program edukasi berbasis partisipatif masyarakat; melakukan kolaborasi dengan para stakeholders dalam hal mengembangkan kemampuan SDM, finansial, sarana dan prasarana, pemasaran, kapabilitas pengelolaan bisnis melalui pelatihan dan pendampingan.
Tahap ketiga melaksanakan mapping terhadap kapasitas Bank Sampah dan kapasitas semua stakeholders dan studi kelayakan. Hasil mapping kapasitas dan studi kelayakan baik terhadap Bank Sampah maupun kepada semua stakeholders diperoleh keputusan bahwa program/kegiatan kolaborasi yang ditetapkan pada tahap kedua dapat dilaksanakan oleh Bank Sampah Bersama para stakeholders.
Tahap keempat merancang kerja sama atau kolaborasi dengan para stakeholders. Kolaborasi yang akan dibangun di antaranya dengan komunitas melalui program sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pengelolaan sampah (pemilahan sampah dan produk daur ulang). Kolaborasi yang dibangun dengan pemerintah melalui program- program pemerintah seperti fasilitas pameran, pelatihan dan pendampingan, fasilitasi program kompetisi serta pengadaan sarana dan prasarana. Kolaborasi yang dibangun dengan akademisi selain penelitian yaitu fasilitasi tes laboratorium, fasilitasi tenaga
ahli/narasumber, dan inkubator bisnis (pelatihan dan pendampingan/coaching bisnis untuk pengelola Bank Sampah). Kolaborasi yang akan dibangun dengan bisnis di antaranya pendanaan untuk program kolaborasi ataupun untuk pengadaan sarpras.
Tahap kelima penciptaan inovasi sosial. Melalui empat tahap proses inovasi sosial di atas diperoleh 13 bentuk inovasi sosial yang diharapkan dapat mendorong Bank Sampah menjadi Bank Sampah yang berkelanjutan.
Hasil penelitian berikutnya yaitu Kerangka model bisnis sosial Bank Sampah berbasis pada 13 inovasi sosial di KBB disusun meliputi 6 elemen yaitu tantangan atau masalah yang dihadapi oleh Bank Sampan baik tantangan atau masalah sosial maupun tantangan atau masalah internal Bank Sampah, aktivitas kunci, sumber daya kunci, proposisi nilai, keuntungan ekonomi, dan dampak sosial serta dampak internal.
Temuan penelitian di antaranya proses inovasi sosial untuk tahap pertama dilaksanakan focus group discussion (FGD) untuk mengidentifikasi masalah sosial dan masalah internal serta identifikasi stakeholders, 13 poin inovasi sosial, kerangka konseptual model bisnis sosial, model pentahelix stakeholders Bank Sampah KBB, pola hubungan antar-stakholders, dan kerangka model bisnis sosial Bank Sampah KBB.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor .Dr. Drs. Iwan Sukoco, M.Si Anggota Tim Promotor . Dr. Drs. Bambang Hermanto, M.Si. Prof. Dr. Nur Azura Sanusi, serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Lina Aulina, S.E., M.M, Rivani , S.IP., M.M., DBA, Dr. Ratih Purbasasri, S,Sos.M.S.M. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul “MODEL BISNIS SOSIAL BERBASIS INOVASI SOSIAL PADA BANK SAMPAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM (Studi Kasus Pada Bank Sampah di Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020-2022)” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Mas Rasmini . Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.
Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id