Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Boedi Santoso Raih Doktor di Program Studi Administrasi Bisnis

Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, /08/2023] Bandung – Senin , 07 Agustus 2023 (13.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Boedi Santoso yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Surabaya pada tanggal 06 Maret 1971 dari pasangan Bapak H. Djoeni Adisoetjipto dan Ibu Hj. Katini, sebagai anak ke-8 dari 8 bersaudara. Pernikahannya dengan Hj. Triana Lukianti dikaruniai 2 (dua) orang anak yaitu Andriana Prima Cucuadiko Santoso dan Raditya Perwira Cucuadiko Santoso. Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1983 di SDN Kertajaya X Surabaya, SMP diselesaikan pada tahun 1986 di SMPN XII Surabaya, SMA diselesaikan pada tahun 1989 di SMAN II Surabaya, Jenjang pendidikan Sarjana Teknik Mesin lulus pada tahun 1994 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Program Magister Manajemen diselesaikan tahun 2016 di Prasetiya Mulya Business School (sekarang menjadi Universitas Prasetiya Mulya), dan pada semester genap tahun akademik 2019/2020 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Umum PT Food Station Tjipinang Jaya (BUMD Provinsi DKI Jakarta) sejak tahun 2021 hingga saat ini, setelah sebelumnya bekerja di PT Philips Indonesia (1995 – 2013) dengan jabatan terakhir sebagai Senior Manager Country Human Resources Management, sebagai Direktur HR / Direktur Keuangan / Plt Direktur Utama PT Aerofood Indonesia, Subsidiary of BUMN Garuda Indonesia Group (2014 – 2018), dan sebagai Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera, Subsidiary of BUMN Garuda Indonesia Group (2019 – 2020). Saat ini, Promovendus juga aktif di kegiatan komunitas maupun dosen part-time antara lain; Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), dosen Entrepreneurship di Universitas Bunda Mulia (UBM), dosen Kewirausahaan di Universitas Kristen Indonesia (UKI) serta aktif memberikan seminar dan sharing session terkait dengan Human Resources Management & Leadership di berbagai Institusi dan Perguruan Tinggi.

Disertasi yang diujikan menurut Boedi Santoso, Krisis umumnya didefinisikan sebagai “extreme, unexpected, or unpredictable event that requires an urgent response from organizations” (Doern et al., 2019:401). Durst & Henschel, (2021) menegaskan bahwa walaupun krisis beranekaragam, namun ada tiga elemen krisis yaitu surprise, threat, dan a short response time. Dalam satu dekade terakhir, setidaknya ada tiga kategori krisis yang dihadapi pelaku bisnis di Indonesia dan dunia, yaitu krisis ekonomi dan moneter, krisis teknologi, dan krisis kesehatan masyarakat karena covid-19.

Krisis telah mengubah cara perusahaan dan industri dalam melakukan aktivitas bisnisnya. Demikian juga dengan covid-19. Lebih jauh lagi, covid-19 memenuhi indikasi krisis keempat dari Boin & Lodge, (2016), yaitu melewati batasan geografis dan kebijakan. Dalam konteks bisnis, Ivanov & Dolgui, (2020) menyatakan bahwa covid-19 sudah mendobrak batasan-batasan industri serta berpengaruh luas secara simultan pada industri di berbagai sektor pada skala global. Setiap perusahaan dan industri berhadapan dengan ketidakpastian akan durasi perubahan tersebut. Krisis karena covid-19 juga menyebabkan terciptanya Low Touch Economy (Vieira de Jesus et al., 2020) dan menyebabkan gangguan simultan pada penawaran dan permintaan, memicu efek riak dan penurunan kinerja dalam hal pendapatan, tingkat layanan, dan produktivitas (Ivanov & Dolgui, 2020).

Low Touch Economy mengacu pada keadaan ekonomi baru, sebagai hasil dari pengendalian terhadap pandemi covid-19 dan tindakan mitigasi kesehatan yang menyebabkan perubahan perilaku dan gangguan ekonomi (Vieira de Jesus et al., 2020). Perusahaan dalam konteks low touch economy dipaksa menyesuaikan model bisnisnya, menciptakan inovasi, dan secara fleksibel menavigasi gangguan susulan dari pandemi. Low touch economy ditopang oleh krisis ke delapan, yaitu disrupsi teknologi. Pandemi covid-19 telah mengakselerasi inovasi teknologi digital jauh lebih cepat karena masyarakat sangat bergantung pada teknologi untuk menjalankan aktivitasnya. Gelombang disrupsi kedua adalah kelanjutan fenomena disrupsi yang sebelumnya terjadi lewat e-commerce dan transportasi online (Kusubandio, 2021).

Dibalik krisis ada peluang. Demikian persepsi yang umumnya dianut oleh para entrepreneur, baik entrepreneur individu maupun entrepreneur organisasi pada konteks berbagai sektor. Perubahan industri yang disebabkan oleh krisis pada kenyataannya terus bergulir dan ini bukan hanya masalah/hambatan namun juga peluang entrepreneurial bagi yang menganut atau mengadopsi entrepreneurism. Bahkan tidak jarang, krisis memaksa individu atau organisasi mengadopsi entrepreneurism. Pada akhirnya, individu atau organisasi tersebut menerapkan entrepreneuring dan entrepreneurship dan membuat individu atau organisasi menjadi entrepreneur. Krisis dalam konteks entrepreneurship dipandang bertindak sebagai agen perubahan yang lebih permanen sehingga menciptakan lingkungan bisnis baru yang merangsang munculnya peluang entrepreneurial baru (M. Belousova et al., 2021). Secara akademik, Belousova et al., (2021) menjelaskan bahwa waktu krisis itu penting dalam entrepreneurship. Misalnya, krisis covid-19 memicu munculnya peluang entrepreneurial sehingga melahirkan gelombang disruptif Schumpeterian dalam Industri 4.0 dan mempercepat adopsi entrepreneurism dalam tata kelola perusahaan. Pandemi berfungsi sebagai fungsi pemaksa untuk mendorong melahirkan ide-ide baru, penemuan baru, dan inovasi baru. Menurut Sharma et al., (2020) hamper setiap krisis muncul tren akibat disrupsi antara lain: ketidakpastian permintaan, peningkatan peran teknologi dalam mencapai agilitas, dan peningkatan fokus pada inovasi kolaboratif, sosial, dan lingkungan.

Mempertimbangkan fenomena yang disampaikan diatas, promovendus memandang bahwa kesuksesan kinerja inovasi PT. Food Station Tjipinang Jaya tidak terlepas dari kemampuan PT. Food Station Tjipinang Jaya berperan sebagai perusahaan entrepreneurial. Jika dilihat dari sudut pandang bidang studi entrepreneurship korporat, terindikasi bahwa perilaku perusahaan sebagaimana dijelaskan diatas merupakan praktik dari fungsi entrepreneurship strategis di dalam perusahaan. Ada dua variabel penentu kesuksesan praktik entrepreneurship strategis yang menjadi anteseden keberhasilan kinerja inovasi di PT. Food Station Tjipinang Jaya, yaitu orkestrasi sumber daya dan kolaborasi inovatif.

Praktiknya di PT. Food Station Tjipinang Jaya, diketahui bahwa variabel-variabel tersebut berperan strategis bagi terwujudnya kinerja inovasi yang menjadi tumpuan bagi keberlangsungan perusahaan di masa pasca pandemi covid-19. Berdasarkan penjelasan di atas, maka promovendus menetapkan judul disertasi ini adalah Pengaruh Entrepreneurial mindset dalam Lingkungan Disruptif, Budaya Entrepreneurial dan Kepemimpinan Entrepreneurial terhadap Kinerja Inovasi Melalui Orkestrasi Sumber Daya dan Inovasi Kolaboratif (Studi pada PT. Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta).

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Prof . Dr. Drs. H Sam’un Jaja Raharja., M.Si, Anggota Tim Promotor  Dr. Margo Purnomo, M.S, .serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si. Dr. Herwan A Muhyi, S.IP., M.Si, Rivani,  S.IP., M.M, DBA. Representasi Guru Besar Prof.  Dr.Drs. H. Budiman Rusli, M.S Disertasi yang disusun berjudul “Pengaruh Entrepreneurial-Mindset Dalam Lingkungan Disruptif, Budaya Entrepreneurial Dan Kepemimpinan Entrepreneurial Terhadap Kinerja Inovasi Melalui Orkestrasi Sumber Daya Dan Inovasi Kolaboratif (Studi Pada Pt. Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta) ” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Boedi Santoso. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.

 

Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id,