Laporan Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad
(pps.fisip.unpad.ac.id, 12/06/2023) Bandung – Senin, 12 Juni 2023 (13.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Widodo yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Ilmu Pemerintahan ,resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Disertasi yang diujikan menurutv Widodo Sungai Citarum merupakan sungai terbesar di Jawa Barat, berperan menjadi sumber kehidupan bagi 35 juta jiwa, yang terbentang sepanjang 297 Km dari hulu di Situ Cisanti dan bermuara di Pantai Utara Pulau Jawa, yaitu di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, DAS Citarum melintasi 12 Kabupaten dan 1 Kota Madya. Vitalnya keberadaan Sungai Citarum karena menjadi sumber air baku bagi 80% air minum masyarakat Jakarta, di samping menjadi sumber air irigasi bagi 420.000 Ha lahan pertanian, serta sumber tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menghasilkan 1.888 Mw listrik bagi Pulau Jawa dan Bali. Ironisnya kondisi aktual DAS Citarum mengalami pencemaran dan kerusakan lingkungan luar biasa, karena sampah yang dibuang sebesar 3512,2 ton/hari bersumber dari 8 kabupaten/ kota.
Gentingnya kondisi DAS Citarum membuat pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Ekosistem Daerah Aliran Sungai Citarum. Melalui Program Citarum Harum melibatkan seluruh elemen pemerintah seperti: Kementerian, Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, Kejaksaan, Pihak Swasata dan Masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Pasalnya jauh sebelum realisasi Program Citarum Harum, terdapat beberapa program yang dianggap gagal, seperti program Citarum Bergetar pada periode 2000-2003. Kemudian tahun 2013 direalisasikan program “Citarum Bestari”, targetnya tahun 2018 air Sungai Citarum bisa diminum langsung.
Merujuk pada lokus penelitian, DAS Citarum yang terbentang di wilayah Kabupaten Karawang sepanjang 117 km mengalami kerusakan dan tercemar limbah, terutama wilayah DAS yang berada di daerah perkotaan. Pemerintah mencatat 86 perusahaan yang membuang langsung ke daerah aliran sungai Citarum serta 54 pabrik yang membuang limbah ke anak Sungai Citarum. Kondisi tersebut diperburuk dengan sampah rumah tangga & sampah sejenis yang dibuang ke Sungai Citarum mencapai 918 ton/hari. Sedangkan rasio sampah yang tertangani baru mencapai 400 ton/hari total sampah yang terangkut ke TPA.
Berdasarkan kompleksitas permasalahan pada DAS Citarum menunjukkan perlunya kerja sama seluruh pihak terkait. Pasalnya DAS merupakan salah satu sumber aktivitas baik yang bersifat alamiah, ekonomi, dan sosial yang mana keseluruhan komponen tersebut saling berhubungan dan berpengaruh satu sama lain. Hakikatnya prinsip pengelolaan DAS terpadu harus diperhatikan tiga karakteristik keterpaduan: (1) pendekatan ekosistemik; (2) pendekatan pengaturan kelembagaan lintas sektoral dan lintas wilayah; dan (3) pencapaian tujuan ganda. Kompleksitasnya permasalahan DAS Citarum membutuhkan collaborative governance antara pemerintah daerah dengan seluruh stakeholders.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum, Ketua Promotor Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum, sebagai .Anggota Tim Promotor Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Dr. Novie Indrawati Sagita, S.IP., M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Utang Suwaryo, M.A. Prof. Dr. Drs. H. Samugyo Ibnu Redjo, M.A. Dr. Dra. Dede Sri Kartini, M.Si.. Representasi Guru Besar Prof. Drs. Muhamad Fadhil Nurdin, M.A., Ph.D. .Disertasi yang disusun berjudul ““Collaborative Governance Dalam Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum Di Kabupaten Karawang Tahun 2019-2021””. yang dinyatakan lulus dengan predikat “Pujian”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Widodo yang Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.
Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id