Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Dian Fordian Raih Doktor di Program Studi Administrasi Bisnis

Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 13/02/2024] Bandung – Selas, 13 Pebruari 2024 (11.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Dian Fordian yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Tasikmalaya pada tanggal 14 Januari 1976 dari pasangan Bapak Hidayat Kandaatmadja dan Ibu Damiarsih, sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Pernikahannya dengan Anne Angelia Ramadiawati dikaruniai 1 (satu) orang anak yaitu Giefra Sandhya Akhasa. Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 1988 di SDN Citapen 1 Tasikmalaya, SMP diselesaikan pada tahun 1991 di SMPN 1 Tasikmalaya, SMA diselesaikan pada tahun 1994 di SMAN 5 Bandung, jenjang pendidikan Sarjana Ekonomi lulus pada tahun 2000 di Universitas Katolik Parahyangan, Program Magister Ilmu Ekonomi diselesaikan tahun 2009 di Universitas Padjadjaran, dan pada semester ganjil tahun akademik 2017/2018 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus menjabat sebagai Dosen Tetap di Prodi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Universitas Padjadjaran.

Disertasi yang diujikan menurut Dian Fordian, Indeks harga saham sering kali digunakan sebagai indikator saham yang digunakan para investor untuk menjual dan membeli saham. Perubahan pada indeks harga saham dapat terjadi karena perubahan harga saham pada bursa atau karena perubahan total nilai dasar saham. Berinvestasi pada pasar saham sering dihadapkan dengan risiko yang tinggi karena harga saham bersifat fluktuatif dan stokastik. Harga-harga saham bergerak dalam hitungan detik dan menit, maka nilai indeks juga bergerak naik turun dalam hitungan waktu yang cepat pula, pergerakan ini dikenal dengan volatilitas harga saham (Sari et al., 2017). Adanya volatilitas akan menyebabkan risiko dan ketidakpastian yang dihadapi investor semakin besar, sehingga minat investor untuk berinvestasi menjadi tidak stabil. Investor harus bisa memperkirakan pergerakan dari harga saham, sehingga investor dapat mengetahui waktu yang tepat untuk menjual dan membeli saham. Pelaku pasar dapat mengontrol dan mengurangi risiko pasar dari aset-aset yang diperdagangkan, seperti saham, dengan cara mengestimasi volatilitas melalui proses pemodelan. Pemodelan volatilitas dapat dilakukan dengan generasi awal model Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (GARCH), seperti model Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (ARCH) dari Engle (1982) dan model GARCH dari Andersen & Bollerslev (2006), yang dapat mengungkapkan adanya volatility clustering, yaitu guncangan yang besar diikuti oleh guncangan yang besar pula. Tetapi, generasi awal model GARCH tidak dapat mengungkapkan efek asimetris yang merujuk pada fakta bahwa bad news lebih meningkatkan volatilitas dibandingkan good news.

Salah satu penjelasan terkait fakta tersebut, yakni pertama kalinya ditekankan oleh Black (1976) dalam Epaphra (2017), yang menyatakan bahwa jatuhnya nilai saham (return negatif) meningkatkan financial leverage, yang mana hal ini membuat saham lebih berisiko dan pada gilirannya meningkatkan volatilitas. Sering kali volatilitas asimetris disebut juga dengan leverage effect. Leverage effect yang berarti bahwa guncangan negatif memiliki efek lebih nyata daripada guncangan positif di pasar ekuitas (Živkov et al., 2016).

Volatilitas pada pasar keuangan khususnya pada pasar saham, merupakan salah satu fenomena yang sangat menarik karena dampaknya terhadap eksistensi pasar keuangan global. Keberadaan volatilitas berhubungan dengan resiko dari sebuah saham. Era globalisasi sekarang ini, keuangan internasional menjadi semakin terintegrasi dan terbuka, yang pada gilirannya akan menyebabkan mobilitas modal dari salah satu negara di dalamnya terhadap negara lain juga semakin besar. Pasar keuangan dunia yang tanpa batas memungkinkan adanya peningkatan resiko melalui guncangan yang terjadi pada pasar tertentu menjadi semakin sulit diisolir dari pasar-pasar lainnya. Dampak dari terjadinya guncangan di sebuah negara dapat menular (spill over) ke pasar negara lainnya melalui mekanisme transmisi, sehingga untuk pasar-pasar terkait akan mengalami ketidakstabilan keuangan. Akibatnya, analisis mengenai keberadaan volatilitas dalam suatu pasar saja sering kali tidak cukup bagi pelaku pasar. Sehingga, perlu dilakukan kajian lanjutan terkait transmisi volatilitas antar pasar.

Setiap pasar memiliki ciri-ciri yang unik, sehingga diperlukan spesifikasi khusus dalam proses estimasi model supaya mendapatkan model terbaik yang sesuai dengan karakteristik pasar tertentu. Dengan kata lain, karena perbedaan antar pasar, diperlukan penyesuaian atau spesifikasi yang tepat supaya model yang dihasilkan dapat memberikan estimasi volatilitas yang akurat untuk pasar tersebut. Pemilihan model terbaik ini dilakukan supaya nilai dugaan volatilitas return saham dapat diperoleh secara tepat dan akurat. Semakin tepat model yang digunakan dalam menggambarkan volatilitas return saham, akan semakin membuat perusahaan dan investor tepat dalam mengambil keputusan karena peramalan risiko dari sebuah investasi akan mendekati nilai aktualnya. Pada gilirannya, informasi tersebut akan dimanfaatkan oleh seorang investor dalam mengambil langkah antisipasi yang tepat dalam berinvestasi, seperti apakah seorang investor harus mempertahankan atau melepas investasinya pada suatu keadaan tertentu.

Karakteristik volatilitas return pada suatu pasar saham merupakan salah satu informasi penting bagi pelaku pasar, karena menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan atau kegagalan seorang investor. Pemodelan dan forecasting volatilitas return saham bagi perusahaan maupun bagi investor sangat penting bagi investor, maka dalam penelitian ini menggunakan GARCH, baik pada model simetris GARCH maupun beberapa model asimetris GARCH, untuk menguji kemampuan prediksi dari berbagai model GARCH dalam menggambarkan volatilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis efek simetris dan asimetris pada volatilitas return saham sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), perbedaan volatilitas return saham Indonesia (BEI) dengan pasar saham negara lain., kecepatan respon (speed of response) volatilitas return pasar saham Indonesia terhadap goncangan volatilitas return pasar saham negara lain, dekomposisi keragaman (variance decomposition) volatilitas return pasar saham Indonesia terhadap return pasar saham negara lain, dan pengaruh indikator ekonomi makro yang mencerminkan keadaan perekonomian Indonesia dan Covid-19 terhadap volatilitas return saham Indonesia (BEI).

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Prof. Dr. M. Benny Alexandri, SE., M.M, Anggota Tim Promotor  Prof. Dr. Suryanto, SE., M.Si, Suhal Kusairi, Ph.D. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Dr. Drs. H. Bambang Hermanto, M.Si. Dr. Sulaeman Rahman Nidar, S.E.,MBA Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S Disertasi yang disusun berjudul “PEMODELAN VOLATILITAS RETURN SAHAM : STUDI PADA BURSA EFEK INDONESIA” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Dian Fordian. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.

Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id,