
Laporan Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 27/02/2023] Bandung – Senin , 27 Februari 2022 (10.00), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Supriyanto yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Konsentrasi Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovendus lahir di Telukbetung tanggal 19 September 1989, anak bungsu dari Bapak Tukirman (Alm.) dan Ibu Jaharah (Almah). Promovendus mempunyai istri bernama Putri Irmala Sari,. S.A.B., M.Si. Jenjang Pendidikan Dasar (SD) diselesaikan tahun 2002 di Sekolah Dasar Negeri 1 Gulak-Galik. Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan tahun 2005 di SMP Negeri 16 Bandar Lampung. Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan tahun 2008 di SMA Negeri 1 Bandar Lampung. Jenjang Sarjana (S1) Administrasi Bisnis diselesaikan tahun 2013 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, sedangkan jenjang pendidikan S2 Magister Administrasi Bisnis diselesaikan tahun 2016 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung. Sejak Agustus tahun 2021, Promovendus mengikuti pendidikan pada Program Doktor Ilmu Administrasi Bisnis pada Universitas Padjadjaran, Bandung
Riwayat Pekerjaan Promovendus dimulai dari tahun 2017-2022 Dosen Tetap Non PNS Universitas Lampung dan tahun 2019 sampai saat ini sebagai Tutor Online Universitas Terbuka.
Disertasi yang diujikan menurut Supriyanto, Pertama : Kemajuan teknologi yang pesat dan penyebaran informasi yang luas telah memberikan keuntungan dan kerugian yang besar bagi berbagai aspek, khususnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tumbuh dan berkembangnya pasar modal di Indonesia, menjadi salah satu indikator meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Pasar modal merupakan suatu pasar keuangan untuk melakukan kegiatan investasi jangka panjang suatu perusahaan yang dapat diperjualbelikan. Investasi di Indonesia sudah sejak lama dilakukan, bahkan jumlah investor di pasar modal Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun sampai di Masa Pandemi Covid-19 saat ini. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pada tahun 2018 sebanyak 1.619.372, sedangkan pada tahun 2019 sebanyak 2.484.354 (meningkat 53,41%). Sedangkan pada tahun 2021 KSEI mencatat jumlah investor sebanyak 7.489.337, sedangkan pada tahun 2020 sebanyak 3.880.753 (meningkat 92,99%).
Kedua : Perusahaan Initial Public Offering (IPO) didirikan sebagai sumber pendanaan dari luar perusahaan untuk memperbaiki struktur permodalan sebagai konsekuensi pengembangan perusahaan, melalui penjualan saham ke masyarakat. Dengan melakukan penjualan saham ke masyarakat, perusahaan akan memperoleh dana yang dapat digunakan sebagai modal operasional perusahaan, sehingga perusahaan akan tetap terus berjalan dengan terus meningkatkan kualitasnya demi menarik minat investor untuk membeli saham perusahaan tersebut.
Ketiga : Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi, menurut (Trisnowati & Muditomo, 2021), dapat digolongkan sebagai black swan, karena memiliki dampak ekonomi yang cenderung merugikan. Hal ini mengacu pada penyataan (Taleb, 2004) yang menjelaskan bahwa black swan adalah fenomena yang terjadi secara acak yang memiliki karakteristik yang memberikan dampak besar, profitabilitas yang tidak dapat dihitung, memberikan dampak yang tidak dapat diprediksi serta terjadinya penurunan dan peningkatan permintaan saham berbanding lurus dengan tinggi rendahnya harga saham (Seto & Septianti, 2019).
Dimana harga saham Perusahaan dipengaruhi oleh Faktor Fundamental, Risiko Investasi dan Ekonomi Makro. Konsep Faktor Fundamental, Risiko Investasi dan Ekonomi Makro memiliki peran penting dalam meningkatkan keuntungan suatu Perusahaan. Berdasarkan Teori Sinyal (Signalling Theory) menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan keuangan pada pihak eksternal.
Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat asimetri informasi antara perusahaan dan pihak luar karena perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek yang akan datang daripada pihak luar atau investor (Nasar & Krisnando, 2019). Pengujian dilakukan dengan metode yang dilakukan oleh Huang (2001) yaitu overreaction hypothesis. Jika price limit terbukti efektif mengurangi volatilitas, maka hasilnya harus konsisten dengan overreaction hypothesis. Akan tetapi jika price limit tidak efektif mengurangi volatilitas, maka penelitian dilanjutkan untuk menguji masalah yang timbul akibat penerapan price limit di Indonesia. Pengujian ini menggunakan dengan metodologi yang dipakai oleh (Kim & Rhee, 1997).
Overreaction hyphotesis memprediksi bahwa harga saham yang telah menyentuh batas maksimal/minimal transaksi harian (intra-day limit), maka dalam periode overnight harga saham akan terus bergerak mengikuti harga batas dan akan kembali bergerak ke titik semula (price reversal) pada transaksi perdagangan hari berikutnya. Selain itu overreaction hypothesis memprediksi bahwa semakin besar nilai price continuation maka nilai price reversal juga semakin besar. Model Price Limit, yang diperkenalkan oleh (Kim & Rhee, 1997) terbukti dapat digunakan untuk studi Price Limit pada Perusahaan yang Melakukan IPO di masa pandemi Covid-19.
Kerangka acuan dalam melakukan analisis Pengaruh Faktor Fundamental, Risiko Investasi, Ekonomi Makro Terhadap Price Limit dan Harga Saham (Studi Perusahaan Initial Public Offering (IPO) di Masa Pandemi Covid-19 didasari oleh :
- Teori Sinyal (Signalling Theory) sebagai Grand Theory, (Spence, 1973),
- Teori Efficient Market Hypothesis (EMH), (Soruh et al, 2018), Teori Behavioral Finance (Alajbeg et al, 2012) sebagai Middle Theory, dan
- Teori Investasi, Teori Ekonomi Makro, Price Limits Theory, Teori Agensi; Lypsey, 1997; Abdul Rahman, 2020), (Kim & Rhee, 1997; Jensen dan Meckling, 1976 sebagai Applied Theory.
Penelitian ini mempunyai perbedaan yang spesifik dengan penelitian-penelitian terdahulu, baik dari objek penelitian, lokus penelitian, unit analisis maupun aspek metode penelitian. Temuan penelitian yang dilakukan Promovendus diharapkan dapat memperkaya kajian teoritis Ilmu Administrasi Bisnis dan dukungan empiris yg berkenaan dengan Pengaruh Faktor Fundamental, Risiko Investasi, Ekonomi Makro Terhadap Price Limit dan Harga Saham (Studi Perusahaan Initial Public Offering (IPO) di Masa Pandemi Covid-19.
Kajian empirik disertasi ini spesifik dikarenakan penelitian ini mencoba menjelaskan seberapa besar Pengaruh Faktor Fundamental, Risiko Investasi, Ekonomi Makro Terhadap Price Limit dan Harga Saham (Studi Perusahaan Initial Public Offering (IPO) di Masa Pandemi Covid-19 periode 1 April 2020 – 31 Desember 2021.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara teknik dokumentasi dan studi pustaka dilakukan tahun 2020 dan 2021. Populasinya adalah 85 Perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimasa pandemi covid-19 mulai periode 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2021. Sampel dipilih sebanyak 71 Perusahaan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimasa pandemi covid-19 mulai periode 1 April 2020 sampai dengan 31 Desember 2021. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Metode purposive sampling merupakan teknik pengumpulan sampel dengan pertimbangan tertentu. Metode ini dipilih untuk memproleh batasan-batasan dan kesesuaian tujuan dari penelitian ini. Untuk deskriptif statistik menggunakan tabel, grafik, dan rerata tertimbang, sedangkan untuk menguji ke tujuh (7) hipotesis menggunakan Partial Least Square (PLS-SEM).
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Dr. Muhammad Benny Aleandri, S.E., M.Si, Anggota Tim Promotor . Dr. Nenden Kostini, S.E., M.Si. Dr. R. Ratna Meisa Dai, S.Sos., M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof . Dr. Drs. H Sam’un Jaja Raharja, M.Si. Prof. Dr. Mochamad Anwar, Dr. Pratami Wulan Tresna, S.Sos., M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum., Disertasi yang disusun berjudul “PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL, RISIKO INVESTASI, EKONOMI MAKRO TERHADAP PRICE LIMIT DAN HARGA SAHAM.” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Pujian”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Supriyanto Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.
Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id