Skip to main content

Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Unpad dan Universiti Malaya Luncurkan Program Pengabdian Masyarakat “Desa Aman Migrasi” di Desa Babakan Mulya, Kabupaten Kuningan

Bandung, Juni 2026

Universitas Padjadjaran bersama Universiti Malaya, Malaysia, menjalin kemitraan dalam program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Desa Aman Migrasi”: Pembinaan Keluarga dan Calon Pekerja Migran di Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Program ini berlangsung November 2025 hingga Juni 2026 sebagai upaya bersama memperkuat perlindungan pekerja migran dan ketahanan keluarga di salah satu desa binaan Unpad dengan jumlah pekerja migran tertinggi di Jawa Barat.

Program ini dipimpin oleh Dyana Chusnulitta Jatnika, S.Kesos., MSc dari Departemen Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, sebagai Ketua Tim. Tim pelaksana lainnya dari Unpad melibatkan dua dosen dengan kepakaran terkait yaitu Prof. Dra. Binahayati Rusyidi, MSW, Ph.D. dan Dr. Hery Wibowo, S.Psi., MM.

Dari sisi mitra internasional, program ini melibatkan dua akademisi dari Universiti Malaya. Assoc. Prof. Dr. Mashitah Binti Hamidi sebagai Kepala Population and Migration Research Center University of Malaya dan Assoc. Prof. Dr. Fonny Dameaty Hutagalung, Kepala Family Research and Development Centre University of Malaya. Turut berpartisipasi juga dalam program pengabdian masyarakat tersebut mahasiswa program pascasarjana dan program sarjana dari Universitas Padjadjaran dan University of Malaya.

Indonesia merupakan salah satu negara pengirim tenaga kerja terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 9 juta pekerja migran pada tahun 2016 (World Bank, 2017), dan Provinsi Jawa Barat termasuk tiga besar penyumbang tertinggi tenaga migran nasional. Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2023) menunjukkan bahwa Kabupaten Kuningan menempati posisi teratas dengan 3.558 pekerja migran, sementara 60% migrasi Indonesia masih bersifat non-prosedural (Kemnaker, 2023). Kondisi ini menimbulkan risiko eksploitasi, perdagangan orang, dan lemahnya perlindungan sosial bagi keluarga migran. Desa Babakan Mulya, Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan, dipilih sebagai lokasi pilot project dalam program pengabdian masyarakat ini karena memiliki sejarah sebagai Desa Peduli Buruh Migran sejak 2009 dan telah merumuskan Peraturan Desa tentang perlindungan pekerja migran. Meski demikian, tantangan masih muncul, seperti praktik rekrutmen ilegal, kerentanan terhadap perdagangan orang, serta lemahnya mekanisme perlindungan sosial bagi keluarga migran.

Melalui pendekatan ekologis, program Desa Aman Migrasi ini dijalankan melalui intervensi pada tiga lapisan: struktural (penguatan kapasitas pemerintah desa dalam kebijakan migrasi), komunitas (pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi migrasi aman), serta individu dan keluarga (pembinaan calon pekerja migran). Kegiatan berlandaskan prinsip protection mainstreaming, localization, legal identity, partnership, dan evidence-based programming.

Kegiatan ini berlangsung selama enam bulan (November 2025-Juli 2026) dengan empat tahapan utama. Program diawali dengan pemetaan pemangku kepentingan, asesmen awal, dan pembentukan kemitraan antara Unpad, UM, dan Pemerintah Desa Babakan Mulya. Dilanjutkan dengan ragam kegiatan termasuk diantaranya Kelas Pembinaan Calon Pekerja Migran yang menitikberatkan pada dua materi pokok: literasi hukum seputar prosedur migrasi aman dan hak-hak pekerja serta ketahanan psikososial calon migran dan keluarganya.

Kegiatan kedua adalah Forum Dialog Partisipatif yang menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang mana menempatkan warga desa sebagai mitra penelitian, bukan sekadar objek. Forum ini mengundang pemerintah desa, kader perempuan, perwakilan keluarga migran, tokoh masyarakat, dan pendamping desa untuk bersama-sama memetakan alur migrasi, mengidentifikasi titik-titik rawan risiko, dan menyusun rekomendasi aksi konkret dalam enam bulan ke depan. Hasil forum menjadi bahan dasar penyusunan policy brief dan artikel ilmiah bersama.

Program Desa Aman Migrasi merupakan wujud nyata komitmen Universitas Padjadjaran dan Universiti Malaya dalam menterjemahkan riset ke dalam aksi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui kolaborasi untuk memadukan keahlian akademik dua negara dan kearifan lokal warga Desa Babakan Mulya, program ini diharapkan menghasilkan model perlindungan migran yang tidak hanya efektif di Kuningan, tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

Program ini diharapkan menghasilkan model tata kelola migrasi berbasis komunitas yang replikatif untuk mendukung pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan SDG 16 (Kelembagaan yang Kuat) melalui peningkatan perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa migran di Jawa Barat.