Laporan Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id,,Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Moehamad Hasan Setyabudi yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Hubungan Internasional resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovendus lahir di Bandung, 27 Juli 1987, putra dari Bapak Dadang Suharto, S.H., M.M. dan Ibu Yeni Siti Saodah, S.Sos. Promovendus mempunyai istri yang bernama Tamara Moriska, S.H. dan dikaruniai 1 (satu) orang anak yang bernama Shaa Nada Putri Setyabudi. Pendidikan SD diselesaikan di SD-MI Rayon Bandung, SMP diselesaikan di SMP Negeri 2 Bandung, SMA diselesaikan di SMA Negeri 5 Bandung. Jenjang pendidikan Sarjana (S-1) diselesaikan tahun 2011 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Program Studi Hubungan Internasional serta di Tahun yang sama lulus pada Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), dan jenjang pendidikan Magister (S-2) diselesaikan tahun 2015 di Fakultas Hukum Universitas Balikpapan Program Studi Magister Ilmu Hukum, dan pada Tahun 2019 telah meyelesaikan Pendidikan SESPIMMA POLRI. Sejak tahun 2017, Promovendus mengikuti pendidikan pada Program Doktor Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Bandung.
Disertasi yang diujikan menurut Moehamad Hasan Setyabudi Era globalisasi meningkatkan kejahatan transnasional seperti perdagangan manusia, narkotika, dan terorisme, mempengaruhi sosial, ekonomi, dan politik dunia, khususnya di Asia Tenggara. Kawasan ini, termasuk “Segitiga Emas” dan Tiongkok, menjadi titik panas produksi dan peredaran narkotika, dengan Indonesia sebagai negara tujuan utama. Meski Indonesia dan Malaysia telah berupaya memerangi peredaran narkoba melalui kerja sama dan MoU antara POLRI dan PDRM, tantangan masih berlanjut, menunjukkan kebutuhan akan strategi pemberantasan yang lebih efektif.
Urgensi penelitian ini timbul dari perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dalam menanggulangi peredaran narkoba transnasional. Meskipun telah ada kerja sama yang terjalin, seperti Memorandum of Understanding (MoU) antara POLRI dan Polis Diraja Malaysia (PDRM), serta pertemuan bilateral rutin, praktik penyelundupan narkoba masih terus berlangsung. Hal ini menunjukkan adanya celah dan tantangan yang masih perlu diatasi untuk mencapai upaya pemberantasan yang lebih efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi dalam kerja sama tersebut, termasuk faktor-faktor yang menghambat efektivitasnya, seperti koordinasi yang kurang efisien, kurangnya kepercayaan antara penegak hukum kedua negara, dan kemudahan penyelundupan narkoba melalui perbatasan. Lebih lanjut, penelitian ini juga akan mengeksplorasi “political will” atau kemauan politik dari kedua negara, khususnya Malaysia, dalam memprioritaskan pemberantasan narkoba di perbatasan Sabah-Kalimantan Utara, serta strategi dan model kerja sama terbaik yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi masalah tersebut secara lebih efektif.
Dengan fokus pada kerja sama pemberantasan narkoba di perbatasan Kalimantan Utara dan Sabah, penelitian ini diharapkan dapat memberikan insight baru yang dapat mendukung upaya kedua negara dalam memerangi peredaran narkoba transnasional. Hal ini tidak hanya penting untuk keamanan dan kesejahteraan masyarakat di kedua sisi perbatasan, tetapi juga dalam konteks keamanan regional dan global.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si , Ketua Promotor . Dr. Arry Bainus, M.A. Anggota Tim Promotor Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata. Dr. Darmansjah Djumala, M.A serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. R. Dudy Heryadi, M.Si. Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si. Dr. Arfin Sudirman, S.IP., MIR, Representasi Guru Besar Prof. Dr. Nandang Alamsah Deliarnoor, SH., M.Hum. Disertasi yang disusun berjudul “KERJA SAMA INDONESIA – MALAYSIA DALAM MENGATASI PEREDARAN NARKOBA DI PERBATASAN KALIMANTAN UTARA – SABAH TAHUN 2018-2022” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Moehamad Hasan Setyabudi Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.
Sumber : pps.fisip.unpad.ac.id
