Simposium Kebudayaan Indonesia Malaysia ke 15

unpad.ac.id, 29/11/2017] Universitas Padjadjaran meningkatkan aktivitas kerja sama institusi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Selain penyelenggaraan kegiatan dua tahunan Simposium Kebudayaan Indonesia Malaysia (SKIM) yang sudah digelar sejak 1985, kerja sama juga dilakukan dalam rangka penguatan aspek riset dan tridarma.

Wakil Rektor bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., mewakilkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Timbalan Naib Canselor Universiti Kebangsaan Malaysia Prof. Dr. Prof. Dr. Mohd Ekhwan Toriman, di sela gelaran imposium Kebudayaan Indonesia Malaysia (SKIM) XV di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (29/11). (Foto: Tedi Yusup)*

Peningkatan aktivitas kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unpad dan UKM yang dilakukan di sela gelaran SKIM XV di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (29/11). Penandatanganan disematkan Wakil Rektor bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Unpad Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., dan Timbalan Naib Canselor UKM Prof. Dr. Mohd Ekhwan Toriman.

Penyelenggara kegiatan SKIM XV Dr. Santoso Tri Rahardjo, M.Si., mengatakan, ada empat aspek kerja sama utama yang akan dilakukan Unpad dengan UKM. Empat aspek tersebut meliputi pembelajaran, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan kemahasiswaan.

“Pertukaran (kerja sama) ini penting untuk meningkatkan reputasi perguruan tinggi, dan ini penting untuk negara-negara di Asia,” ujar Dr. Santoso di sela pelaksanaan hari pertama SKIM XV, Rabu (29/11).

Dr. Santoso merinci, langkah awal kerja sama ini akan melakukan pertukaran dosen. UKM sendiri telah menawarkan Unpad sebagai koordinator pembelajaran UKM. Nantinya, sivitas akademika yang ingin melanjutkan studi di UKM tidak perlu pergi ke Malaysia. Mahasiswa dapat melanjutkan studinya di kampus Unpad.

“Calon mahasiswa tidak usah jauh-jauh ke UKM. Kuliahnya di Unpad, nanti dosen-dosen UKM yang akan ke sini (Unpad), dan UKM akan sewa ruangan di Unpad. Ijazahnya dikeluarkan oleh UKM,” jelasnya.

Lebih lanjut Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama FISIP Unpad ini menjelaskan, Unpad juga dapat membuka program pendidikan di kampus UKM. Pembukaan ini dilakukan dengan sistem yang sama seperti yang ditawarkan UKM.

Di sisi lain, kerja sama pertukaran mahasiswa juga akan dibidik oleh UKM. Saat ini, Unpad dan UKM tengah menyiapkan mekanisme dan penyesuaian kurikulumnya.

Selama ini, kerja sama yang telah dijalin antara Unpad dan UKM adalah program kunjungan profesor, riset bersama, dan penulisan artikel untuk publikasi bersama. Tidak hanya di FISIP, kerja sama dengan UKM juga sudah lama dibangun oleh fakultas lainnya, salah satunya antara FMIPA Unpad dengan Fakulti Sains dan Teknologi UKM.

“Ini sudah dibangun sejak lama. Kita tidak ingin merasa pintar sendiri,” ujar Dr. Santoso.

Penyelenggaraan SKIM sendiri merupakan implementasi kerja sama yang konsisten antara Unpad dan UKM selama 30 tahun lebih. Dr. Santoso menilai, SKIM memberikan banyak manfaat terutama bagi kalangan akademisi.

“Dari sisi publikasi, ikut meningkat,” pungkasnya.*

dari ambil dari laman resmi Universitas Padjadjaran unpad.ac.id

Laporan oleh Arief Maulana