Livita Sumali dan Yoga Mahardika – Meraih Penghargaan sebagai The Honorable Mention dalam Komite United Nations Security Council/Dewan Keamanan PBB di ajang President Model United Nations 2015

BANDUNG | DNA – Dua mahasiswa prodi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, Livita Sumali dan Yoga Mahardika meraih penghargaan sebagai The Honorable Mention dalam komite United Nations Security Council/Dewan Keamanan PBB di ajang President Model United Nations 2015, 16 – 19 September lalu di Jakarta.

Dalam rilis yang diterima Humas Unpad disebutkan, Model United Nations (MUN) merupakan kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Kompetisi ini mengadopsi langsung tata cara dan atmosfir sidang PBB yang sesungguhnya. Dalam ajang ini, Livita dan Yoga merepresentasikan negara Rusia, sebuah negara salah satu anggota permanen Dewan Keamanan PBB. Adapun topik yang dibahas pada sidang kali ini menyangkut intervensi kemanusiaan di negara Suriah. Negara di kawasan Timur Tengah ini tengah diguncang konflik berkepanjangan.

“Oleh karena itu, simulasi Dewan Keamanan PBB ini bertujuan membuat suatu resolusi yang mungkin dapat diwujudkan untuk menghentikan perang dan mengurangi pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Suriah,” ujar Livita.

Sebagai perwakilan negara Rusia, keduanya berhasil memengaruhi delegasi anggota Dewan Keamaan untuk menjadikan intervensi kemanusiaan sebagai pilihan terakhir dalam penyelesaian konflik. Keduanya menekankan penggunaan jalur damai seperti diplomasi dan constructive engagement adalah jalan terbaik penyelesaian konflik. Metode ini meminimalisir jatuhnya korban yang lebih banyak.

Di akhir konferensi, Livita dan Yoga turut menyumbangkan ide penyelesaian konflik di Suriah, salah satunya dengan mendirikan buffer zone untuk meredakan atensi di negara tersebut. Resolusi tersebut akhirnya disetujui oleh semua delegasi yang hadir tanpa adanya penggunaan hak veto oleh anggota.

“Saya senang bisa berpartisipasi dalam simulasi sidang PBB. Sebagai mahasiswa HI, saya ingin berkontribusi dalam perdamaian dunia. Yang terpenting adalah kontribusi dalam permasalahan dunia. Penghargaan sebagai honorable mention hanyalah sebuah pelengkap,” tulis Livita.(dna/unpad)