Kegiatan  Pendakian Gunung Manglayang Oleh Disabilitas Pantera FISIP Unpad

PANTERA (Pioneer of Adventure and Rescue Association) adalah sebuah organisasi pecinta alam dari FISIP UNPAD yang bergerak dalam bidang petualangan alam bebas dan rescue. Berdiri sejak tahun 2004, PANTERA telah memiliki keluarga sebanyak VII angkatan dan 3 dulur anggota kehormatan, yaitu…

  1. Srigala Tua (pendiri)
  2. Jalak Pangparang
  3. Rawa Sawargi
  4. Lebah Giri
  5. Satria Mandala Giri
  6. Jalu Bara
  7. Sapta Arum Saroja

 

PANTERA berfokus pada 4 bidang atau divisi, yaitu Gunung Hutan, Tebing, Arus Deras, dan Rescue.

Meski masih tergolong muda, PANTERA telah mendaki seluruh puncak di pulau Jawa, Lombok, dan puncak tertinggi di Sumatera. Pada kegiatan Rescue itu sendiri, PANTERA telah turut memberikan kontribusi untuk menjadi volunteer di Posko Jabar ketika terjadi bencana tsunami Aceh, kemudian gempa Yogyakarta, gempa Pangandaran dan Ciamis, gempa Sumatera, dan gempa di Garut dan Pangalengan. Tidak hanya berfokus pada bantuan bencana alam saja, PANTERA juga memberikan kontribusi terhadap pemeliharaan alam dan sosial.

Kegiatan  Pendakian Gunung Manglayang Oleh Disabilitas

Setiap tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional. Maka dari itu kami, PSBN Wyata Guna dan PANTERA FISIP Unpad berkolaborasi dalam kegiatan Ekspedisi Netra : Pendakian Bersama Disabilitas Netra di Gunung Manglayang. Kegiatan ini merupakan pendakian pertama di dunia yang akan di ikuti oleh 20-30 penyandang disabilitas netra. Peserta pendakian telah mengikuti materi kelas tentang kegiatan outdoor dan menjalani latihan fisik yang dimulai pada bulan maret hingga bulan november 2017. Tidak hanya diberikan pengetahuan dan dilatih naik gunung, calon peserta pun dilatih untuk memanjat dinding.

Ekspedisi netra ini diselenggarakan tidak hanya sebagai bentuk perayaan hari disabilitas internasional, namun tujuannya lebih mulia yaitu menunjukan bahwa saudara-saudara kita yang mengalami disabilitas netra mampu melakukan kegiatan yang sama seperti orang dengan pengelihatan normal. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini, dapat menumbuhkan kepekaan dan kepedulian kita kepada orang-orang yang mengalami disabilitas khususnya kepada penyandang disabilitas netra serta mengurangi stigma negatif masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

Untuk mensukseskan acara ini, maka dibutuhkan perlengkapan dan peralatan yang menunjang kegiatan ini baik perlengkapan pribadi maupun perlengkapan kelompok agar tetap safety dalam melakukan kegiatan.