Tim mahasiswa Unpad pembuat cokelat Choped! yang memperkenalkan budaya Jawa Barat.

Pembuat cokelat Choped!

Cokelat dikenal sebagai camilan sehat dan membuat mood lebih nyaman. Siapa sangka, kita bisa belajar tentang budaya dari sepotong cokelat.

Coba saja kunyah sebatang cokelat Choped!. Dijamin kamu akan mendapat tambahan wawasan tentang budaya Jawa Barat.

Hal ini mungkin terjadi karena Choped! adalah inovasi kuliner buatan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yaitu Farida Alia Dewi (Fakultas Peternakan/Fapet), Devi Rezki Utami (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/FISIP), Nidya Nasrun (FISIP), Yuliana Sari Fatimah (FISIP), dan Faried Latief (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).

Di bawah bimbingan dosen Fapet Unpad, Lizah Khairani, S.Pt., MT., M.Agr., mereka membuat program kreativitas mahasiswa (PKM) yang dituangkan dalam makalah berjudul ‘Choped! (Chocolate of Padjadjaran as Educative Media) sebagai Ikon Pengenalan Kebudayaan Jawa Barat dengan Kemasan Edukatif dan Inovatif’.

Enggak seperti kemasan cokelat pada umumnya, pembungkus Choped! dihiasi berbagai informasi tentang kebudayaan Jawa Barat. Yuliana menjelaskan, kemasan Choped! yang sudah mereka buat menampilkan pengetahuan seputar jaipong, egrang, kuda renggong, dan wayang golek.

“Kami memilih budaya yang rata-rata orang bingung asalnya dari mana,” ujar Yuliana, seperti dikutip dari laman Unpad, Jumat (18/9/2015).

Uniknya, enggak cuma di kemasan, lima sekawan ini juga mengenalkan budaya Jawa Barat melalui komposisi cokelat mereka. Selain rasa orisinal, mereka mengisi Choped! dengan nanas madu Subang dan Ubi Cilembu. Varian cokelatnya pun beragam, dari cokelat hitam, cokelat susu hingga cokelat putih.

“Kami masih mencari tahu sumber lokal apa lagi yang bisa dipadukan dengan cokelat,” imbuhnya.

Tidak hanya dipasarkan di sekitar kampus, Choped! juga rajin menghiasi stan beberapa pameran. Bahkan pada Oktober 2015, Farida dan tim akan mewakili Unpad dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Universitas Halu Oleo (Unalu) Kendari.

“Melalui produk ini, kami juga berkeinginan untuk membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat sebagai tim produksi,” tutur Farida.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2015/09/17/65/1216001/makan-cokelatnya-pelajari-budayanya