Diplomatic Outreach dan Seminar dengan judul “Kerja Sama Indonesia dengan Kawasan Timur Tengah: Peluang dan Tantangan”

Pada Rabu, 19 September 2018, Pusat Studi Timur Tengah Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengadakan acara diplomatic outreach dan seminar dengan judul “Kerja Sama Indonesia dengan Kawasan Timur Tengah: Peluang dan Tantangan”, yang mendatangkan tiga narasumber yakni Ibu Rossy Verona selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Bapak Sunarko selaku Direktur Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta Ibu Viani Puspita Sari selaku dosen dan peneliti di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran.

Acara yang dimoderatori oleh Anggia Utami Dewi, dosen dan peneliti di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran ini dihadiri oleh kurang lebih 200 orang peserta dari mahasiswa berbagai angkatan dan dosen Program Studi Hubungan Internasional. Acara dibuka oleh Kepala Kantor Internasional Universitas Padjadjaran, Bapak Dr. Rony Lesmana, dilanjutkan dengan paparan mengenai dinamika kerja sama dan kebijakan luar negeri Indonesia di kawasan Asia Pasifik dan Afrika pada umumnya, Timur Tengah pada khususnya, oleh ketiga narasumber.

Dalam paparannya, Bapak Sunarko menekankan pada hubungan baik karena adanya kedekatan historis dan politik antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Timur Tengah, yang membawa mutual benefit dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, dan sosial budaya. Selain itu, dengan fakta banyaknya warga negara Indonesia yang bekerja, bersekolah, dan menetap di negara-negara Timur Tengah, aspek perlindungan dan pelayanan bagi para WNI pun tetap menjadi fokus utama arah kebijakan luar negeri Indonesia di Timur Tengah, selain diplomasi di bidang perdamaian dan juga ekonomi. Indonesia kini tetap menjadikan isu perjuangan kemerdekaan Palestina sebagai isu sentral dalam kebijakan luar negeri Indonesia.  Terlepas dari adanya tantangan berupa instabilitas politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah, Indonesia tetap berusaha menjalankan prinsip politik bebas aktifnya, sembari berupaya menemukan peluang-peluang kerja sama yang menguntungkan.

(oleh: Anggia Utami Dewi)