Sukses Menjadi Mahasiswa, Afina Syifa Biladina, Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial UNPAD 2017

Afina Syifa Biladina, Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial UNPAD 2017

Setiap anak mempunyai harapan dan cita-cita. Salah satu harapan yang diinginkan oleh seorang anak yaitu menjadi seorang mahasiswa. Untuk menjadi seorang mahasiswa tentunya membutuhkan proses dan perjuangan yang tidak ringan. Dengan kesungguhan dan ketekuan disertai doa, harapan tersebut bisa terealisasi.

Ketika seseorang menjadi mahasiswa, tanggung jawab yang diemban cukuplah berat, baik terhadap dirinya sendiri, keluarga, kampus, dan negara. Selain tanggung jawab yang harus diperhatikan, juga ketekunan dan kedisiplinan. Tanggung jawab merupakan perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Sebagai mahasiswa, kita mempunyai kewajiban, salah satunya dimulai dari sendiri. Sebagai mahasiswa yang baik, sebelum bertanggung jawab untuk negara ini, terlebih dahulu betanggung jawab terhadap diri sendiri. Untuk mengembangkan dirinya sendiri dengan cara belajar yang benar, mengatur waktu dengan baik, dan menentukan tujuan kuliah.

Hal penting lainnya yaitu disiplin terhadap jadwal yang telah dibuatnya sendiri, tidak membuang-buang waktu tetapi waktu dimanfaatkan dengan baik dan berusaha untuk produktif setiap waktu.

Harus kita sadari bahwa kita sebagai mahasiswa yang mempunyai kesempatan untuk maju menjadi lebih baik. Kemajuan itu bukan hanya untuk diri sendiri saja, tetapi yang lebih luas untuk bangsa ini, dengan cara kita harus memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat. Seberapa besarkah kita mengasilkan sesuatu yang baik untuk masyarakat, kita mempunyai amanah sebagai agen perubahan masyarakat, penjaga moral, dan pengembang ilmu

Hal pertama yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa adalah niat. Tentukan niat dari sekarang, seperti “mau jadi apa saya ke depannya?” “untuk apa saya kuliah?”. Niat yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula.

Hal kedua yaitu usaha, tanpa hal ini semua yang kita niatkan hanyalah mimpi belaka. Berusahalah sesuai kemampuanmu bukan semaumu, jangan pernah berhenti berusaha. Ingat! ketika kita berusaha dengan sungguh-sungguh, hasilnya akan maksimal.

Hal yang ketiga adalah keyakinan. Tanpa keyakinan dalam menjalankan sesuatu maka semua akan terasa sulit dan tidak merasa nyaman. Jika kita yakin terhadap sesuatu yang kita lakukan maka kita akan percaya diri untuk menjalaninya. Tanamkan dalam hati kita “saya pasti bisa dan harus bisa!”. Positive thinking adalah sesuatu hal yang diperlukan karna positive thinking merupakan kunci keberhasilan. Jika kita berpikiran positif maka akan menghasilkan sesuatu yang positif.

Hal yang keempat adalah berdoa, jangan pernah melupakan berdoa, karena hal ini adalah fondasi utama untuk menuju kesuksesan. Doa adalah intisari dalam beribadah. Alah SWT akan senang ketika hambanya senantiasa berdoa, sebagai bukti bahwa keberhasilan akan terwujud jika melibatkan Allah di dalam keseharian kehidupan. Jika menginginkan hasil yang terbaik untuk kita, maka perbanyaklah doa, dalam arti memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Jika selalu mendekat kepada Allah SWT maka Allah pun akan lebih mendekat kepada kita, dengan kata lain “Jika kita mendekat kepada Allah SWT dengan cara berjalan maka Allah SWT akan mendekat kepada kita dengan berlari.”

Setelah berdoa, segala sesuatu yang kita usahakan hasilnya serahkan kepada Allah. Allah adalah sebaik-baiknya perencana dalam hidup kita. Jika ada sesuatu yang tidak memuaskan menurut pandangan kita bukan berarti itu adalah hal yang terburuk untuk kita. Apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik sebagaimana tercantum dalam QS. Al Baqarah Ayat 216.

Hal lain yang perlu ditanamkan dalam diri kita, bahwa sukses itu tidak diukur dari posisi yang sudah  diraih tapi juga dari hambatan dan kesulitan yang berhasil diatasi. Sebagai mahasiswa yang berkualitas, nikmatilah belajar, jangan menghabiskan waktu untuk berkeluh kesah, jangan biarkan waktu berlalu tanpa diisi oleh hal-hal yang positif, tetaplah berdisiplin dengan berkomitmen pada perencanaan jadwal yang telah dibuat sendiri.  Jangan pernah takut untuk berbicara dan berubah agar menjadi lebih baik.

Hidup mahasiswa!

sumber: https://nasional.sindonews.com/read/1236013/18/sukses-menjadi-mahasiswa-1504333509

Internasional Seminar Unpad-USM “Social Science Community Development”

Pada hari Selasa tanggal 29 Agustus 2017 diselenggarakan Seminar Internasional yang diadakan di Kampus FISIP Unpad Dago Jalan Bukit Dago Utara No. 25. Seminar ini merupakan bentuk kerjasama antara Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan Universiti Science Malaysia (USM) yang pelaksanaanya melibatkan baik dosen dan mahasiswa. Seminar ini diharapkan dapat memacu publikasi di jurnal ilmiah baik untuk dosen maupun mahasiswa.

 

(Oleh Yusar/Foto oleh ImamS)

 

Seminar Social Science Community Development Unpad-USM / Google Photos

PENGUMUMAN BEASISWA BCA

KEPADA MAHASISWA DENGAN INI KAMI SAMPAIKAN TAWARKAN BEASISWA BAKTI BCA 2017-2018 BAGI YANG BERMINTA HARAP SEGERA MEMENUHI PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT:

  1. Mendaftar online melalui unpad.ac.id
  2. Mahasiswa Program S1 (Strata Satu)
  3. Mahasiswa Semester V
  4. Merupakan Mahasiswa Berprestasi
  5. Belum Menikah
  6. Berusia Maksimal 21 Tahun
  7. Tidak Sedang Menerima Beasiswa dari perusahaan atau instansi lainnya
  8. Bersedia Mengikuti Proses Seleksi

Untuk Formulir Beasiswa Bakti BCA 2017-2018 bisa diambil di Urusan Kemahasiswaan FISIP Unpad dan berkas pengajuan paling lambat, 28 Agustus 2017 mohon diserahkan untuk di validasi berkas beasiswa tersebut ke urusan kemahasiswaan FISIP Unpad.

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru FISIP Unpad 2017

Pada Hari Selasa  22 Agustus 2017, Berkenaan dengan pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Padjadjaran tahun 2017/2018 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran melaksanakan Upacara Penerimaan Mahasiswa baru sebagai salah satu rangkaian acara penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran yang dilaksanakan di tingkat Fakultas.

Acara merupakan acara pengenalan dari pimpinan-pimpinan FISIP Unpad. Acara pengenalan di pimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.IP., S.Si., M.T.

Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama memberikan laporan mengenai proses penerimaan mahasiswa baru dari mulai seleksi sampai dengan tahap Upacara penerimaan Mahasiswa Baru FISIP Unpad. Dilakukan pula penyerahan nama-nama mahasiswa baru secara simbolik kepada pimpinan-pimpinan Program Studi di FISIP Unpad.

Acara Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru FISIP Unpad, mengundang Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si. untuk memberikan ceramah umum bagi mahasiswa baru FISIP Unpad, acara ini juga dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. med. Tri Hanggono Ahmad , dr.

Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri memaparkan sejumlah tantangan perkembangan dunia kerja di Indonesia. Menurutnya, dunia kerja Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan persaingan yang pesat. Sementara, kapasitas sumber daya manusia saat ini dinilai tidak banyak yang siap menghadapi kompetisi.

 

“Dunia berubah begitu cepat, persaingan terjadi dimana-mana. Bahkan untuk masuk ke dunia kerja saja dihadapkan pada iklim kompetisi yang ketat,” ujar Hanif saat memberikan ceramah pada acara Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. (sumber: Unpad.ac.id)

 

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri tanpa canggung mengajak mahasiswa-mahasiswa baru FISIP Unpad berfoto ria dengan Rektor Universitas Padjadjaran  Prof. Dr. med. Tri Hanggono Ahmad , dr. dan Dekan FISIP Unpad Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.IP., S.Si., M.T. , yang membuat acara tersebut berlangsung meriah.

 

Setelah selesai melaksanakan Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru, Mahasiswa diarahkan ke kelas-kelas Program Studinya masing-masing, untuk pengenalan dan pengarahan secara langsung dari Dosen-dosen program studi masing-masing yang dipimpin Kepala Departemen dan Ketua Program Studi masing-masing. Dan terakhir mahasiswa baru langsung dibimbing untuk pengisian KRS (Kartu Rencana Studi) yang diarahkan oleh dosen walinya masing-masing yang sudah ditentukan sebelumnya.

(oleh ImamS dan HeryW)

 

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru FISIP Unpad 2017 / Google Photos

FGD (Focus Group Discussion) Kepala Daerah Jawa Barat dengan Mahasiswa

Pada Hari Senin 21 Agustus 2017, Berkenaan dengan pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Padjadjaran tahun 2017/2018 Universitas Padjadjaran menginisiasi  FGD (Forum Group Discussion) antara Kepala daerah dengan mahasiswa daerahnya masing-masing yang diterima di Universitas Padjadjaran yang  yang ada di Jawa Barat, bertempat di  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran terdapat 5 FGD yang dihadiri oleh Pimpinan kepala daerah:

  1. Bupati Kabupaten Majalengka, H. Sutrisno, S.E., M.Si. yang diterima oleh Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.IP., S.Si., M.T., M.Si. (Han)
  2. Bupati Kabupaten Kuningan, Acep Purnama, S.H., M.H., yang diterima oleh Prof. Dr. Obsatar Sinaga, S.IP., M.Si.
  3. Bupati Kabupaten Bandung, H. Dadang Nasser, yang diterima oleh Dr. Drs. Arry Bainus, M.A.
  4. Bupati Kabupaten Sukabumi, Drs. Marwan Hamami, M.M. yang diterima oleh Dr. Ir. Vijaya Isnaniawardhani, M.T.
  5. Bupati Kabupaten Indramayu Hj. Anna Sophanah, yang diterima oleh Prof. Oekan Soekotjo Abdoellah, M.A.

Acara FGD merupakan sarana silaturahmi dan diskusi antara Bupati dengan putra daerahnya yang diterima sebagai mahasiswa di Universitas Padjadjaran , salah satu bahasannya adalah bagaimana putra daerah dapat membangun dan memberikan kontribusi bagi daerahnya sendiri setelah mereka lulus.

(Oleh ImamS dan HeryW)

FGD dengan Kepala Daerah Jawa Barat / Google Photos

OPEN HOUSE FISIP UNPAD

Pada Hari Jum’at 18 Agustus 2017, Berkenaan dengan pelaksanaan Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Padjadjaran tahun 2017/2018 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran melaksanakan OPEN HOUSE sebagai salah satu rangkaian acara penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran yang dilaksanakan di tingkat Fakultas.

Acara OPEN HOUSE ini merupakan acara penyambutan bagi Orang tua Mahasiswa Baru FISIP Unpad sebagai bentuk Silaturahmi dan Perkenalan bagi orang tua Mahasiswa Baru tentang Universitas Padjadjaran pada umumnya dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu sendiri pada khususnya.
Acara di isi dengan penampilan tari Saman dari mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Unpad, Pidato Rektor Universitas Padjadjaran melalui video, Penayangan Video Profil FISIP Unpad dan tentu saja pengenalan FISIP Unpad langsung oleh Dekan FISIP Unpad Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, yang secara langsung menyapa orang tua Mahasiswa baru dan menjelaskan secara singkat tentang FISIP Unpad, dari mulai Visi Misi, Tujuan, Fasilitas, Metode pembelajaran, Sistem Akademik, sampai dengan FIMO (FISIP Mobile Application), yaitu aplikasi khusus bagi orang tua Mahasiswa untuk memantau proses kegiatan akademik anaknya secara langsung selama berkuliah di FISIP Unpad.
Setelah secara resmi orang tua mahasiswa baru di sambut oleh dekan di Lapangan FISIP Unpad, Orang tua mahasiswa di arahkan khusus ke berbagai program studi masing-masing, untuk dapat langsung berdiskusi secara khusus dengan pimpinan Departemen dan Program Studi yang ada di FISIP Unpad.
(Oleh ImamS dan HeryW)

OPEN HOUSE FISIP UNPAD 2017 / Google Photos

Founder Keripik Singkong Sorodot Gaplok “Sidik Amin Mubarok”

Sidik Amin Mubarok adalah salah satu mahasiswa S1 Administrasi Bisnis yang teleh berhasil membuat brand usaha Keripik Singkong Sorodot Gaplok. Bisnis Sorodot Gaplok sendiri telah diulas di Media Cetak dan Elektronik Media Indonesia, berikut ulasannya:

Keripik singkong Sorodot Gaplok ini tetap eksis di antara ketatnya bisnis camilan ala kekinian. Lebih dari sekedar produksi, pengemasan, dan strategi pemasaran, Sam meluaskan pengembangan keripiknya sebagai peranti pengungkit kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya.
Mari simak kisah sang pendirinya, Sidik Amin Mubarok (Sam).

Karena bisnis makanan itu tidak akan pernah habis, karena kan itu kebutuhan pokok. Nah, pilih kripik karena pada 2013, saat saya mulai, sedang booming keripik.

Saya sedari kecil sudah harus berusaha menghidupi kehidupan sendiri sehingga ketika ada teman yang memberikan tantangan, memesan 44 bungkus keripik, langsung saja iyakan.

Padahal saat itu, produk keripiknya belum ada. Tantangannya, order pukul 08.00 pagi, harus beres pukul 02.00 dini hari.
Jujur saya bingung karena belum tahu mulai dari mana. Tapi, ya sudah yang penting mau nunjukin, bisa melakukan tantangan tersebut. Dari sanalah Sorodot Gaplok berawal.

Namanya unik juga ya, artinya apa?

Nama ini datang dari obrolan dengan teman saya, Dimas. Ia bilang, keripik buatan saya ini banyak yang suka, tapi sayangnya belum memiliki ciri khas, terutama dari nama dan variasi rasanya.

Lalu obrolan kami mulai masuk ke persoalan anak-anak zaman sekarang yang sangat gemar bermain gadget dan melupakan permainan tradisional. Akhirnya kami menyebut nama permainan tradi­sional Sunda satu per satu, mulai uucingan, bancakan, gorobak sodor, dan terakhir sorodot gaplok.
Saya berpikir nama sorodot gaplok enak didengar, sekaligus produk saya bisa jadi brand ambassador untuk melestarikan kebudayaan daerah. Setelah sekitar sebulan memenuhi tantangan teman saya, langsung deh ada pesanan 1.000 bungkus, alhamdulillah.

Bagaimana peluang bisnis makanan saat ini?

Khususnya kripik singkong, memang dari tahun ke tahun semakin tumbuh kompetitor yang mungkin lebih unik dan inovatif. Tapi, kalau kita tetap mempertahankan ide dan identitas, seperti bumbu dengan cita rasa rempah-rempahnya dan strategi promosi, ya bisa eksis. Saya buat jingle, tantangan tertentu, hingga program donasi.

Bisnis singkong akan terus bertahan, selagi jumlah remaja di Indonesia terus meningkat. Saya juga sudah ditawarkan masuk ke Persatuan Mahasiswa di Mesir. Hasil negosiasi, kalau di sini saya jual Rp15.000 per bungkus, di sana sekitar 40 real atau setara Rp45.000-Rp50.000 per bungkus.

Omset yang berhasil kamu bukukan?

Setelah 4 tahun, alhamdulillah sempat mencapai penjualan 4.000 bungkus per bulan. Itu artinya Rp60 juta per bulan.

Strategi yang kamu terapkan agar terus eksis?

Saya lebih menekankan pendekatan personal, karena bisnis ini benar-benar mengandalkan relasi, merekalah yang mempromosikan, juga menjadi reseller.

Kita juga harus bisa melihat tren dan masalah kekinian, contohnya, produk di media sosial, seperti Instagram, sudah tidak efektif lagi. Lalu harus berpikir, gimana caranya, orang melihat sesuatu, langsung teringat produk kita. Akhirnya, saya menggunakan strategi membuat jingle, berjudul Sorgap, kependekan dari Sorodot Gaplok.

Saya langsung merekrut orang-orang yang hobi menyanyi. Setidaknya di Unpad ada 20 ribu orang. Saya menggaet orang-orang yang suka menyanyi dan punya followers yang banyak. Ini mempermudah untuk bisa dikenal di kalangan mahasiswa.

Kamu pernah jatuh saat berbisnis, bagaimana cara bangkitnya?

Tentu pernah, pertama saat proses awal merintis, ketika saya pertama kali masuk kuliah. Produk dilempar ke muka saya oleh senior, katanya untuk apa saya beli, karena dulu bungkusnya memang masih plastik. Menurutnya, pengemasan seperti itu tidak cocok dipasarkan.

Kalau orang yang mudah memasukan ke hati, pasti langsung merasa terjatuh. Karena dia bilang di depan orang banyak, tegas sekaligus sinis.
Tapi, kalau kita mikir dari segi wirausaha, ini sebagai acuan untuk bangkit dan mengubah kemasan.

Saya langsung mengubah pengemasan. Coba kalau tidak diperlakukan seperti itu.

Kedua, karena saya berpikir Sorgap ini penunjang dan penopang hidup, sempat merasa enggak mampu melanjutkan kuliah dan bisnis sekaligus.
Tapi alhamdulillah, banyak yang mendukung.

Kemarin, setelah KKN, uang tabungan saya tinggal Rp6 juta, lalu saya cerita dengan ketua Karang Taruna di desa tempat KKN.

Saat itu ada tiga pilihan yang ia susulkan, mengandalkan Rp6 juta untuk keberlangsungan hidup, membuka usaha makanan lain dengan membeli gerobak, namun dengan proyeksi penghasilan Rp1,5 juta per bulan, atau meneruskan Sorgap dengan harapan ada perkembangan.

Akhirnya saya memilih melanjutkan Sorgap, benar saja, ada yang memesan Sorgap 10 ribu bungkus. Saya membeli singkong dan memesan kemasan dengan modal Rp6 juta, dan pinjaman Rp17 juta.

Namun, orang yang memesan tersebut tiba-tiba meng-cancel. Saya jadi menanggung utang Rp17 juta. Saya benar-benar bingung, memberanikan meminjam ke bank, namun ditolak.

Akhirnya saya ketemu langsung dengan pemilik percetakan dan mengatakan saya pasti akan melunasi utang tersebut, namun belum bisa memastikan kapan. Akhirnya bapak pemilik percetakan itu justru mengatakan menghargai kejujuran saya.

Setelah itu, saya dapet pesenan 4 ribu bungkus, kemudian 5 ribu, dan selanjutnya 3 ribu.

Menurutmu kenapa kita perlu berbisnis sejak dini?

Kacamata pebisnis, pasti memikirkan akan ada posisi jatuh suatu saat nanti. Untuk menanggulanginya, harus memupuk jiwa kewirausahaan sedari dini. Ini bisa jadi pemacu hidup untuk terus memperbaiki kualitas diri.

Katanya sedang buat proyek ekspedisi, ceritakan dong?

Ini diusung saya sendiri, namanya Ekspedisi Kami Kembali, Saatnya Berbagi, dengan cara bertahan hidup dan akses transportasi dengan Rp0.
Misinya, pendidikan yakni edukasi seputar impian anak anak di daerah tertinggal serta langkah perwujudan mimpinya, membantu make over strategi penjualan pedagang kecil di setiap kota yang disinggahi serta edukasi kebinekaan.

Selain itu pesan yang mau disampaikan, jangan pernah takut untuk menikmati keindahan Indonesia, perbedaan, serta kekayaan alamnya, biaya bukanlah alasan untuk tidak mencicipi keramahtamahan Indonesia. Jangan sampai kita hanya bisa bahagia dan sukses sendiri, tapi harus membagikannya ke orang lain! (M-1)

(sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/116247/sorodot-gaplok-bisnis-dan-ekspedisi/2017-08-06)

Penulis: Hilda Julaika, Jurusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran