FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS PADJADJARAN

Sehari setelah Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, publik menunggu susunan kabinet pemerintahan yang pro rakyat. Kabinet ini diharapkan mampu merealisasikan 9 Agenda Prioritas yang dikenal dengan “Nawa Cita” yang digagas oleh Jokowi-JK.

kabinetjokowi2014

Pakar Ilmu Politik Unpad, Muradi, PhD, berpendapat setidaknya ada 3 skenario ramalan komposisi kabinet yang dibentuk Jokowi-JK. Skenario pertama memilih 80 – 100 % Menteri sesuai dengan harapan publik dan Nawa Cita. Skenario kedua memilih 60 – 79% Menteri sesuai dengan harapan publik dan Nawa Cita. Sedangkan, skenario ketiga hanya mengakomodir maksimal 59% menteri yang menjadi harapan publik dan Nawa Cita.

“Saya berspekulasi kabinet yang akan diumumkan adalah pada skenario II,” ujar Muradi dalam acara Unpad Merespons “Analisa dan Harapan Terhadap Kabinet Jokowi-JK”, Rabu (22/10) di Ruang Executive Lounge Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung.

Selain Muradi, diskusi ini menghadirkan Dr. Dadang Rahmat Hidayat (Pakar Komunikasi Politik Unpad), dan Dr. Indra Perwira, S.H., M.H., (Pakar Hukum Tata Negara Unpad), dengan dimoderatori Risna Resnawaty, S.Sos., M.P., Dosen FISIP Unpad.

Skenario kedua, menurut Muradi, juga dipengaruhi oleh partai politik. Orientasi program membaur antara Nawa Cita, kepentingan pasar, elit politik, partai, serta dengan basis pada Trisakti (Berdaulat Bidang Politik, Berdikari Bidang Ekonomi, Berkepribadian dalam Kebudayaan). Sekitar 40% jabatan strategis dan nonstrategis akan diakomodasi untuk elit parpol dan elit politik.

Dalam pelaksanaannya, Jokowi-JK tidak sepenuhnya mengontrol kinerja setiap Kementerian. Namun kontrol penuh justru dapat dilakukan oleh masyarakat. “Kontrol tetaplah ada. Tinggal bagaimana publik mendukung dan mengawasi,” ujarnya.

Ada beberapa kriteria rekrutmen menteri yang digagas Muradi, yaitu memiliki rekam jejak yang baik, profesional, serta memiliki kondisi fisik yang prima. “Akan jauh lebih menarik jika dari parpol pun dapat menguasai tugas sesuai bidangnya,” jelas Muradi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dadang menjelaskan, pembentukan kabinet baru justru menjadi krusial. Pasalnya, sejauh mana orang-orang yang dipilih dalam kabinet mampu mendukung dan menjalankan program Jokowi dengan baik. Inilah tantangan yang harus diperlihatkan Jokowi kepada publik.

“Kabinet yang diharapkan adalah kabinet yang dijanjikan, tidak terbenani kepentingan parpol, dan bekerja secara profesional. Kalau Jokowi ternyata tidak berhasil, presiden seperti apa lagi yang diharapkan masyarakat?” tuturnya.

Dalam pandangan Dr. Dadang, Jokowi adalah Presiden yang lahir dan dekat dengan rakyat sehingga, dukungan penuh rakyat menjadi modal Jokowi menjadi Presiden RI. “Masyarakat akan memperhatikan Jokowi melalui media yang massif. Ia punya komunikasi politik yang elegan dan punya news value,” jelas Dr. Dadang.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *

Sebanyak lima orang mahasiswa Unpad mengikuti program Jenesys 2.0 di Jepang pada Selasa (14/10) hingga Rabu (22/10) ini. Mereka adalah Dyana C. Jatnika (Kesejahteraan Sosial FISIP,2012), Intan Mulyasari (Kesejahteraan Sosial FISIP,2012), Rahmi Aini Rasyida (Kesejahteraan Sosial FISIP,2012), Wandi Adiansah (Kesejahteraan Sosial FISIP,2012), dan Hizkia Prayogi Hendra (D3PAAP FEB,2010). Program ini diikuti oleh 33 orang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dan didampingi oleh dua supervisor yang berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Kelima mahasiswa Unpad yang berangkat ke Jepang mengikuti program Jenesys 2.0 *

Program Jenesys merupakan program yang diselenggarakan oleh JOCA (Japan Overseas Cooperative Association) dalam rangka memperkenalkan sejarah, budaya, dan masyarakat Jepang kepada pemuda pemudi di lingkup negara-negara anggota ASEAN dan Non-ASEAN (Australia, New Zealand, India dan Timor Leste). Program ini diadakan dalam area komunitas sosial dan difokuskan dalam memperkenalkan kemajuan metode Jepang untuk pengembangan komunitas sosial dan pengenalan aktivitas sehari-hari kedua belah pihak melalui keterlibatan mahasiswa dalam program homestay.

Para mahasiswa Unpad peserta Jenesys 2.0 saat berada di Jepang *

​Program ini juga bertujuan untuk merevitalisasi perekonomian Jepang melalui pengenalan daya tarik Jepang kepada turis asing dan konsumen dengan mempromosikan pemahaman internasional dalam kekuatan potensial bangsa, daya tarik dan nilai, termasuk konsep Cool Japan. Konsep ini ditujukkan kepada bermacam-macam budaya Jepang termasuk fashion, anime, games, dan makanan yang dianggap sebagai cool and trendy oleh turis asing. Dengan begitu turis asing dapat menemukan konsep Cool Japan dari pemahamannya sendiri untuk kemudian dipromosikan di negaranya masing-masing.

​Peserta program ini mengikuti beberapa agenda kegiatan, diantaranya adalah mengunjungi Olympic Center, Metropolitan Goverenment Office and Observatory, Chuo University, National Museum Of Emerging and Innovation, Wakayama City, Hidaka Town, Wakayama NPO Centre, Candle Illumination at Wakayama Castle, Wakayama University, Kimmi-Dera Temple, Wakayama City Office, dan Koya-San Oku-No-In (Traditional Culture).*

Rilis oleh: Delegasi Jenesys 2.0 Unpad/mar

[Unpad.ac.id, 20/10/2014] Universitas Padjadjaran kini berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) setelah sebelumnya berstatus Badan Layanan Umum (BLU). Adanya Peraturan Pemerintah (PP) yang telah ditandatangani Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (19/10) kemarin menjadi landasan fundamental penetapan tersebut.

Logo Unpad *

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Unpad, Dr. med. Setiawan, menerangkan bahwa penetapan status PTN BH melalui PP tersebut didasari evaluasi kinerja yang telah dilakukan Unpad beberapa tahun terakhir.

“Waktu itu, Prof. Johannes Gunawan (staf ahli Dikti), mengingatkan amanat PP. No. 4 bahwa transformasi menjadi PTN-BH harus ada dulu yang namanya peraturan pemerintah untuk penetapan. Penetapan itu didasarkan atas evaluasi kinerja yang dilakukan tim independen yang dibentuk Kemdikbud,” urai Dr. Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/10).

Evaluasi kinerja merupakan dasar bagi Kemdikbud untuk menetapkan PTN menjadi PTN BH. Ada beberapa poin yang dievaluasi, yaitu kualitas akademik, akreditasi institusi, tata kelola, pengelolaan keuangan, prestasi, hingga kepedulian sosial. Adapun tim independen yang dibentuk terdiri dari; Dirjen Dikti, Direktur Kelembagaan, para Kepala Biro, Prof. Johannes Gunawan, Sekretaris DPT, serta perwakilan dari 7 PTN yang sudah berstatus PTN BH dengan penanggung jawab Mendikbud langsung.

Lebih lanjut Dr, Setiawan menjelaskan, dari hasil evaluasi tersebut kemudian disampaikan dan dilakukan harmonisasi di Kementrian Hukum dan HAM, untuk selanjutnya diproses ke Sekretariat Negara (Setneg) dan disampaikan ke Kantor Kepresidenan untuk ditandatangani. Targetnya, sebelum masa pergantian pemerintahan baru pada Senin hari ini, PP tersebut telah selesai ditandatangani.

“Status PTN BH tersebut berlaku sejak tanggal penetapan,” ujarnya.

Dalam prosesnya, ada 3 PTN lain yang juga ditetapkan menjadi PTN BH, yaitu Universitas Dipenogoro (Undip), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Dengan demikian, 4 PTN ini secara resmi berstatus PTN BH bersama dengan 7 PTN lainnya, yaitu: UI, IPB, ITB,UGM, UPI, USU, dan Unair.

Tahap yang selanjutnya akan dilakukan adalah penyusunan anggaran dasar (statuta) lanjutan. Penyusunan tersebut sudah sampai pada tahap pra harmonisasi. Dr. Setiawan menargetkan, penyusunan ini akan selesai dalam waktu sebulan, yang kemudian akan disampaikan ke Setneg hingga Kantor Kepresidenan.

“Kita harapkan cepat selesai, asalkan pemerintahan baru kita tidak terlalu lama adaptasinya,” tuturnya.

Unpad memiliki kewenangan otonomi yang lebih luas dengan menjadi PTN BH, baik otonomi akademik maupun nonakademik. Di bidang akademik, Unpad memiliki kewenangan mengembangkan program studi yang bisa merespons kebutuhan pasar dan aspek strategis di pemerintahan. Menurut Dr. Setiawan, proses perizinannya pun bisa lebih cepat karena kewenangan otonomi tersebut.

Sedangkan pada bidang nonakademik, otonomi yang dilakukan adalah mengembangkan berbagai aset produktif untuk mendukung aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi, seperti pembukaan usaha dari unit strategis. Namun, Dr, Setiawan menekankan, pengembangan aset tersebut bukan dalam rangka komersialiasi.

“Kita menggali dana bukan menjadikan misi universitas menjadi bergeser, tetapi semata-mata menunjang misi universitas sehingga akselerasinya lebih kuat dan lebih besar,” jelasnya.

Untuk itu, Unpad sendiri terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusianya. Penguatan unit kerja, pengembangan kualitas dosen, dan peningkatan kualitas lulusan yang mampu berdaya saing regional, nasional, maupun internasional, adalah bagian dalam rangka peningkatan kualitas institusi.

“Tentu saja dengan kepercayaan melakukan otonomi luas ini kita semakin meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kerja keras,” tandasnya.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh *

TKDCimahi TKDCimahi2 TKDCimahi3

TKDCimahi4

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Pemerintah Kota Cimahi berupa Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang dilaksanakan mulai hari ini Senin, 20 Oktober sampai dengan Selasa, 28 Oktober 2014, bertempat di Kampus FISIP Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Jalan Bukit Dago Utara Nomor 25, Kota Bandung.

Besok Kamis, 16 Oktober 2014 FISIP Unpad menyelenggarakan acara Seminar Nasional Dies Natalis FISIP Unpad dengan Tema : Kebijakan Energi Nasional dan Kesejahteraan Rakyat

Acara bertempat di Gedung Bale Sawala Rektorat Unpad mulai Pukul 09.00 s.d. 13.00 WIB.

Para Pembicara sbb:

  1. Ir. Effendi Siradjuddin
  2. Adian Napitupulu, S.H.
  3. Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR., Ph.D

Dengan Moderator Antik Bintari, S.IP., M.T.

Kegiatan penilaian lomba “Design Competition” bertempat di Ruang Seminar Gedung A Lantai II Kampus FISIP Unpad Jatinangor, yaitu pada Hari Senin, 13 Oktober 2014, dimulai Pukul 13.00 WIB.

DSC_0106 DSC_0107 DSC_0109 DSC_0110 DSC_0112 DSC_0115 DSC_0118 DSC_0120 DSC_0123 DSC_0124 DSC_0126 DSC_0127 DSC_0129 DSC_0130 DSC_0132 DSC_0134 DSC_0135 DSC_0138 DSC_0139 DSC_0143 DSC_0145 DSC_0146 DSC_0147 DSC_0148 DSC_0149 DSC_0150 DSC_0151 DSC_0152 DSC_0154 DSC_0155 DSC_0156 DSC_0157 DSC_0158 DSC_0159 DSC_0160

[Unpad.ac.id, 13/10/2014] Dalam waktu dekat, FISIP Unpad akan membentuk sejumlah pusat kajian keilmuan bidang sosial dan politik. Hal tersebut bertujuan untuk menjawab berbagai tantangan perubahan dalam masyarakat yang menuntut kontribusi solusi dari akademisi FISIP Unpad. Selain itu, juga sebagai sarana membangun kerja sama dengan berbagai stakeholder yang memerlukan keahlian para akademisi FISIP Unpad.

arybainus2014

“Serta yang tidak kalah pentingnya adalah sekaligus sebagai sarana promosi para akademisi FISIP meniti karir akademiknya, melalui produk dan publikasi karya-karya ilmiah mereka,” ujar Dekan FISIP Unpad, Dr. Arry Bainus, M.A. pada Sidang Terbuka Senat Fakultas Dalam Rangka Dies Natalis ke-56, yang digelar di kampus FISIP Unpad, Jatinangor, Senin (13/10).

Saat ini, FISIP Unpad sendiri telah memiliki pusat kajian ASEAN, yang akan merespons tibanya ASEAN Community 2015 di bidang keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

Melihat rekam jejak para founding fathers FISIP Unpad, lanjut Dr. Ary, maka diyakini ada spirit yang sama dari setiap pemimpin FISIP Unpad selama ini, yaitu bertekad secara sungguh-sungguh untuk selalu memajukan kualitas FISIP Unpad, sebagai lembaga pendidikan yang mencetak insan-insan yang mengerti, memahami, dan mengaplikasikan bidang ilmu soial dan ilmu politik bagi kemanfaatan dan kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara kita. Mengacu kepada konsep psikologi perkembangan dari Erickson, Dr. Arry mengatakan bahwa usia FISIP Unpad kali ini berada dalam kategori usia madya, yang ditandai dengan adanya prestasi atau sebaliknya. “Jika tidak bijak merespons kondisi ini, maka dapat pula menjadi usia yang stagnansi,” ujarnya.

Untuk memajukan prestasi di bidang pendidikan, Dr. Arry mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah program studi telah mendapatkan akreditasi A. Program studi tersebut yaitu Program Sarjana Administrasi Negara, Hubungan Internasional, Kesejahteraan Sosial, Ilmu Pemerintahan, Antropologi, Administrasi Bisnis, serta Program Magister Sosiologi, dan Program Doktor Sosiologi.

Terkait Unpad menuju PTN Berbadan Hukum, Dr. Arry mengajak civitas akademika untuk untuk turut menyumbang ide dan pemikiran yang konstruktif. “Saya terbuka terhadap setiap masukan dari kita semua, sepanjang untuk kebaikan bagi kita semua. Kita adalah bagian dari sistem pendidikan yang ada dan setiap kita adalah sangat bermakna bagi keberadaan sistem ini.”

Di akhir pidatonya, Dr. Arry mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika yang memiliki kesungguhan dalam melaksanakan pengabdiannya dalam mengharumkan dan membesarkan FISIP Unpad.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Senin 13 Oktober 2014 FISIP Unpad akan menyelenggarakan acara Sidang Terbuka Senat FISIP Unpad dalam rangka Dies Natalis FISIP Unpad Ke-56, yang dihadiri oleh seluruh Civitas Akademika FISIP Unpad. Acara ini berlangsung mulai Pukul 09.00 s.d. 11.oo WIB di Gedung B Lantai 3 Ruang 301-302 FISIP Unpad Jl. Raya Bandung Sumendang Km.21 Jatinangor.

DSC_0118 DSC_0117 DSC_0119 DSC_0122 DSC_0137 DSC_0143 DSC_0154 DSC_0162 DSC_0168 DSC_0170 DSC_0173 DSC_0174 DSC_0177 DSC_0186 DSC_0193 DSC_0203 DSC_0208 DSC_0216 DSC_0105 DSC_0109 DSC_0110 DSC_0111 DSC_0112 DSC_0113 DSC_0118 DSC_0120

Pada hari Senin 13 Oktober 2014 FISIP Unpad akan menyelenggarakan acara Sidang Terbuka Senat FISIP Unpad dalam rangka Dies Natalis FISIP Unpad Ke-56.

Dalam acara tersebut Senat FISIP Unpad mengundang seluruh civitas akademika FISIP Unpad yang diselenggarakan di Gedung B Lantai 3 Ruang 301-302 FISIP Unpad Jl. Raya Bandung Sumendang Km.21 Jatinangor Pukul 09.00-11.00 WIB.