FISIP Unpad MenyelenggarakanWorkshop Penyusunan Program Kerja Organisasi Kemahasiswaan tahun 2017

[6:43 PM, 12/1/2016] Yumna: Pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 26-27 November diselenggarakan Workshop Penyusunan Program Kerja organisasi dan kemahasiswaan 2017 di Unpad Training Center, Dago, Bandung. Melalui kegiatan ini diharapkan organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di FISIP Unpad dapat menyusun perencanaan program kerja dengan baik dan sesuai dengan sistem yang berlaku di unpad untuk kegiatan-kegiatan di tahun 2017. Kegiatan ini diinisiasi oleh Manajer Kemahasiswaan dan Hubungan Alubmni FISIP Unpad bapak Dr. Rd. Achmad Buchari beserta jajarannya.
Manajer Kemahasiswaan Dan Hubungan Alumni FISIP Unpad Dr. Rd. Achmad Buchari mengatakan bahwa “Workshop ini bertujuan untuk memetakan program, tujuan, maksud kegiatan dan besar anggaran yang direncanakan oleh organisasi kemahasiswaan yang ada di FISIP Unpad. Hal ini dimaksudkan agar pihak kemahasiswaan dapat mengetahui mana kegiatan yang menjadi prioritas dan berapa dana yang dibutuhkan untuk pemberian dana bantuan kemahasiswaan di setiap kegiatan”.
Untuk organisasi kemahasiswaan seperti BEM, KKM dan juga LK disarankan untuk memfokuskan kegiatannya pada90% kegiatanminat dan bakat dan10% kegiatan yang bersifat penalaran. Kemudian untukHimpunan Mahasiswa 90% kegiatan berada di bidang penalaran dan 10% kegiatan masuk dalam bidang minat dan bakat. HIMA harusmengintregasikan kegiatannya dengan IKK Program Studi karena HIMA adalah ormawa yang lekat kaitannya dengan Program Studi, sehingga hal tersebut menuntut kesinergian antara keduanya.Mengapa kegiatan himpunan mahasiswa di anjurkan untuk 90% penalaran, hal tersebut dilakukan karena Himpunan Mahasiswa merupakan ormawa yang erat kaitannya denganProgram Studi dan bidang akademik sehingga apapun yang dilakukan harus sesuai dengan keilmuan yang ada. Sementara BEM diharapkan untuk menfokuskan kegiatannya pada bidang minta dan bakat sehingga penyaluran minat dan bakat mahasiswa FISIP dapat terwadahi dalam dalam jenis kegiatan seperti pretasi, seni, organisasi, maupun olahraga.
Manajer Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni bapak Dr. Rd. Achmad Buchariberharap kegiatan workshop inidapat membuat organisasi kemahasiswaan yang ada di FISIPsaling berbagi dan saling belajar satu sama lain dan jika memang ada kegiatan yang serupa bisa disatukan sehingga FISIP Kahiji dapat terwujudkan, dan terdapat harmonisasi antar 8 program studi yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran.
Bapak R Achmad Buchari juga berpesan bahwa seluruh LK ataupun ormawa harus menghargai sistem yang ada, selain itu jika memang dalam kepengurusan sebelumnya terdapat program kerja yang dipandang bisa dilanjutkan tolong dilanjutkan, karena fenomena yang ada setiap berganti kepengurusan berganti pula program kerja yang dilaksanakan. Hal tersebut akan menghilangkan ciri khas yang dimiliki apalagi jika ada event berskala regional, nasional, dan internasional mahasiswa harus menjadikannya prioritas dan andalan bagi LK maupun Ormawa dan harus dikomunikasiakan kepada pihak kemahasiswaan, karena jika tidak dikomunikasikan pihak kelembagaan di Fakultas ataupun di Universitas tidak akan mengetahui mana yang jadi prioritas dari sebuah kegiatan Organisasi Kemahasiswaan. (Reporter: Yumna K.S./HeryW/Imam/Humas FISIP)

dsc_5349 dsc_5350 dsc_5327 dsc_5329 dsc_5330 dsc_5335 dsc_5336 dsc_5337 dsc_5338 dsc_5340 dsc_5341 dsc_5342 dsc_5343 dsc_5344 dsc_5345 dsc_5346 dsc_5347 dsc_5348

Sosialisasi Pengisian SIAT Tenaga Kependidikan untuk Perhitungan Remunerasi

Sosialisasi Sasaran Kinerja Pegawai
Pada hari Kamis tanggal 30 November 2016 di Gedung B lantai 2 Fisip dilakukan sosialisasi Sasaran Kinerja Pegawai yang akan segera diberlakukan di lingkungan Universitas Padjadjaran.
Pengarahan dilakukan oleh Manajer Perencanaan dan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Bapak Imanudin Kudus S.IP, M.SI. Acara, yang berlansung dari pukul 13.00 ini dihadiri oleh lebih dari 50 persen tenaga kependidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, khususnya bagi tenaga kependidikan yang bertugas di Kampus Jatinangor.
Pada acara ini, dibahas secara detail mengenai poin-poin remunerasi dari pekerjaan tenaga kependidikan, yang dikategorisasikan berbasis induk aktivitas seperti memelihara, melayani, membubuhkan, memindahkan, menyortir dan lain-lain. Adapun tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan model Sasaran Kinerja Pegawai, agar setiap pegawai nantinya dapat mengerti dan paham pola pengisiannya pada akun masing-masing. Pemahaman ini tentunya sangat penting untuk menumbuhkan motivasi kerja, menjaga etos kerja, serta menjaga semangat kerjasama antar pegawai. Serta tidak kalah pentingnya, adalah agar tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tidak melakukan kesalahan dalam mengisi poin-poin Sasaran Kinerja Pegawai di SIAT masing-masing.
Penjelasan, dilakukan dengan detail dan tajam, serta menyentuh beragam bentuk dan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Ketika membahas aktivitas pemrograman, Imannudin Kudus menjelaskan bahwa “program pemograman, walaupun ranahnya di pusat. Namun setiap unit seyogianya memiliki ruang inovasi untuk membangun program-program yang berpotensi memudahkan pekerjaan di Unit. Prinsipnya tidak bertabakran dengan apa yang telah dibangun di pusat”.
“Aktivitas paraf” lanjut Imanudin Kudus, “Sebenarnya memiliki banyak aspek pemeriksaan, kejelasan dan detail pekerjaan. Artinya ini adalah proses yang perlu dipertanggungjawabkan, karena memaraf adalah unit terakhir dari aktivitas pemeriksaan aka nisi dari surat/pernyataan yang diparaf”.
Selanjutnya Imanudin Kudus menjelaskan “Untuk bagian rumah tangga, perlu diperhatikan surat yang perlu disortir, dipilih dan dipilah, termasuk apakah surat itu berbentuk fisik, ataupun e-office. Prinsipnya, jika urusan surat menyurat, perlu diperhatikan mana urusan yang sangat berkaitan dengan urusan kantor. Bedakan dengan surat pribadi”, tegasnya. Manajer Perencanaan dan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, selanjutnya juga menegaskan bahwa jangan sampai media sosial whatsapp, menggantikan peran e-office.
”‘Pada konteks aktivitas mendokumendasikan, berarti kita bicara bukan hanya foto dan video, namun juga arsip, surat menyurat dll, yang berhubungan langsung dengan kegiatan yang sedang dilakukan. Karena setiap kegiatan biasanya akan berhubungan dengan keuangan, sehingga memerlukan pertanggungjawaban yang jelas, dan dokumentasi arsip/dokumen yang dibutuhkan” tegas Imanudin Kudus. (Hery W, dan Imam S/Humas FISIP UNPAD).


Sosialisasi Pengisian SIAT Tenaga Kependidikan untuk Perhitungan Remunerasi / Google Photos

Workshop Penyusunan Anggaran Organisasi Kemahasiswaan FISIP Unpad 2017

Workshop Penyusunan Program Kerja Organisasi Kemahasiswaan 2017 FISIP Unpad
Pada hari Sabtu-Minggu diadakan Workshop Penyusunan Program Kerja Organisasi Kemahasiswaan 2017 FISIP Unpad. Melalui kegiatan ini diharapkan organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di FISIP Unpad dapat menyusun perencanaan program kerja dengan baik untuk kegiatan-kegiatan di tahun 2017. Kegiatan ini di inisiasi oleh Manajer Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni FISIP Unpad beserta jajarannya.
Manajer Kemahasiswaan Dan Hubungan Alumni FISIP Unpad Dr. Rd. Achmad Buchari :
“Tujuan dari Workshop ini adalah memetakan program, tujuan, kegiatan, maksud dan nominalnya sehingga kalau mahasiswa tidak memetakan kegiatan, mahasiswa tidak akan mengetahui berapa banyak kegiatan yang harus dilakukan, berkaitan dengan itu BEM, KKM dan juga LK yang lain hamper 90% ada di minat dan bakat dan dimungkinkan 10% di bidang penalaran. Kemudian HIMA 90% di penalaran dan 10% di minat dan bakat kecuali KKNM. HIMA ini harus berkolaborasi dengan IKK dari Program Studi karena HIMA itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Program Studi sehingga apapun yang dilakukan oleh HIMA harus ada peningkatan dari penalaran karena HIMA adalah himpunan mahasiswa yang nantinya orientasinya ke bidang akademik. Sementara BEM minta dan bakat lebih dominan sehingga penyaluran dari segi organisasi, kelembagaan maupun prestasi dari sisi seni ataupun olahraga.
Kenapa ini diperlukan banyak mahasiswa kalau tidak direncanakan sifatnya akan sporadis dan parsial, kita berharap bahwa mahasiswa paham dan mengetahui analisis SWOT.”
“Ini tidak berarti bahwa parsial hanya memikirkan Program Studi masing-masing, kita berharap antara Prodi yang satu dengan yang lain bisa berkolaborasi dalam satu kegiatan karena kalau hanya elitis Program Studi yang saya takutkan hanya memenangkan ego sektoral.”
Manajer Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni mempunyai harapan dalam kegiatan ini mereka bisa saling berbagi dan saling melakukan brainstorming ke masing-masing kira-kira mana yang bisa disatukan, mengingat kita berkeinginan bahwa FISIP kahiji FISIP ngahiji itu harus kita lakukan, apapun yang dilakukan oleh mahasiswa itu adalah bagian yang harus diperhatikan oleh mahasiswa karena mahasiswa itu yang harus mengetahui mau kemana arah kebijakan organisasi dalam rangka penguatan, dalam rangka keterjaminan berlangsungnya organisasi
Pesan dari bapa R Achmad Buchari : “Apapun yang dilakukan oleh kelembagaan mahasiswa tetap harus mengacu pada aturan main, tidak boleh ada kebijakan yang satu bertentangan dengan kebijakan lainnya, artinya apa yang dilakukan oleh kepengurusan yang terdahulu apabila itu dipandang baik, itu bisa dilanjutkan oleh yang selanjutnya dan yang paling penting kalau ada event yang bersifat nasional dan bersifat regional bahkan internasional mahasiswa yang harus menghitamkan atau menggarisbawahi bahwa ini adalah penting dan jadi prioritas andalan karena kelembagaan di Fakultas ataupun di Universitas tidak akan memgetahui mana yang jadi prioritas dari sebuah kegiatan.”
Ketua BEM FISIP Unpad Farhan berpendapat: “Pertama terkait dengan transparansi dari setiap ormawa untuk tidak menutup segala bentuk informasi substansi dari acara kepada setiap element yang ada di FISIP, kemudian juga ini adalah salah satu sarana bagaimana setiap ormawa di FISIP agar kembali bersatu karena dengan segala perubahan kebijakn yang sangat cepat di Unpad, sangat sayang apabila apabila teman-teman dari FISIP yang tipicalnya banyak sekali organisasi kemahasiswaannya ini tidak merespon kebijakan tersebut secara kompak.”
“Saya berharap agenda kegiatan seperti ini karena diperkuliahan tidak ada komunikasi antara dosen dan kemahasiswaan yang hanya sebatas kegiatan perkuliahan, saya berpesan kepada teman-teman mahasiswa dan adik-adik mahasiswa yang baru jangan ada gap antara teman-teman dekanant, ormawa karena cita-cita masing elemen baik, kalu kerjanya sendirian tidak akan maksimal.
(Hery W., dan Imam Suwandi/Humas Fisip Unpad)


Workshop Penyusunan Program Kerja Organisasi Kemahasiswaan 2017 FISIP UNPAD / Google Photos

Workshop Kenaikan Pangkat oleh Kepegawaian FISIP Unpad

WORKSHOP KENAIKAN PANGKAT
Pada hari Rabu tanggal 23 November 2017, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyelenggarakan Workshop Kenaikan Pangkat bagi pada dosen di lingkungan FISIP UNPAD. Adapun tujuan dari penyelenggaraan workshop ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman dosen tentang prosedur/tata aturan kenaikan pangkat.
Secara umum, peta Jabatan Fungsional Dosen di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik adalah: Non Struktural 11 orang, Asisten ahli 34 orang, Lektor 71 orang, Lektor Kepala 42 orang, Guru Besar 12 orang, dengan jumlah total 170 orang Dosen. Artinya, terdapat sejumlah tantangan bagi Fakultas untuk terus meningkatkan jumlah Guru Besar dan juga Lektor Kepala, demi menunjang akreditasi prodi/fakultas, dan juga proses pembelajaran pada umumnya.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan Dua Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Dalam Sambutannya Dr. Benny mengingatkan agar seluruh Dosen terus meningkatkan karyanya, dan juga menyimpan/mendokumentasikan hasil karyanya, karena akan dibutuhkan untuk proses kenaikan pangkat. Selain itu, Wadek Dua FISIP juga terus memotivasi agar para Dosen di lingkungan FISIP UNPAD terus bersemangat untuk mengejar gelar pendidikan tertinggi, yang sekaligus menunjukkan kepakaran dari masing-masing Dosen.
Kepala Urusan Kepegawaian FISIP UNPAD, Bapak Agus Taryana, M.Si pada paparannya menjelaskan bahwa Guru Besar di FISIP UNPAD masih di angka 7 persen. Artinya masih terdapat Pekerjaan Rumah yang besar untuk meningkatkan jumlah Guru Besar di lingkungan FISIP UNPAD.
Adapun Nara Sumber pada acara Workshop Kenaikan Pangkat ini adalah Tim Kepegawaian dari Universitas Padjadjaran yaitu tim upload Bapak Nurdian Nugraha, tim penilai angka kredit Bapak Nasim dan tim support peningkatan jabatan lektor ke lektor kepala Ibu Elis Yuliansih.
Nara Sumber mengingatkan bahwa publikasi hasil karya ilmiah dosen sebaiknya dimasukkan ke dalam jurnal yang terakreditas Dikti. Karena saat ini banyak bertebaran jurnal yang ‘tidak jelas’, sehingga dikawatirkan para penulis dapat menjadi korban. Prinsipnya setiap Dosen harus lebih apik menata dan mendokumentasikan karyanya sehingga dapat dijadikan sebagai data penguat bagi proses kenaikan pangkat.
Bapak Dian menjelaskan bahwa sangat penting untuk memperhatikan procedural pengunggahan karya ke dalam web. Diperlukan data yang jelas tentang detail karya, seperti judul, nama-nama penulis, nomor jurnal, ISSN, bahasa dominan yang digunakan dan lain-lain. Artinya, selain mempertimbangkan kualitas karya, Dosen juga perlu untuk memperhatikan detail pengunggahan karya, -mengingat hampir seluruh proses sudah terkomputerisasi dan terintegrasi- agar proses dapat berjalan dengan lancar.
(Hery W. & Imam S./Humas FISIP Unpad)

https://goo.gl/photos/VuTMsWK8XhxUzVbCA

Public Speaking Class by “Eneng Tresnawaty, S.Pd., M.Si. pada kelas KBLI

Kelas Public Speaking pada Mata Kuliah KBLI
Universitas Padjadjaran, melalui program TKB dan HITS, mencoba mendorong upaya pengembangan diri mahasiswa sedini mungkin. Melalui program ini, mahasiswa pada semester satu, disiapkan sebaik mungkin untuk dapat menghadapi tantangan pembelajaran di semester selanjutnya. Beberapa mata kuliah, secara seragam dan serentak, dilakukan di 16 Fakultas yang ada di Universitas Padjadjaran demi menyiapkan mahasiswa untuk total berprestasi di semester selanjutnya.
Sebagai salah satu upaya mendukung pencapaian cita-cita dimuka, maka pada salah satu jam pelajaran di Mata Kuliah Kemampuan Belajar dan Literasi Informasi, di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, dihadirkan Ibu Neng Tresnawati, S.Pd, M.Si, pustawakan Fisip UNPAD yang juga seorang MC/Story Teller. Pada sesi ini, mahasiswa diberikan materi Public Speaking, mulai dari tahap persiapan, relaksasi, penampilan dan lain-lain.
Pemateri dari Kelas Publik Speaking Ibu Neng Tresnawaty, S.Pd., M.Si., berpendapat:
“Menurut saya Public Speaking Class ini penting untuk mahasiswa, apalagi mahasiswa baru. Kita bisa membekali mereka bagaimana cara berbicara, cara mempresentasikan materi yang akan disampaikan karena bagaimanapun ini adalah bekal mereka untuk ikut mengikuti baik itu lomba, ataupun dipakai nanti pada saat mereka bekerja. Ketika mereka mempunyai public speaking yang bagus akhirnya mereka bisa mendapatkan sesuatu atau manfaat diantaranya adalah ketika mereka bekerja, mereka dapat lebih dipercaya, mereka akan lebih cepat masuk ke dunia kerja dan ketika mengikuti lomba-lombapun mereka akan lebih percaya diri sehingga mereka akan lebih bagus daripada yang lainnya.”
Ibu Neng Tresnawaty berpesan: “mudah-mudahan bagi mahasiswa FISIP bisa mengembangkan diri bagi yang masih malu-malu atau grogi, hayu jangan malu-malu atau grogi lagi bahwa kalian bisa, jangan pernah mengatakan tidak karena setiap orang mampu dan bisa hanya tinggal bagaimana ada kemauan dari diri kita sendiri”
Senada dengan apa yang dikatakan salah satu mahasiswa yang mengikut Public Speaking Class ini, Meta Noya mahasiswa dari Program Studi Kesejahteraan Sosial mengatakan: “Materi Kuliah ini harus terus diberikan sebagai pembekalan bagi mahasiswa, kesan yang saya dapatkan adalah motivasi baru dalam diri untuk terus menumbuhkan rasa percaya diri dan melatih kemampuab berbicara di depan umum agar lebih sempurna”
Sementara itu Awanlindi Novidzatul mahasiswa dari Program Studi Administrasi Publik mengatakan: “Woskshop ini harus sering dilakukan di kelas-kelas TPB lainnya, mengingat pentingnya kemampuan Public Speaking. Workshop ini sangat menyenangkan dan membuat deg-degan karena ini merupakan pengalaman pertama saya melakukan public speaking dan dinilai oleh para ahli-ahlinya.”
(Hery W., dan Imam Suwandi/Humas Fisip Unpad)


Public Speaking Class by "Eneng Tresnawaty, S.Pd., M.Si. pada kelas KBLI / Google Photos

Kunjungan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon

Pada hari Senin, 13 November 2016, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran menerima kunjungan dari Dosen dan Tenaga Kependidikan dari Universitas Pattimura. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk berbagi pengalaman dan belajar tentang tata kelola perguruan tinggi, khususnya di bidang Informasi dan Teknologi.
Rombongan dari Universitas Patimura, dipimpin oleh Kaprodi Administrasi Publik Universitas Pattimura. Sementara itu, dari Pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, kunjungan diterima oleh Manajer Tata Kelola dan Sumber daya, Kepala Bagian, Kasubag Administrasi Umum, serta beberapa Kepala Urusan, seperti Kaur Sisfo, Kaur Akademik dan Kaur Kemahasiswaan.
Pada acara kunjungan tersebut, dari pihak Fisip Unpad, lebih banyak menjelaskan tentang praktik Informasi Teknologi yang terus dikembangkan. Berikut cuplikan penjelasan dari Kaur Sistim Informasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
“Dalam rangka meningkatkan pelayanan akademik baik ke mahasiswa dan ke dosen , tim IT Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bekerja sama dengan DCISTEM pada tahun 2010 mengembangan aplikasi KRS Online, pada tahun 2011 DCISTEM mengembangakan aplikasi ini sehingga muncul sebutan SIAT (Sistem Informasi Akademik Terintegrasi).
Sebutan awal SIAT (Sistem Informasi Akademik Terintegrasi) merupakan pelayanan seputar akademik, seiring kebutuhan aplikasi ini terus dikembangan.Sebutan SIAT pun berubah menjadi (Sistem Informasi Administrasi Terpadu).
Sistem Informasi FISIP pun sedang mengembangankan beberapa aplikasi diantaranya FISIP Mobile (FIMO), Sistem Informasi Perencanaan dan Anggaran Fakultas, e-learning , Perpustakaan Online, Absensi Online.
Harapan kami dengan membuat beberapa aplikasi ini bisa meningkatkan pelayanan baik kepada mahasiswa , dosen dan masyarakat luas pada umumnya”.
(Hery W., dan Imam S./Humas Fisip Unpad)


Kunjungan Universitas Patimura (Unpati) Ambon / Google Photos

Kuliah Umum “Resonansi Kebangsaan dan Mencegah Radikalisme di Lingkungan Muda/Pelajar/Mahasiswa.

Unpad.ac.id, 16/11/2016] Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., mengajak mahasiswa mewaspadai berbagai dimensi yang bisa memecah belah persatuan bangsa. Menurut Suhardi, dimensi tersebut merupakan efek berkembangnya globalisasi dan pembangunan bangsa.

Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., saat memberikan kuliah umum di di Ruang Seminar Gedung A Kampus FISIP Unpad Jatinangor, Rabu (16/11). (Foto oleh: Dadan T.)*
Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., saat memberikan kuliah umum di di Ruang Seminar Gedung A Kampus FISIP Unpad Jatinangor, Rabu (16/11). (Foto oleh: Dadan T.)*
“Pembangunan bangsa melahirkan turbulensi yang bisa menghasilkan dua nilai, yaitu baik dan buruk. Jika buruk, maka akan menggerus nasionalisme,” ujar Suhardi saat menyampaikan kuliah umum bertajuk “Resonansi Kebangsaan dan Mencegah Radikalisme di Lingkungan Muda/Pelajar/Mahasiswa” di Ruang Seminar Gedung A Kampus FISIP Unpad Jatinangor, Rabu (16/11).

Kuliah umum yang dimoderatori Guru Besar FISIP Unpad, Prof. Dr. Obsatar Sinaga, M.Si., ini diikuti oleh mahasiswa FISIP Unpad. Turut hadir Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si., Dekan FISIP Unpad Dr. R. Widya Setiabudi S, M.T., M.Si., serta sejumlah pimpinan dan dosen di lingkungan FISIP Unpad.

Suhardi mengatakan, semangat momentum Sumpah Pemuda 1928 yang menyatukan seluruh keragaman di Indonesia saat ini telah tercabik. Semangat toleransi dikatakan hampir menghilang dengan banyaknya kasus-kasus intoleransi di Indonesia. Hal ini menyebabkan nilai-nilai Pancasila menjadi tereduksi.

Dengan mereduksinya nilai-nilai Pancasila dewasa ini, Mantan Kapolda Jawa Barat ini menilai ada sesuatu yang salah telah terjadi di Indonesia. “Kalau ini tidak dirawat, belum tentu ada jaminan akan ada Republik ini dalam 100 tahun ke depan,” imbuh Suhardi.

Lebih lanjut Suhardi mengatakan, berbagai dimensi yang harus diwaspadai muncul dari semua sektor, meliputi dimensi geografi, demografi, sumber daya alam, hingga sektor ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

Ia pun menyorot maraknya paham radikalisasi yang diwaspadai pada sisi ideologi. Paham ini merupakan ancaman krusial bagi negara. Sasaran utama penyebaran paham ini ialah generasi muda Indonesia.

Derasnya arus informasi di jagat internet berdampak pada pesatnya penyebaran paham radikalisme di Indonesia. Suhardi mengatakan, saat ini banyak informasi radikal yang mudah diakses oleh semua kalangan, termasuk diantaranya anak-anak.

Di hadapan mahasiswa, Suhardi pun mengutip berbagai survei terkait penyebaran paham radikalisme di Indonesia. Salah satu survei dari Wahid Foundation pada 2016 melaporkan sekitar 72% masyarakat Indonesia menolak radikalisme. Selain itu, sekitar 7,7% menyatakan berpartisipasi dalam radikalisme, dan 0,4% menyatakan pernah terlibat dalam kegiatan radikalisme.

Survei tersebut menyasar pada responden 150 juta masyarakat Indonesia yang beragama Islam. Jika dikalkulasikan, maka nilai 7,7% tersebut setara dengan 11,5 juta jiwa. Sedangkan 0,4 % setara dengan 600 ribu jiwa.

Untuk itu, penghalauan paham ini tidak bisa dilakukan oleh BNPT saja. Suhardi mengatakan, pihaknya bekerja tidak hanya menyelesaikan di sektor hilir, tetapi juga di sektor hulu. Pemerintah melalui beberapa kementerian terkait harus bersama dan sungguh-sungguh dalam mengatasi penyebaran radikalisme.

Di sektor Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, lanjut Suhardi, pengentasan radikalisasi bukan hanya menyasar pada mahasiswa, tetapi juga melibatkan unsur dosen. Selain integrasi pendidikan Kontra Radikalisasi dan penguatan wawasan kebangsaan dalam kurikulum pendidikan tinggi, dosen pun harus diberikan pelatihan dan pembinaan terhadap implementasi dari pendidikan Kontra Radikalisme tersebut.

“Lebih lanjut lagi, Rektor dan Dosen harus peduli dan melakukan pendampingan terhadap seluruh kegiatan kemahasiswaan,” kata Suhardi.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh


Kuliah Umum "Resonansi Kebangsaan dan Mencegah Radikalisme di Lingkungan Muda/Pelajar/Mahasiswa." / Google Photos

Kunjungan Dosen dan Mahasiswa dari Universiti Science Malaysia (USM)

Kunjungan Dosen dan Mahasiswa USM
Universitas Padjadjaran telah merumuskan renstra jangka panjang periode tahun 2007-2026 dengan visi “Menjadi Universitas Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Kelas Dunia”. Dalam mencapai visi tersebut telah dirumuskan empat tahapan pengembangan strategi agung (Grand Strategy) yaitu :
• Visi 2011 : Menjadi Universitas Pembelajaran Unggul Berbasis Riset;
• Visi 2016 : Menjadi Universitas Riset dan Pelayanan Unggul;
• Visi 2021 : Menjadi Universitas Unggul Regional;
• Visi 2026 : Menjadi Universitas Unggul Kelas Dunia.
Tahapan 2012-2016 telah berakhir, karena itu dilakukan perumusan tahap Periode 2017-2021. Perumusan tahap ini didasarkan pada evaluasi kinerja dalam pencapaian visi dan misi 2011-2016. Proses evaluasi didasarkan pada Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang dilakukan secara objektif kondisi organisasi dan manajemen serta menyikapi perkembangan situasi pendidikan tinggi periode 5 tahun yang akan datang. Tingkat keberhasilan pencapaian visi dan misi pada tiap tahapan ditentukan oleh kemampuan semua elemen institusi Unpad dalam mencapai kinerja sesuai dengan IKK yang telah ditentukan.
Terkait dengan hal tersebut, maka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran terus melakukan beragam langkah untuk memajukan dan mengembangkan gairah penulisan dan penelitian di lingkungan kampus. Pada tanggal 9-10 November, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengadakan kerjasama dengan Universitas Sains Malaysia, dengan menggelar acara Studium Generale, dan Program Keikutsertaan Mahasiswa USM dalam proses belajar mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran selama 11 hari. Kunjungan diikuti oleh rombongan yang dipimpin oleh Dr, Mohamad Saharudin Samsurijan. Selanjutnya, rombongan dari Malaysia juga diikuti oleh Dr. Paramjit Singh Jamir Singh, Dr. Nadhrah A. Kadir, Dr. Siti Rahyla Rahmat, Dr. Mohd Haizan Yahaya dan Dr. Law Chee Hory.
Kunjungan oleh Tim Dosen USM, dilakukan selama 2 hari kerja. Pada hari pertama, dilakukan pembicaraan mengenai peluang kerja sama riset/penelitian, penulisan karya tulisan dan juga kemungkinan program praktikum bersama. Sedangkan pada hari kedua, dilakukan kuliah umum bersama, antara tim pengajar dari USM dan tim pengajar dari UNPAD, dengan dihadiri oleh mahasiswa dari dua negara.
Dr Shararudin, selaku pimpinan rombongan menyatakan ungkapan terima kasihnya atas penerimaan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta menyatakan harapannya yang besar terkait kegiatan/program “dosen tamu” dari FISIP Unpad ke USM. Dekan Fisip UNPAD pada kesempatan ini juga menyatakan bahwa kerjasama ini perlu ditingkatkan tidak hanya sekedar program pertukaran mahasiswa, namun lebih jauh dari itu adalah kolaborasi dalam riset/penelitian dan produksi hasil karya bersama lintas negara. Melalui program tersebut, diharapkan kedua Universitas akan mendapatkan maslahat yang besar, kaitannya dengan pengayaan ilmu pengetahuan, berbagi pengalaman dalam penelitian bersama serta penambahan kuantitas dan kualitas hasil karya dari kedua civitas


Foto Kunjungan dari Universitas Science Malaysia / Google Photos