FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS PADJADJARAN

: 2 Februari 2016

: 2-4 Februari 2016

: Grha Sanusi Hardjadinata Jln. Dipati Ukur 35 Bandung

wisudafebruari2016

[Unpad.ac.id, 19/01/2015] Proses pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai salah satu tahap pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016 sudah dapat dilakukan mulai kemarin, Selasa (18/01). Pengisian dilakukan oleh pihak sekolah, yakni oleh Kepala Sekolah atau yang ditugaskan Kepala Sekolah di laman http://pdss.snmptn.ac.id

Logo Unpad *

Logo Unpad *

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad,  Dr. Arry Bainus, MA menegaskan bahwa mengisi PDSS harus dilakukan secara jujur, jangan sampai ada manipulasi data. Kehati-hatian pun diperlukan agar tidak ada kesalahan yang fatal dalam pengisian PDSS.

“Mengisi data itu se-real mungkin. Jangan sampai ada manipulasi , dari sisi nilai dan sebagainya,” ujar Dr. Arry saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/01).

Selanjutnya, di laman yang sama, para siswa pun melakukan verifikasi nilai yang sudah diisikan. Proses pengisian dan verifikasi ini dapat dilakukan hingga 20 Februari 2016 mendatang.

“Dalam verifikasi itu harus hati-hati. Karena sekali sudah diverifikasi berarti data itu tidak bisa lagi diubah. Itu yang harus diperhatikan,” kata Dr. Arry.

Bagi sekolah dan siswa yang terbukti melakukan kecurangan, maka akan ada sanksi tegas. Untuk sekolah, akan tidak diikutsertakan dalam SNMPTN tahun berikutnya. Sementara bagi siswa, dapat dibatalkan kelulusannya dalam SNMPTN.

“Jangan sampai saling merugikan, baik sekolah maupun siswa,” ujar Dr. Arry.

Pendaftaran online SNMPTN sendiri dapat dilakukan mulai 29 Februari hingga 12 Maret 2016 mendatang. Dr. Arry pun berpesan agar dalam pemilihan Program Studi, selain berdasarkan minat dan kemampuan siswa, juga dapat memperhatikan daya tampung dan tingkat keketatan masing-masing Prodi.

“Jangan terlalu memaksakan keinginan sendiri maupun orang tua,” pesannya.

Pencetakan kartu tanda peserta SNMPTN dapat dilakukan pada 22 Maret – 21 April 2016. Proses seleksi sendiri akan dilaksanakan pada 24 Maret – 8 Mei 2016. Hasil seleksi SNMPTN 2016 akan diumumkan pada 10 Mei 2016, dan proses verifikasi dan/atau pendaftaran ulang di PTN bagi peserta yang lulus dilakukan pada 31 Mei 2016 (bersamaan dengan pelaksanaan ujian tertulis SBMPTN 2016).*

Informasi lengkap mengenai SNMPTN 2016 dapat diakses di http://snmptn.ac.id

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh  

[Unpad.ac.id, 15/01/2016] Dalam menanggulangi isu terorisme internasional di Indonesia, sangat penting untuk mengembangkan konsep diplomasi yang total. Karakteristik diplomasi total tersebut dikembangkan dari pola hubungan kerja sama bilateral maupun multilateral antara DPR RI dengan parlemen negara sahabat. Dengan demikian, fungsi dan peran parlemen akan semakin kuat dalam memperkokoh kepentingan nasional dan bangsa.

Evita Nursanty saat mempertahankan disertasinya pada Sidang Promosi Doktor dalam Ilmu Hubungan Internasional di Gedung 2 Lantai 4, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (15/01). (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Evita Nursanty saat mempresentasikan disertasinya pada Sidang Promosi Doktor dalam Ilmu Hubungan Internasional di Gedung 2 Lantai 4, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (15/01). (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty dalam disertasinya berjudul “Diplomasi DPR RI di Forum Inter-Parliamentary Union dalam Penanggulangan Terorisme Internasional di Indonesia” pada Sidang Promosi Doktor dalam Ilmu Hubungan Internasional di Gedung 2 Lantai 4, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (15/01).

“Selain itu, secara teoritis peneliti juga memandang perlu dikembangkannya one and half diplomacy, sebagai konsep yang menggambarkan penekanan pada bentuk peran DPR RI dalam diplomasi sebagai aktor hubungan internasional. Konsep tersebut akan menciptakan rambu-rambu kekuatan nasional di bidang diplomasi, sebagai akumulasi dari otoritas legalitas dan legitimasi untuk memberikan perlindungan bagi warga dari ancaman terorisme internasional,” papar Evita.

Dengan one and half diplomacy, maka DPR RI tidak hanya mempertimbangkan kepentingan negara saja, tetapi juga mengedepankan kepentingan rakyat. Meski berkedudukan sebagai lembaga negara dan perlu menjalankan peran sebagai aktor negara, anggota DPR RI adalah dipilih oleh rakyat.

“Oleh karena itu, aspirasi-aspirasi dan kepentingan dari rakyat juga menjadi acuan kita di dalam melakukan diplomasi parlemen,” jelas Evita.

humas unpad 2016_01_15 sidang doktor evita TEDI 1Evita juga mengungkapkan bahwa selama ini pelaksanaan diplomasi parlemen yang dilakukan oleh DPR RI dalam penaggulangan masalah terorisme internasional melalui Inter-Parliamentary Union diwujudkan dalam kerja sama bilateral dengan parlemen negara lain secara one to one, dan hubungan kerja sama multilateral. Namun demikian, peran DPR RI sebagai individu dalam membangun people to people contact, juga menentukan keberhasilan diplomasi dalam mencapai tujuan politik luar negeri Indonesia.

“Model diplomasi ini membuktikan memberikan hasil bagi pelaksanaan total diplomasi,” ujar Evita.

Bertindak sebagai tim promotor pada pelaksanaan sidang ini yaitu Dr. Arry Bainus, M.S (ketua), Prof. Drs. Yanyan M. Yani, MAIR, Ph.D., dan Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga, S.IP.,M.Si, serta tim oponen ahli Dr. Drs. H.R. Abd. Musyawardi Chalid, M.Si., dan Drs. Taufik Hidayat, M.S., Ph.D., dengan representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Nasruloh Nazsir, M.S, dan pimpinan sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, SIP., SSi., MT., MSi (Han).

Evita pun berhasil meraih gelar Doktor dalam Ilmu Hubungan Internasional dengan Yudisium Cumlaude. Pada kesempatan tersebut, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani, Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, serta sejumlah anggota DPR RI.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

[Unpad.ac.id, 29/12/2015] Pekerja sosial dituntut menghasilkan beragam ide kreatif dan inovatif untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Tuntutan ini harus ditanamkan para pekerja sosial sejak masih menuntut ilmu di perguruan tinggi.

Dosen prodi Administrasi Negara FISIP Unpad, Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S., (kanan) bersama mahasiswa prodi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad angkatan 2012 saat melakukan diskusi dalam “Social Work Idea Fest 2015: Ide Kolaborasi untuk Indonesia Beraksi” di Ruang B.301 dan B.302 kampus FISIP Unpad Jatinangor, Selasa (29/12). (Foto oleh: Arief Maulana)*

Dosen prodi Administrasi Negara FISIP Unpad, Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S., (kanan) bersama mahasiswa prodi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad angkatan 2012 saat melakukan diskusi dalam “Social Work Idea Fest 2015: Ide Kolaborasi untuk Indonesia Beraksi” di Ruang B.301 dan B.302 kampus FISIP Unpad Jatinangor, Selasa (29/12). (Foto oleh: Arief Maulana)*

Demikian disampaikan Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) FISIP Unpad, Dr. Santoso Tri Rahardjo, M.Si., saat menjelaskan mengenai digelarnya acara “Social Work Idea Fest 2015: Ide Kolaborasi untuk Indonesia Beraksi”, Selasa (29/12) di Ruang B.301 dan B.302 kampus FISIP Unpad Jatinangor.

“Lulusan Kesejahteraan Sosial harus siap mengandalkan ide-ide kreatif yang berbasis pada masyarakat,” ujar Dr. Santoso saat ditemui di sela acara.

Acara ini merupakan program rutin tahunan dari mata kuliah Seminar Profesi Pekerjaan Sosial di prodi Kesos yang diampu oleh Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si., (koordinator), Maulana Irfan, M.I.Kom., dan Sahadi Humaedi, S.Sos., M.Si. Pada tahun ini, mahasiswa angkatan 2012 diberi tugas membuat poster, artikel, serta presentasi lisan dengan berbagai tema yang saat ini sering muncul di lapangan. Ada empat kluster tema yang diajukan, yaitu pemberdayaan anak, disabilitas, pemberdayaan masyarakat, serta kewirausahaan sosial.

Sebanyak 166 poster dan 83 presenter ditampilkan pada acara tersebut. Selain dihadiri mahasiswa dan alumni Kesos, pihak prodi juga mengundang mahasiswa maupun pekerja sosial dari organisasi masyarakat, Universitas Pendidikan Indonesia, SOS Children’s Village Lembang, UIN Sunan Gunung Djati, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Universitas Pasundan, Universitas Langlang Buana, dosen dari prodi lain di FISIP Unpad, hingga lembaga pelayanan sosial di Kota Bandung.

Lebih lanjut Dr. Santoso menuturkan, tujuan digelarnya kegiatan ini ialah melatih mahasiswa untuk mengeluarkan beragam ide untuk mengatasi berbagai persoalan sosial dengan cara kreatif dan inovatif. “Kita lakukan dengan basis kewirausahaan sosial dan marketing sosial. Kita latih bagaimana mereka mampu melahirkan ini menjadi produk orisinal mereka,” jelasnya.

Acara ini juga menjadi wujud integrasi aktivitas pembelajaran dengan riset dan pengabdian. Dr. Santoso berharap, peserta dari luar Unpad dapat mengetahui bagaimana ide-ide yang dihasilkan oleh mahasiswa Kesos Unpad.

“Ini menjadi bahan pembelajaran juga bagi kita sebagai pengelola prodi. Apakah kurikulum yang diterapkan saat ini sudah sesuai atau belum, mengingat Kesos Unpad saat ini menjadi barometer pendidikan pekerjaan sosial yang berbasis kewirausahaaan sosial di indonesia,” kata Dr. Santoso.

Terkait artikel yang ditulis mahasiswa, prodi nantinya akan mengumpulkan untuk dijadikan buku. Buku tersebut juga akan diajukan untuk mendapatkan Internaional Standar Book Number (ISBN) serta hak paten.

Sementara itu salah satu dosen Kesos Unpad, Dr. Heri Wibowo, S.Psi., M.M., mengatakan, proses mewujudkan gagasan kreatif dan inovatif dari mahasiswa Kesos Unpad tidak muncul begitu saja. Proses tersebut dibangun mulai dari semester awal, hingga sampai diberi kesempatan menyampaikan gagasannya melalui kegiatan ini.

“Tantangannya kita mengundang orang luar sehingga ide-ide tersebut bisa didiskusikan dengan mereka-mereka yang sudah bergelut di lapangan,” kata Heri.

Dengan aktivitas tersebut diharapkan mahasiswa Kesos Unpad dapat lebih percaya diri untuk mengemukakan gagasannya. Sikap ini pula yang harus dimiliki oleh lulusan Kesos Unpad. Dr. Santoso mengatakan, ada 3 nilai yang ditanamkan dalam lulusan Kesos Unpad, yakni attitude, skill, dan knowledge.

“Kita harus seimbang, paling utama itu pada sisi sikapnya. Kita ingin menghaisl lulusan yang percaya diri, punya keyakinan, serta mampu melihat pandangan secara positif untuk menjadi solusi. Karakter itu yang menjadi karakter lulusan KS Unpad,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

[Unpad.ac.id, 23/12/2015] Universitas Padjadjaran memilih tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (diktendik) berprestasi tahun 2015. Diktendik berprestasi terdiri terdiri dari beberapa unsur, yaitu: dosen, koordinator program studi, tenaga administrasi akademik, serta tenaga pustakawan,.

Para peraih Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Unpad Tahaun 2015 berfoto bersama pimpinan Unpad di Ruang Serba Guna Unpad Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Rabu (23/12). *

Para peraih Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Unpad Tahaun 2015 berfoto bersama pimpinan Unpad di Ruang Serba Guna Unpad Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Rabu (23/12). *

Direktur Sumber Daya Manusia Unpad, Diana Sari, S.E., M.Mgt., PhD., mengungkapkan, pemilihan diktendik berprestasi ini untuk mengapresiasi para tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan yang berprestasi di lingkungan pusat maupun fakultas. “Ini juga untuk memotivasi diktendik yang lain untuk berprestasi,” kata Diana saat dihubungi via telepon, Rabu (23/12).

Penyerahan sertifikat nama-nama diktendik berprestasi dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad pada Rabu (23/12) di Ruang Serba Guna Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung. Penyerahan tersebut juga disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya Unpad Dr. Sigid Suseno, SH., MHum., serta Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes.

Mengutip pernyataan Rektor, Diana menyebut prestasi yang diraih diktendik ini bukan semata demi kemajuan Unpad. Para diktendik berprestasi harus mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

“Yang terpenting dari ini adalah bukan kompetisinya, tetapi impact langsung kepada masyarakat,” ucap Diana.

Lebih lanjut Kepala Bagian Kepegawaian Unpad, Drs. Mintapraga, M.M., mengatakan, pemilihan diktendik ini merupakan implementasi dari pengumuman Dikti terkait pemilihan diktendik berprestasi. Dengan melakukan pemilihan diktendik berprestasi, ia berharap akan menjadi hal positif untuk peningkatan kemajuan institusi.

Untuk rencana pemilihan tahun depan, Mintapraga mengungkapkan akan menambah diktendik berprestasi dari unsur tenaga analis serta tenaga fungsional umum. Selain itu, pihaknya juga akan mendorong para unit kerja di pusat maupun fakultas untuk meningkatkan prestasi diktendik.

Guna mewujudkan hal tersebut, Diana melalui Direktorat SDM juga akan melakukan roadshow hingga ke fakultas untuk mendorong diktendik berprestasi. “Target kita ke depan sudah bisa berkiprah di nasional bukan hanya kita memilih untuk internal Unpad, tetapi kita harapkan bisa juga berprestasi di tingkat nasional. Tentunya dengan dukungan dari semua unit dan fakultas,” kata Diana.

Adapun nama-nama diktendik berprestasi tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  1. Kategori dosen berprestasi:
    Peringkat I : Euis Tintin Yuningsih, S.T., M.T., PhD ., (FTG)
    Peringkat II : Dr. Yoni Fuadah Syukriani, dr., M.Si., DFM., (FK)
    Peringkat III: Dr. Arlette Suzy Puspa Pertiwi, drg., Sp.KGA (FKG)
  2. Kategori Koordinator prodi berprestasi
    Peringkat I : drg. Emma Rachmawati, M.Kes., (FKG)
    Peringkat II : Drs. Wahyu Gunawan, M.Si., (FISIP)
  3. Kategori tenaga administrasi akademik berprestasi
    Cecep Ardaya Hendra Permana Alam (Fkep)
  4. Kategori pustakawan berprestasi
    Susanti, S.Sos., M.I.Kom., (Fikom).*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh    

[Unpad.ac.id, 14/12/2015] Sebanyak tiga calon Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Periode 2016-2021 mempresentasikan gagasannya pada acara Sosialisasi Gagasan Calon Dekan di Aula FISIP Unpad Kampus Jatinangor, Kamis (10/12). Sosialisasi ini dihadiri oleh Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya Unpad Dr. Sigid Suseno, S.H., M.Hum., pimpinan, serta Dekan, sivitas akademika dan tenaga kependidikan FISIP Unpad.

Suasana sosialisasi gagasan Calon Dekan FISIP Unpad di Aula FISIP Unpad Jatinangor, Senin (14/12). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Moderator Dr. Rd. Achmad Buchari, SIP., MSi (paling kanan) dan tiga Calon Dekan FISIP Unpad di Aula FISIP Unpad Jatinangor, Senin (14/12). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Ketiga calon dekan tersebut ialah Dr. R. Widya Setiabudi S, S.IP., S.Si., M.T., M.Si (Han), Prof. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., PhD., dan Junardi Harahap, S.Sos., M.Si., PhD. Sosialisasi ini dimoderatori oleh Dr. Rd. Achmad Buchari, S.IP., M.Si., dan dibuka secara resmi oleh Dr. Sigid Suseno.

Dr. Widya Setiabudi

Dr. R. Widya Setiabudi S., S.IP., S.Si., MT., M.Si (Han)

Gagasan yang disampaikan Dr. Widya adalah, FISIP Unpad harus memiliki keunggulan pada jumlah prodi, jumlah peminat, akreditasi “A”, jumlah SDM muda, serta adanya program kerja pendukung untuk daya saing. Untuk itu, keunggulan ini harus dipertahankan guna meningkatkan kualitas FISIP Unpad.

Adapun rencana program pencapaian yang akan dilakukan adalah peningkatan kualitas pembelajaran berbasis transdisiplin, peningkatan riset dan program kreativitas mahasiswa, peningkatan publikasi ilmiah, penguatan kemahasiswaan dan partisipasi alumni, penguatan komponen sumber daya manusia dan sarana, serta penguatan kerja sama dengan mitra.

Prof. Yan

Prof. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., PhD

Prof. Yanyan menyampaikan gagasannya terkait rencana FISIP Unpad menuju regional class faculty. Ada tiga langkah besar yang diusung olehnya, yaitu menyelaraskan dengan target kinerja Unpad 2015-2019, mendorong pencapaian target IKK FISIP periode 2016-2021, serta mewujudkan regional class faculty.

Dengan tiga langkah tersebut, Prof. Yanyan mengutarakan dua rencana program kerja. Dua rencana proker tersebut meliputi; penyelenggaraan kegiatan rutin layanan pendidikan (peningkatan layanan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan publikasi ilmiah, pengabdian, kemahasiswaan dan alumni, serta layanan umum dan kerumahtanggaan); serta pengembangan layanan (penguatan fondasi, pengokohan fondasi, dan mewujudkan regional class faculty).

Junardi Haharap

Junardi Haharap., S.Sos., M.Si., PhD

Sementara Junardi, PhD., menyosialisasikan gagasan mengenai “Saung” FISIP Unpad: Tangguh, Unggul, Maslahat. Filosofi “saung” menurut Junardi ini menggambarkan keterbukaan/transparansi/kebebasan dan perspektif budaya Sunda.

“Artinya pengelolaan FISIP Unpad harus bersifat keterbukaan, efektivitas, akuntabilitas dan efisiensi di dalam pengelolaannya. Tidak ada sekat,” kata Junardi.

Konsep “saung” ini akan diterapkan pada aspek pengajaran (otonomi keilmuan yang berbasis tanggung jawab, dan kreativitas dalam Tridharma), entrepreneur leadership, program block grants prodi dan departemen untuk mewujudkan prodi dan departemen yang unggul, corporate culture leadership, pemberdayaan SDM untuk menghasilkn insan FISIP maslahat, serta program maslahat buat masyarakat.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh