Kunjungan Studi Program Magister Kebijakan Publik Universitas Cendrawasih Jayapura

Kunjungan Studi Program Magister Kebijakan Publik Universitas Cendrawasih Jayapura

 

Kunjungan Studi Program Magister Kebijakan Publik Universitas Cendrawasih Jayapura ke Program Studi Magister Kebijakan Publik dan Perpustakaan FISIP Kampus Dago diikuti oleh 27 (dua puluh tujuh) orang mahasiswa serta 4 (empat) orang dosen pendamping dan 3 (tiga) orang staf di terima oleh Pimpinan Fakultas yang di wakili oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Santoso Tri Raharjo, S.Sos., M.Si. dan didampingi oleh Sekretaris Program Magister Kebijakan Publik Dr. Sintaningrum, MT.

 

Maksud dan tujuan kedatangan mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Cendrawasih Jayapura di sampaikan oleh Asisten Direktur III Dr. Elsyan R. Marlisa, SE., M.Si. diantaranya untuk mengembangkan wawasan akademik bagi mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Cendrawasih Jayapura, yang dipandang perlu melakukan “Field Exposure” sebagai bagian dari orientasi akademik sekaligus penelusuran referensi mengenai kebijakan publik yang bersumber dari teoritis dan praktisi terkait.

 

Kunjungan Studi berlangsung selama dua hari mulai tanggal 23 Maret -24 Maret 2017 di Kampus Pascasarjana FISIP Unpad Jl. Bukit Dago Utara No 25. Bandung. Hari Pertama diisi dengan penyampaian materi oleh Prof. Dr. H. Dede Mariana, M.Si mengenai “Pemerintahan Daerah dan Otonomi Daerah di Indonesia, Pembekalan Metode Penelitian Sosial oleh Dr. Hj. Sintaningrum, MT dan penyampaian materi Penelusuran Kepustakaan oleh Pustakawan FISIP Unpad Eneng Tresnawati, S.Pd., M.Si., dilanjutkankan dengan kegiatan penelusuran referensi di Perpustakaan FISIP Unpad Kampus Dago. Untuk kegiatan hari kedua acara diisi dengan Dialog antara Mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Cendrawasih Jayapura dengan mahasiswa Magister Kebijakan Publik FISIP Unpad.

 

(dilaporkan oleh : Eneng Tresnawati)

 

Kunjungan Universitas Cendrawasih / Google Photos

Delegasi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad Menyabet Juara 2 dan 3 dalam Kegiatan Social Wellfair di Universitas Indonesia

 

Mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad menjadi delegasi dalam Social Wellfair, Universitas Indonesia. Kegiatan yang bertemakan Sanitation in Environmental Welfare ini dilaksanakan selama empat hari pada tanggal 14-17 Maret 2017.Kegiatan ini meliputi gathering seluruh delegasi program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial dari berbagai universitas di Indonesia dan lomba program perencanaan social dengan tema Sanitasi dan Kesejahteraan Lingkungan.

Setiap tahunnya Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial (HIMAIKS) Universitas Indonesia  mengadakan kegiatan bertajuk “Social Wellfair”, yaitu sebuah kegiatan yang mempertemukan mahasiswa/I program studi kesejahteraan sosial se-Indonesia dan membahas isu terkini melalui seminar, diskusi, dan kompetisi. Pada tahun ini Social Wellfair mengangkat tema besar mengenai sanitasi dengan peserta yang datang dari berbagai universitas, beberapa diantaranya adalah Universitas Padjajaran, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Jember, dsb.

Selama 5 hari peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, seperti konsultasi dan presentasi program, seminar dengan sociopreneur di bidang sanitasi, dan fun trip ke Galeri Nasional. Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (HIMAIKS) Universitas Padjajaran (Unpad)  mengirimkan dua tim yang terdiridari Ade Irma Sakina, Jauhari Ali, dan Muhammad Renardy sebagai tim Unpad 1 serta Yumna Nurtanty Tsamara, Rachel Farakhiyah, dan Nurul Khansa Nadhifah sebagai tim Unpad 2 dalam kompetisi proposal program. Berdasarkan beberapa komponen penilaian, tim 1 Unpad berhasil meraih juara 3 dengan judul proposal “Upaya Terintegrasi Antara Sanitasi dan Kesehatan Reproduksi Melalui Program Menstrual Management” dan tim 2 Unpad berhasil meraih juara 2 dengan judul proposal “Pendekatan Community Led Total Sanitation untuk Mewujudkan Sanitasi Ramah Anak di SD Negeri Cikeruh II” Serta dari cabang kompetisi videografi, tim Unpad yang diwakili oleh Sinemaks juga berhasil meraih terbaik 2.

Pencapaian membanggakan tersebut tidak lepas dari dukungan civitas academica program studi kesejahteraan sosial FISIP UNPAD beserta jajarannya. Para peserta sangat berterimakasih kepada para dosen yang telah membantu melalui saran dan masukan yang membangun. Mereka berharap bahwa HIMAKS Unpad  bisa terus berpartisipasi di dalam kegiatan Social Wellfair dan mempertahankan gelar juara (Hery W/Imam S/Ade. S/Yumna)

Kegiatan Komisi Pemilihan Umum FISIP Unpad

 

Pada tanggal 28 Februari – 20 Maret, berlokasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, dilakukan Pemilihan Umum Ketua dan Wakil Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP. Melalui Wawancara dengan Fanya Fibila Anjarnai sebagai Sekjen KPU FISIP Unpad 2017,
Didapatkan keterangan bahwa, sebelumnya, acara ini sudah dilaksanakan di tahun 2016 oleh tim panitia KPU BEM periode 2015/2016.
Namun demikian, disebabkan oleh dinamika politik yang cukup panas di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, maka diputuskan bahwa proses pemilihan dianggap tidak memenuhi syarat dan perlu diulangi.

Adapun rangkaian acara Pemilihan Ketua BEM FISIP tahun 2017-2018 adalah sebagai berikut:
1. Pendaftaran Peserta PUMA tanggal 28 Februari – 2 Maret 2017
2. Verifikasi dan Penetapan Peserta tanggal 3 Maret 2017
3. Masa Kampanye tanggal 6 – 10 Maret 2017
Masa Kampanye ini adalah berupa upaya panitia pelaksana untuk memberikan fasilitas kepada pasangan calon untuk melakukan sosialisasi ke kelas-kelas yang ada di FISIP Unpad
4. Debat Calon/Debat terbuka tanggal 9 Maret 2017
Debat terbuka ini bertujuan untuk menyuguhkan visi dan misi program kerja pasangan calon serta menyampaikan masalah-masalah, fenomena dan isu-isu krusial yang ada di FISIP Unpad dan bagaiman pasangan
5. Masa tenang tanggal 11-12 Maret 2017
6. Pemungutan Suara tanggal 13-17 Maret 2017
Seluruh Warga FISIP yang terdaftar di DPT, yang bersumber dari Dekanat FISIP Unpad boleh memilih dengan syarat menggunakan KTP atau Kartu Perpustakaan yang menandakan dia warga FISIP
7. Pengumuman Hasil PUMA tanggal 18 Maret 2017
Tepat hari sabtu diadakan rapat pleno yang dihadiri oleh penyelenggara Pemilu sperti KPU, KPP dan juga MP. Kemudian, pada hari Senin, pihak pantia diharapkan sudah mengantongi nama ketua BEM dan wakil ketua BEM FISIP yang baru. Selamat dan apresiasi bagi seluruh panitia pemilihan.
Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk FISIP dan menjadikan FISIP menjadi lebih baik.

(Imam S dan HeryW/Humas FISIP Unpad)

Kunjungan Universitas Muhammadiyah Lampung

(Dok. Publikasi dan Humas FISIP Unpad) – Pada Hari Kamis  17 Maret  2017, FISIP Unpad dikunjungi   Universitas Muhammadiyah  Lampung.  Kunjungan tersebut diterima oleh Manajer Akademik dan Kemahasiswaan FISIP Unpad, dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad

 

Maksud dan tujuan kedatangan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung yaitu, ingin berbagi atau sharing mengenai kegiatan kemahasiswan yang ada di FISIP Unpad. Menurut salah satu mahasiswa dari Universitas  Muhammadiyah Lampung , kita ingin berbagi atau sharing bagaimana Organisasi Kemahasiswaan dan Sistem akademik di Unpad dibandingkan dengan dari kami, seperti struktur, susunan Organisasi dan sebagainy yang ada di FISIP Unpad dibandingkan dengan yang ada di Universitas Muhammadiyah Lampung”

 

mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Lampung tampak antusias dalam mengikuti sesi tersebut, dan banyak mengajukan pertanyaan terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar serta kemahasiswaa di FISIP Unpaddi Universitas Padjadjaran.

Diujung acara siswa-siswa dari Universitas Muhammadiyah Lampung berkeliling untuk melihat langsung kegiatan-kegiatan akademik maupun kemahasiswaan yang sedang berlangsung di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

(Hery W dan Imam S/Humas FISIP Unpad)

Kunjungan Universitas Muhammadiyah Lampung / Google Photos

Kunjungan Madrasyah Aliyah Negeri 2 Tasikmalaya

Pada hari Kamis 17 Maret 2017, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menerima kunjungan dari Madrasyah Aliyah Negeri 2 Tasikmalaya yang beralamat di Komplek PST. Al Misbah, Jalan Bantar, Argasari, Cihideung, Argasari, Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat 46122, Indonesia. Rombongan di pimpin oleh Bapak H. Achmad Nasa’I sebagai Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan.
Rombongan diterima oleh Dosen Administras Publik bapak Dr. R. Achmad Buchari, S.IP., M.Si. Beliau memberikan penjelasan tentang gambaran umum program studi, kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan representative yang dapat di ikuti oleh mahasiswa yang ada diFISIP, selain itu dijelaskan juga bagaimana Pintu Masuk ke Universitas Padjadjaran yaitu dengan dua cara melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
Siswa dari SMA Madrasyah Aliyah Negeri 2 Tasikmalaya tampak antusias dalam mengikuti sesi tersebut, dan banyak mengajukan pertanyaan terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar di Universitas Padjadjaran.
Diujung acara siswa-siswa dari Madrasyah Aliyah Negeri 2 Tasikmalaya berkeliling untuk melihat langsung kegiatan-kegiatan akademik maupun kemahasiswaan yang sedang berlangsung di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
(Hery W dan Imam S/Humas FISIP Unpad)

Kunjungan MAN 2 Tasikmalaya / Google Photos

Pelatihan Kewirausahaan bagi Mahasiswa FISIP Unpad

 

Kewirausahaan telah semakin menjadi isu penting di tengah geliat industiralisasi dan modernisasi. Prediksi dari David McClelland puluhan tahun yang lalu telah semakin terbukti, yaitu bahwa kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh mereka yang memiliki need of achievement yang tinggi. Pada saat ini, need of achievement tersebut dapat berwujud dalam ragam bentuk kreativitas, inovasi, platform media sosial, crowdfunding, gerakan2 komunitas, social entrepreneurship dan lain-lain.
Kebutuhan untuk berprestasi, saat ini tidak lagi dimaknai sebagai upaya mencari bentuk finansial saja, namun lebih jauh dari itu. Urgensi membentuk pola pikir yang adaptif, lincah, dan selalu siap bertransformasi sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi.
Maka, mengadakah aktivitas demi aktivitas yang mampu mendorong terbentuknya jiwa kewirausahaan adalah sebuah keniscayaan.

Antrian Pelamar
Tentu sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap ada pembukaan formasi PNS, maka ribuan lulusan berebut mendaftar, seakan-akan mereka tidak punya pilihan lain. Nah, disinilah urgensi pendidikan kewirausahaan, yaitu memberikan pilihan yang lebih luas bagi lulusan setelah mereka menyelesaikan program pendidikannya (tidak hanya pasrah memenuhi antrian lowongan pekerjaan). Pendidikan kewirausahaan akan membuka mata dan wawasan mereka akan luasnya peluang yang mereka miliki setelah mereka lulus. Ketiadaan pendidikan kewirausahaan, akan membuat generasi penerus seperti katak dalam tempurung, dan menganggap dunia begitu sempit dan kecil. Maka jangan sampai para pendidik kemudian mengurangi hak mereka akan wawasan tentang besarnya jendela peluang (window of opportunity) yang dapat mereka raih, dengan tidak memperkenalkan kewirausahaan.
Intrapreneur
Pola pendidikan kewirausahaan yang dianjurkan, adalah yang mendorong siswa tidak sekedar mengenal (to know) atau mempelajari konsep-konsep (to learn) tentang kewirausahaan, namun yang mendorong mereka untuk menjadi wirausaha (to be entrepreneur). Artinya, titik tekan kurikulum didorong untuk lebih berat kepada praktik (practices) daripada sekedar berkutat di ranah kognitif. Selain itu pendidikan berbasis praktik dan pengalaman (experiental based learning) akan lebih mendorong terciptanya softskill peserta didik, karena mereka akan selalu ditantang untuk mengambil keputusan, mengarungi ketidakpastian resiko, memimpin, bekerja sama dalam tim dan lain-lain. Model pendidikan kewirausahaan berbasis praktik ini juga akan mendorong peserta didik untuk memahami bahwa kegagalan adalah bukan akhir segalanya melainkan sebagai batu loncatan untuk keberhasilan yang lebih besar. Satu hal bahwa, praktik kewirausahaan yang mereka lakukan di jenjang pendidikan, juga akan menambah emploibilitas mereka. Jikapun mereka menjadi pegawai, semangat kerja mereka akan diliputi rasa inovatif, inisiatif dan keberanian untuk menjelajah ke ranah kebaruan (out of the box), sehingga berpotensi menghasilkan produktifitas yang optimal. Inilah yang dikenal sebagai intrapreneur, yaitu spirit entrepreneur yang diimplementasikan di domain pegawai (employee domain).
Pendidikan kewirausahaan, juga memungkinkan individu bekerja dan berkarya di bidang yang diminati, karena mereka berusaha menciptakan pekerjaan mereka sendiri. Implikasinya, tentu akan meningkatkan etos dan durabilitas kinerja. Hal ini, disisi lain, akan menghindari jumlah karyawan yang bekerja dengan perasaan terpaksa dan cenderung berprinsip ABS (asal bapak senang), sehingga membuat perahu perusahaan berat untuk berlayar karena banyak pekerjaan tambalan yang harus dilakukan.
Sadar Kewirausahaan
Berbagai penelitian, salah satunya yang dipelopori oleh McClelland, telah membuktikan bahwa maju tidaknya suatu bangsa tidak ditentukan oleh banyaknya sumber daya alam yang dimiliki, melainkan pada seberapa tinggi dorongan berkarya dan berprestasi (need of achievement) warga negaranya. Namun demikian –terutama di Indonesia- hasil penelitian biasanya hanya menjadi menara gading saja yang kemudian berdebu dan dilupakan. Padahal seyogianya temuan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk merumuskan kebijakan yang berbasis kondisi dan kebutuhan. Leader comes first, begitu kata pepatah. Artinya, rakyat tergantung pada pemimpinnya, apakah akan memprioritaskan pembangunan pada ranah fisik atau manusia.
Padahal, hari ini bangsa yang kaya bukanlah bangsa yang hidup dari warisan atau memiliki tangible asset seperti minyak bumi, batu bara, emas, intan/berlian, kayu dan sebagainya, melainkan bangsa yang membangun kekuatan intangibles(Kasali, 2010). Secara awam, kita dapat melihat sejauh mana suatu negara memprioritaskan pembangunannya dari arah neraca APBN-nya, yaitu berapa persen yang dialokasikan untuk membangun aset tangibles atau intangibles.
Berbasis uraian dimuka, dengan tujuan untuk meningkatkan pola pikir kewirausahaan, maka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengadakan Pelatihan Kewirausahaan: Disruptive Entrepreneurship, bagi perwakilan pengurus Organisasi Kemahasiswaan. Harapannya, akan tumbuh banyak pemikiran baru terkait, upaya-upaya pendanaan program kerja kemahasiswaan. Pada level yang lebih tinggi, diharapkan muncul banyak pemikiran positif, apresiatif dan solutif terkait banyak permasalahan bangsa Indonesia.
Semoga, melalui acara ini, akan tumbuh lebih banyak lagi mahasiswa yang mampu menghasilkan pemikiran terbaik sebagai respon terbaik kepada kondisi dan situasi yang dihadapi. Sehingga, bangsa Indonesia dapat berharap akan lahirnya generasi terbaik yang mampu menyambung cita-cita para pendiri bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Kunjungan SMAN 1 Tasikmalaya

Pada hari Selasa 7 Maret 2017, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menerima kunjungan dari SMA Negeri 1 Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Rumah Sakit No.28, Empangsari, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115. Rombongan di pimpin oleh Bapak Deni Nurhidayat, M.Pd
Rombongan diterima oleh Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Bapak Dr. Hery Wibow, S.PSi., M.M. Beliau memberikan penjelasan tentang gambaran umum program studi, kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan representative yang dapat di ikuti oleh mahasiswa yang ada diFISIP, selain itu dijelaskan juga bagaimana Pintu Masuk ke Universitas Padjadjaran yaitu dengan dua cara melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)
Siswa dari SMA Negeri 1 Tasikmalaya tampak antusias dalam mengikuti sesi tersebut, dan banyak mengajukan pertanyaan terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar di Universitas Padjadjaran.
Diujung acara siswa-siswa dari SMA Negeri 1 Tasikmalaya berkeliling untuk melihat langsung kegiatan-kegiatan akademik maupun kemahasiswaan yang sedang berlangsung di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
(Hery W dan Imam S/Humas FISIP Unpad)

Kunjungan SMAN 1 Tasikmalaya / Google Photos