Founder Keripik Singkong Sorodot Gaplok “Sidik Amin Mubarok”

Sidik Amin Mubarok adalah salah satu mahasiswa S1 Administrasi Bisnis yang teleh berhasil membuat brand usaha Keripik Singkong Sorodot Gaplok. Bisnis Sorodot Gaplok sendiri telah diulas di Media Cetak dan Elektronik Media Indonesia, berikut ulasannya:

Keripik singkong Sorodot Gaplok ini tetap eksis di antara ketatnya bisnis camilan ala kekinian. Lebih dari sekedar produksi, pengemasan, dan strategi pemasaran, Sam meluaskan pengembangan keripiknya sebagai peranti pengungkit kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya.
Mari simak kisah sang pendirinya, Sidik Amin Mubarok (Sam).

Karena bisnis makanan itu tidak akan pernah habis, karena kan itu kebutuhan pokok. Nah, pilih kripik karena pada 2013, saat saya mulai, sedang booming keripik.

Saya sedari kecil sudah harus berusaha menghidupi kehidupan sendiri sehingga ketika ada teman yang memberikan tantangan, memesan 44 bungkus keripik, langsung saja iyakan.

Padahal saat itu, produk keripiknya belum ada. Tantangannya, order pukul 08.00 pagi, harus beres pukul 02.00 dini hari.
Jujur saya bingung karena belum tahu mulai dari mana. Tapi, ya sudah yang penting mau nunjukin, bisa melakukan tantangan tersebut. Dari sanalah Sorodot Gaplok berawal.

Namanya unik juga ya, artinya apa?

Nama ini datang dari obrolan dengan teman saya, Dimas. Ia bilang, keripik buatan saya ini banyak yang suka, tapi sayangnya belum memiliki ciri khas, terutama dari nama dan variasi rasanya.

Lalu obrolan kami mulai masuk ke persoalan anak-anak zaman sekarang yang sangat gemar bermain gadget dan melupakan permainan tradisional. Akhirnya kami menyebut nama permainan tradi­sional Sunda satu per satu, mulai uucingan, bancakan, gorobak sodor, dan terakhir sorodot gaplok.
Saya berpikir nama sorodot gaplok enak didengar, sekaligus produk saya bisa jadi brand ambassador untuk melestarikan kebudayaan daerah. Setelah sekitar sebulan memenuhi tantangan teman saya, langsung deh ada pesanan 1.000 bungkus, alhamdulillah.

Bagaimana peluang bisnis makanan saat ini?

Khususnya kripik singkong, memang dari tahun ke tahun semakin tumbuh kompetitor yang mungkin lebih unik dan inovatif. Tapi, kalau kita tetap mempertahankan ide dan identitas, seperti bumbu dengan cita rasa rempah-rempahnya dan strategi promosi, ya bisa eksis. Saya buat jingle, tantangan tertentu, hingga program donasi.

Bisnis singkong akan terus bertahan, selagi jumlah remaja di Indonesia terus meningkat. Saya juga sudah ditawarkan masuk ke Persatuan Mahasiswa di Mesir. Hasil negosiasi, kalau di sini saya jual Rp15.000 per bungkus, di sana sekitar 40 real atau setara Rp45.000-Rp50.000 per bungkus.

Omset yang berhasil kamu bukukan?

Setelah 4 tahun, alhamdulillah sempat mencapai penjualan 4.000 bungkus per bulan. Itu artinya Rp60 juta per bulan.

Strategi yang kamu terapkan agar terus eksis?

Saya lebih menekankan pendekatan personal, karena bisnis ini benar-benar mengandalkan relasi, merekalah yang mempromosikan, juga menjadi reseller.

Kita juga harus bisa melihat tren dan masalah kekinian, contohnya, produk di media sosial, seperti Instagram, sudah tidak efektif lagi. Lalu harus berpikir, gimana caranya, orang melihat sesuatu, langsung teringat produk kita. Akhirnya, saya menggunakan strategi membuat jingle, berjudul Sorgap, kependekan dari Sorodot Gaplok.

Saya langsung merekrut orang-orang yang hobi menyanyi. Setidaknya di Unpad ada 20 ribu orang. Saya menggaet orang-orang yang suka menyanyi dan punya followers yang banyak. Ini mempermudah untuk bisa dikenal di kalangan mahasiswa.

Kamu pernah jatuh saat berbisnis, bagaimana cara bangkitnya?

Tentu pernah, pertama saat proses awal merintis, ketika saya pertama kali masuk kuliah. Produk dilempar ke muka saya oleh senior, katanya untuk apa saya beli, karena dulu bungkusnya memang masih plastik. Menurutnya, pengemasan seperti itu tidak cocok dipasarkan.

Kalau orang yang mudah memasukan ke hati, pasti langsung merasa terjatuh. Karena dia bilang di depan orang banyak, tegas sekaligus sinis.
Tapi, kalau kita mikir dari segi wirausaha, ini sebagai acuan untuk bangkit dan mengubah kemasan.

Saya langsung mengubah pengemasan. Coba kalau tidak diperlakukan seperti itu.

Kedua, karena saya berpikir Sorgap ini penunjang dan penopang hidup, sempat merasa enggak mampu melanjutkan kuliah dan bisnis sekaligus.
Tapi alhamdulillah, banyak yang mendukung.

Kemarin, setelah KKN, uang tabungan saya tinggal Rp6 juta, lalu saya cerita dengan ketua Karang Taruna di desa tempat KKN.

Saat itu ada tiga pilihan yang ia susulkan, mengandalkan Rp6 juta untuk keberlangsungan hidup, membuka usaha makanan lain dengan membeli gerobak, namun dengan proyeksi penghasilan Rp1,5 juta per bulan, atau meneruskan Sorgap dengan harapan ada perkembangan.

Akhirnya saya memilih melanjutkan Sorgap, benar saja, ada yang memesan Sorgap 10 ribu bungkus. Saya membeli singkong dan memesan kemasan dengan modal Rp6 juta, dan pinjaman Rp17 juta.

Namun, orang yang memesan tersebut tiba-tiba meng-cancel. Saya jadi menanggung utang Rp17 juta. Saya benar-benar bingung, memberanikan meminjam ke bank, namun ditolak.

Akhirnya saya ketemu langsung dengan pemilik percetakan dan mengatakan saya pasti akan melunasi utang tersebut, namun belum bisa memastikan kapan. Akhirnya bapak pemilik percetakan itu justru mengatakan menghargai kejujuran saya.

Setelah itu, saya dapet pesenan 4 ribu bungkus, kemudian 5 ribu, dan selanjutnya 3 ribu.

Menurutmu kenapa kita perlu berbisnis sejak dini?

Kacamata pebisnis, pasti memikirkan akan ada posisi jatuh suatu saat nanti. Untuk menanggulanginya, harus memupuk jiwa kewirausahaan sedari dini. Ini bisa jadi pemacu hidup untuk terus memperbaiki kualitas diri.

Katanya sedang buat proyek ekspedisi, ceritakan dong?

Ini diusung saya sendiri, namanya Ekspedisi Kami Kembali, Saatnya Berbagi, dengan cara bertahan hidup dan akses transportasi dengan Rp0.
Misinya, pendidikan yakni edukasi seputar impian anak anak di daerah tertinggal serta langkah perwujudan mimpinya, membantu make over strategi penjualan pedagang kecil di setiap kota yang disinggahi serta edukasi kebinekaan.

Selain itu pesan yang mau disampaikan, jangan pernah takut untuk menikmati keindahan Indonesia, perbedaan, serta kekayaan alamnya, biaya bukanlah alasan untuk tidak mencicipi keramahtamahan Indonesia. Jangan sampai kita hanya bisa bahagia dan sukses sendiri, tapi harus membagikannya ke orang lain! (M-1)

(sumber: http://mediaindonesia.com/news/read/116247/sorodot-gaplok-bisnis-dan-ekspedisi/2017-08-06)

Penulis: Hilda Julaika, Jurusan Jurnalistik Universitas Padjadjaran

Konferensi Nasional Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis Indonesia 2017

Kemampuan mahasiswa memiliki peranan yang sangat penting dalam peningkatan kualitas suatu bangsa. Kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa tidak terbatas dalam kegiatan akademik semata, melainkan juga dalam bidang keorganisasian. Hal tersebut dirasakan penting dengan alasan bahwa kemampuan tersebut dapat saling menunjang sehingga menghasilkan mahasiswa yang kritis, dinamis, serta berwawasan luas.

Dalam rangka meningkatkan wawasan serta menjalin persaudaraan antara mahasiswa Administrasi Bisnis/ Niaga seluruh Indonesia dibentuk suatu wadah yang menampung berbagai aspirasi mahasiswa yang diimplementasikan melalui suatu tindakan nyata. Wadah tersebut dibentuk agar dapat meningkatkan kualitas mahasiswa Administrasi Niaga dan Administrasi Bisnis Indonesia baik di bidang akademik maupun di bidang keorganisasian

Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis Indonesia (IMABI) adalah organisasi yang mewadahi mahasiswa Administrasi Bisnis/ Niaga se-Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan persatuan dan persaudaraan mahasiswa antar Lembaga Mahasiswa Administrasi Bisnis dan Administrasi Niaga se-Indonesia dalam menggali, menghayati dan mengembangkan jiwa entrepreneur dari anggota agar tercapai kemandirian dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Konferensi nasioal ini merupakan acara tahunan yang dimana tahun ini dipanitiai oleh teman-teman dari Administrasi Bisnis, Universitas Sumatra Utara dengan tema I-AM-CLASSIC “Improving Local Wisdom Business Creativity”. Kegiatan ini diadakan pada tanggal 21-28 Juli 2017 di Medan, Sumatera Utara.

Mahasiswa FISIP UNPAD Ikuti Gathering Galeri Investasi Se-Jawa Barat 2017

                                                                                            

 Bandung, 19 Juli 2017. Bursa Efek Indonesia (IDX) KP Bandung mengadakan acara gathering seluruh Galeri Investasi Se Jawa Barat. Acara ini dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Bandung pada 19 Juli 2017. Gathering ini merupakan momen silaturahmi antar pengurus Galeri Investasi sekaligus sebagai forum diskusi program kerja masing-masing Galeri Investasi dalam rangka pertukaran informasi untuk peningkatan mutu pengelolaan Galeri Investasi Se Jawa Barat. Acara gathering ini diikuti oleh Galeri Investasi di 20 Perguruan Tinggi di Jawa Barat, seperti dari Universitas Padjadjaran, Universitas Telkom, STEI Tazkia Bogor, Universitas Maranatha, Universitas  Widyatama dan dari perwakilan Galeri Investasi lainnya.

Sekarang ini Universitas Padjadjaran telah memiliki Galeri Investasi yang terletak di Lantai 3, Gedung C, FISIP Universitas Padjadjaran. UNPAD mengirimkan 2 mahasiswa yang sekaligus sebagai pengurus dari Galeri Investasi untuk mengikuti acara tersebut.

Rangkaian acara ini terdiri dari sambutan Kepala Pengembangan Wilayah Area I, penyampaian program BEI PIGP Bandung yang berkaitan dengan GI BEI, sosialisasi pengisian laporan bulanan GI BEI se Jawa Barat, penyampaian rencana kerja GI BEI se Jawa Barat dan sharing session, serta diakhiri dengan sesi foto bersama GI BEI se Jawa Barat.

Menurut Bapak Deddy selaku Kepala Pengembangan Wilayah Area I menyatakan bahwa Galeri Investasi ini merupakan wadah edukasi dan literasi dunia investasi dan pasar modal. Fokus dan tujuan utama didirikannya Galeri Investasi ini bukan hanya untuk memasarkan saham dan investasi lainnya tetapi untuk mengedukasi mengenai dunia investasi terhadap civitas kampus dan masyarakat lingkungan sekitar dan bersama BEI KP Bandung meningkatkan edukasi dan juga literasi keuangan masyarakat khususnya pasar modal. Menurutnya juga keberadaan galeri investasi harus diakui di universitas sebagai lab investasi.

Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama produktif antara pengurus GI, BEI, dan pihak Kampus agar pelaksanaan program yang dibuat dapat efektif dan efisien. Seperti pelaksanaan seminar dan kuliah umum mengenai dunia investasi. Adanya program yang bersinergis dan harus adanya edukasi untuk peningkatan minat dalam menabung saham. Sedangkan untuk pengetahuan lebih dalam mengenai lingkungan pasar modal terlebih syariah terdapat Sekolah Pasar Modal Syariah yang pembicaranya biasanya berasal dari MUI sehingga lebih memberikan pengaruh dan tidak lagi menimbulkan spekulasi atau meminimalisir keraguan dalam transaksi saham. Disampaikan juga bahwa dalam rangka meningkatkan kepercayaan dalam memahami dunia investasi melalui edukasi merupakan salah satu tugas dari Galeri Investasi.

Galeri Investasi Universitas Padjadjaran Jatinangor sendiri memiliki program kerja untuk paruh waktu kedua tahun 2017 yang terdiri dari kegiatan yang secara rutin dilakukan setiap hari selasa yang berupa kegiatan dan kumpul antar anggota Young Investor di GI UNPAD Jatinangor berupa diskusi untuk saling berbagi ilmu mengenai dunia investasi, studi banding ke beberapa Galeri Investasi yang ada di perguruan tinggi lain, mengadakan road show dan seminar mengenai dunia investasi ke seluruh fakultas yang ada di Univeristas Padjadjaran, mengadakan lomba trading antar mahasiswa, mengadakan pelatihan keorganisasian bagi pengurus GI dan juga pelatihan dunia pasar modal bagi para pengurus GI dan juga member Young Investor, dan program UNPAD Sauyunan yaitu menjadi tempat inkubator bisnis untuk para mahasiswa.

Program kerja ini memiliki tujuan secara keseluruhan untuk meningkatkan edukasi dan literasi dunia investasi kepada para mahasiswa dan juga masyarakat di sekitar Jatinangor serta dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan Galeri Investasi Universitas Padjadjaran.

 

Workshop Mata Kuliah HITS 2017 FISIP UNPAD

Pada hari Selasa 25 di ruang aula dekanat FISIP UNPAD, dilakukan workshop mata kuliah HITS untuk disampaikan pada semester pertama tahun akademik 2017/2018. Workshop dimulai dengan pengarahan dari Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Inovasi dan Kerjasama. Berikut beberapa arahan dari Dr. Santoso Tri Raharjo, S.Sos., M.Si

“Sebenarnya mata kuliah ini sudah biasa disampaikan diberbagai prodi, namun demikian setiap tahun diupayakan ada perbaikan dalam upaya penyampaiannya. Sebagai contoh, penyelenggaraan tahun ini, adalah evaluasi dari tahun 2016, yang diberikan melalui skema satu SKS. Pada tahun ini, beberapa mata kuliah digabung menjadi satu, sehingga SKS bisa membesar menjadi dua SKS, kecuali OKK yang berbobot 3 SKS”

“Khusus mata kuliah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, merupakan upaya penguatan pada sisi literasi. Hal ini juga sekaligus upaya integratif peningkatan karya ilmiah civitas Universitas Padjadjaran pada umumnya. Secara umum, jumlah publikasi telah meningkat, namun demikian jika tidak dipertahankan melalui program yang baik dan berkesinambungan, maka trend ini dikawatirkan akan tidak stabil dan menurun”.

Selanjutnya, menurut  Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Inovasi dan Kerjasama Publikasi karya ilmiah, sebaiknya didorong melalui program sarjana, sehingga tidak fokus kepada mahasiswa pasca saja. Hal ini perlu dilakukan dengan cara yang FUN (menyenangkan). Beragam metode pembelajaran, perlu dikembangkan sehingga menjadi proses belajar yang berintegrasi dengan tridarma, yaitu proses penelitian dan pengabdian masyarakat.

Artinya, menjadi tantangan bagi setiap dosen untuk mengembangkan pola penyampaian mata kuliah di kelas, yang sekaligus dapat mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik. Mata Kuliah HITS, harus menjadi Mata Kuliah yang produktif, sehingga bisa menghasilkan karya ilmiah yang terpublikasi, seperti buku yang ber-ISBN.

Semoga melalui workshop ini, terhasilkan program pembelajaran terbaik sebagai pembekalan terbaik bagi mahasiswa untuk mengarungi semester selanjutnya.

(Laporan Oleh Hery W &Imam S)

Seminar Internasional Public Policy, Religion and Social Transformation

Pada Hari Kamis 20 Juli 2017,  bertempat diruang seminar Gedung A FISIP Unpad Jatinangor, FISIP Unpad mengadakan International Conference dengan tema : Public Policy, Religion and Social Transformation. Acara tersebut di isi oleh Keynote Speaker bertaraf International diantaranya adalah Dicky Sofjan dari Universitas Gajah Mada (UGM), Prof. Bernard Adeney (USA) dan Prof. Imtiyaz Yusuf (Mahidol University).

Acara tersebut dibuka oleh Dekan FISIP Unpad Bapaj Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.Si., S.IP., M.T., M.Si (Han). “Pembahasan tentang  Public Policy, Religion and Social Transformation merupakan pembahasan yang sangat penting untuk didiskusikan, dimana masyarakat Indonesia ramai dengan fenomena isu-isu keagamaan, sehingga perlu kita diskusikan bersama dengan  peneliti-peneliti bertaraf Internasional yang memang telah melakukan riset-riset dalam isu-isu tersebut.”

Dicky Sofjan, Ph.D sendiri adalah Core Doctoral dari ICRS (International Ph.D Program on Inter-Religious). Pada saat ini beliau merupakan Principal Director bagi program di Sembilan negara yaitu program “Religion, Public Policy and Social Transformation in Southeast Asia”.

Bernard Adeney lulusan dari Amerika Serikat, yang mendapatkan gelar Magisternya di London dan mendapatkan gelar Doctoralnya di Berkeley. Prof Bernard Adeney adalah ahli di bidang kebudayaan, Politik, Sosial, dan Studi Religi.  Mempunyai istri orang Indonesia dan telah banyak menerbitkan buku tentang Agama dan Budaya: diantaranya: Modernitas, Agama dan Budaya Nenek Moyang di Indonesia (Modernity, Religion and Culture in Indonesia) (mss. in preparation), Etika Sosial Lintas Budaya (Cross Cultural Social Ethics) dan banyak buku lainnya.

Imtiyaz Yusuf adalah Profesor, dan pengajar di Center for Budhhist-Muslim Understanding in The College of Religious Studies di Mahidol Univesity Thailand.  Prof Imtiyaz Yusuf sangat menaruh perhatian khusus dan melakukan banyak riset pada kasus Rohingya  di Myanmar. Imtiyaz Yusuf telah banyak berkontribusi bagi Oxford Encyclopedia of Islamic World. Dan juga menjadi special Editor bagi he Muslim World – A Special Issue on Islam and Buddhism Vol. 100, Nos 2-3 April/July 2010. Selain banyak juga menerbitkan publikasi mengenai isu-isu keagamaan antara Budhism dan Islam di Asia Tenggara.

(laporan oleh HeryW dan Imam )

 

Seminar Internasional Public Policy, Religion and Social Transformation / Google Photos

Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Unpad Meraih prestasi di Sungkyunkwan University

Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Unpad Meraih prestasi di Sungkyunkwan University

Kamis, 13 Juli 2017­­- ISS Global Forum merupakan sebuah kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Sungkyunkwan University.  Korea Selatan pada program International Summer Semester.  ISS Global Forum tahun 2017 mengusung tema berjudul “How to Initiate and Utilize International Collaboration to Solve an Impending Global Problem”. Peserta dalam kompetisi ini berasal dari Perancis, Finlandia, Rusia. Dua mahasiswa Administrasi Publik FISIP Unpad yaitu Sonia Anthera Rojak(2015) dan Arlisa Sepvita Cahyazafira (2015) turut berpartisipasi dalam kompetisi ini dan berhasil meraih juara 1.

 

Presentasi berlangsung selama 10 menit dengan persyaratan semua anggota kelompok harus menjadi speaker dalan presentasi ini, setelah itu terdapat 5 menit untuk sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab semua penonton dan judges dapat bertanya kepada team yang telah memberikan presentasinya. Judges pada kesempatan kali ini merupakan para profesor yang berasal dari Afrika Selatan, Australia, Korea Selatan, Amerika, dll, yang berjumlah sekitar 10 orang.

 

Topik yang kami angkat yaitu mengenai bio degradable plastic yang merupakan sebuah inovasi mengenai plastik ramah lingkungan yang telah ditemukan oleh sebuah perusahaan asal bali yaitu Avani. Fokus kami disini yaitu dalam membangun global collaboration untuk dapat bekerjasama dengan seluruh negara di dunia dalam mengurangi jumlah plastik, kami yakin jika seluruh negara di dunia bekerjasama untuk membuat kebijakan yang ketat mengenai larangan penggunaan plastik maka kekhawatiran manusia akan dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastik akan berkurang. Tidak hanya berfokus pada pembuatan kebijakan yang ketat mengenai larangan pemakaian plastik saja, namun kami pun memberikan solusi yaitu penggunaan bio degradable plastic untuk mengantisipasi sulitnya mengubah kebiasaan manusia dalam menggunakan plastik.

Tawaran Mengikuti Festival Film Mahasiswa Indonesia 2017

Dalam rangka pengembangan kreativitas, minat dan bakat mahasiswa dalam bidang seni khususnya film, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, melaksanakan program Festival Film Mahasiswa Indonesia (FFMI) 2017.

Festival film tahun ini secara khusus didedikasikan bagi kesatuan dan persatuan bangsa yang diaktualisasikan dalam tema yang dipilih yaitu “Pengamalan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”.  Melalui festival ini diharapkan dapat memberi ruang ekspresi bagi pembentukan pola pikir, sikap, dan perilaku yang positif dan lebih mencintai bangsanya.

Berdasarkan perihal di atas, Direktorat Kemahasiswaan, Ditjen Belmawa mengundang mahasiswa yang terdaftar dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dalam bidang seni/film untuk berpartisipasi dalam kegiatan FFMI 2017.

Mohon bantuan Saudara untuk dapat menyampaikan dan atau mendorong UKM untuk mengikuti dan mengirimkan hasil karyanya dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Jenis film yang dilombakan adalah Fiksi/ Film Pendek.
  2. Durasi film minimal 5 (lima) menit, maksimal 30 (tiga puluh) menit, berwarna dan bersuara.
  3. Pembuatan tahun 2016 dan 2017.
  4. Dibuat oleh organisasi mahasiswa khususnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
  5. Produser, sutradara, dan penulis skenario/naskah film adalah mahasiswa aktif terdaftar di PD-Dikti.
  6. Apabila film menggunakan dialog/narasi bahasa daerah atau asing, maka harus diberi subtitle Bahasa Indonesia.
  7. Peserta diperbolehkan mengirim lebih dari satu film.
  8. Film yang pernah diikutsertakan ke dalam festival lain tidak boleh diikutsertakan lagi di festival ini.
  9. Musik/lagu, yang digunakan dalam film tidak diperkenankan menggunakan ciptaan orang lain, kecuali ada ijin tertulis, termasuk penggunaan cuplikan gambar/klip.
  10. Karya dikirim dengan data file dalam flash-disk format MOV/MP4 serta wajib menyertakan tautan URL Youtube, dikirimkan ke panitia dengan alamat:
    Direktorat Kemahasiswaan,Gedung D Lantai 4 Jl. Jenderal Sudirman Pintu Satu Senayan Jakarta,  disertai Formulir Keikutsertaan, Surat Pernyataan dan SK organisasi mahasiswa/UKM paling lambat tanggal 7 Agustus 2017.
  1. Hak cipta karya tetap menjadi milik peserta lomba. Khusus untuk kepentingan publikasi festival, penyelenggara dapat menggunakan cuplikan, sebagian materi dari karya peserta.
  2. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.
  3. Jika dikemudian hari ternyata didapatkan bukti bahwa karya pemenang bukan karya sendiri, maka penyelenggara berhak membatalkan dan menarik penghargaan serta hadiah yang sudah diberikan.
  4. Disediakan total hadiah Rp75.000.000,- (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah) dan piagam penghargaan.

Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang baik diucapkan terima kasih.

 

 

Direktur Kemahasiswaan,

TTD

Didin Wahidin

Tembusan:

Rapat Koordinasi Persiapan Semester baru FISIP Unpad

Pada hari senin tanggal 10 Juli 2017, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengadakan rapat koordinasi persiapan semester baru, diskusi terbuka terkait penyelenggaraan mata kuliah HITS Fakultas, pembahasan terkait penggunaan jam belajar di ruang kelas dan sosialisasi strategi catur dharma Unpad yang mengintegrasikan 4 bidang yaitu: pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kemahasiswaan.

 

Rapat dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. Politik Dr. Widya Setiabudi Sumadita, S.IP., S.Si., M.T., M.Si (Han),  Wakil Dekan I bidang Akademik, Kemahasiswaan, Inovasi dan Kerjasama Dr. Santoso Tri Raharjo, S.Sos., M.Si.,  Wakil Dekan II Bidang Perencanaan, Tata Kelola, dan Sumber Daya Dr. Moch Benny Alexandri, S.E., M.BA.,  dan juga Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Hery Wibowo, S.Psi., M.M.

 

Pada rapat tersebut juga didiskusikan beberapa hal teknis tentang rencana integrasi antara penyelenggaraan proses belajar mengajar dengan rencana jangka panjang penelitian masing-masing dosen melalui skema Hibah Internal Unpad (HIU) selanjutnya dibahas pula rencana penyediaan laman khusus di web FISIP Unpad yang menyediakan data roadmap penelitian dan pengabdian masyarakat dosen FISIP Unpad sebagai upaya percepatan skema integrasi proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Pada pertemuan kemaren juga, pimpinan Fakultas mengingatkan agar setiap civitas akademika di FISIP tetap melakukan dan menghasilkan kinerja terbaik untuk mendukung beragam target Indikator Kinerja Kunci (IKK) baik level Program Studi Departemen maupun Fakultas.

 

(Laporan oleh ImamS dan Hery W)

Rapat Koordinasi Persiapan Semester Baru FISIP Unpad / Google Photos

Halal Bihalal Keluarga Besar FISIP, FIB dan FIKOM

Pada Hari Senin 10 Juli 2017 bertempat di lapangan FISIP Unpad Jatinangor, berlangsung acara Halal Bihalal keluarga besar tiga Fakultas di Universitas Padjadjaran yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Komunikasi. Acara Halal Bihalal ini dihadiri Ibu Netty Heryawan (istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan) sebagai perwakilan Alumni, Wakil Rektor Universitas Padjadjaran Dr. Arry Bainus, M.A., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. Widya Setiabudi Sumadita, S.IP., S.Si., M.T., M.Si (Han), Dekan Fakultas Imu Budaya Drs. Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. Dadang Rahmat Hidayat, SH., S.Sos., MSi, beserta jajaran Pimpinan, Tenaga Kependidikan FISIP, FIB , FIKOM dan sejumlah perwakilan dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

 

Dalam acara ini ketiga Dekan Fakultas memberikan sambutan yang diwakili oleh Dekan FISIP Unpad Bapak Dr. R Widya Setiabudi “kegiatan ini digelar untuk mempererat silaturahmi antara civitas akademi di Universitas Padjadjaran, dan baru pertama kali ini kegiatan acara Halal Bihalal dilaksanakan berbarengan antara tiga Fakultas, FISIP, FIKOM dan FIB. Hal ini merupakan hal yang sangat baik karena kita sudah tidak harus berbicara Fakultas mana tapi kita ini satu Universitas Padjadjaran. Diharapkan terjalin kerjasama yang baik baik antara dosen ataupun tenaga kependidikannya dari semua Fakultas di Universitas Padjadjaran.

 

Acara tersebut di isi oleh ceramah dari Ustadz Ali Abu Khotib, LC.M.Pd.i, penampilan dari tim shalawat badawi dari tenaga Kependidikan FISIP Unpad, Penampilan Tari Topeng dari mahasiswa FISIP Unpad dan terakhir pembagian Doorprize yang berhadiah utama Kulkas dan Sepeda Gunung dari sponsor dan Donatur FISIP Unpad.

 

(Laporan oleh ImamS dan Hery W)

 

Halal Bihalal FISIP, FIKOM, FIB / Google Photos