FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS PADJADJARAN

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, Selasa (25/08). Kuliah umum bertema “Gambaran Umum dan Arah Kebijakan Pembangunan Jawa Barat” ini diberikan sebagai bagian dari acara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) FISIP Unpad.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, bersama pimpinan fakultas dan mahasiswa usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru FISIP Unpad di Kampus FISIP Unpad Jatinangor, Selasa (25/08). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Dalam kuliah umumnya, Gubernur mengungkapkan bahwa secara umum, cita-cita hadirnya sebuah negara ada tiga. Tiga cita-cita tersebut adalah hadirnya kesejahteraan, hadirnya rasa aman, dan menghadirkan penghambaan warganya pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agamanya masing-masing.

“Itulah tiga tujuan besar sebuah negara. Tentu saja dalam praktiknya banyak tahapan yang perlu kita lakukan menuju cita-cita besar tersebut. Salah satunya adalah membangun sumber daya manusia yang andal,” tutur Ahmad Heryawan

Dengan pengelolaan SDM yang unggul, maka akan tercipta SDM yang dapat mengelola sumber daya alam dengan baik, yang ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan bangsa. “SDM unggul itu tidak lain adalah anak-anak bangsa yang terpelajar,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan mengenai kegiatan prioritas Jawa Barat dan strategi pembangunan nasional, salah satunya mengenai strategi dalam mewujudkan perekonomian yang inklusif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, dan keunggulan sumber daya manusia. Ia pun mengkritisi kurang mampunya negara ini dalam hal pengelolaan sumber daya alam nasional, sehingga yang terjadi adalah sumber daya alam diambil, tapi tidak menghasilkan kesejahteraan yang memadai bagi masyarakat. Semestinya yang kita lakukan adalah pengelolaan sumber daya alam dari hulu ke hilir (sampai ke barang jadi), sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi, dan berdampak pada kesejahteraan.

“Saya khawatir, kita harus mengingatkan semua pihak, termasuk pihak-pihak pembuat kebijakan. Jangan-jangan dalam sisi ini ada kesalahan kebijakan,” ujarnya. Dengan demikian, ia mengharapkan para akademisi turut mengingatkan para pembuat kebijakan agar tidak salah dalam hal pengelolaan sumber daya alam.

Menurutnya, salah satu hal yang membuat kurangnya lapangan kerja di Indonesia adalah adanya kekosongan dalam proses pengolahan sumber daya dari hulu ke hilir. “Giliran kita punya hilir bahan bakunya dari luar, giliran punya hulu bahannya dijual ke luar. Di tengah-tengah ada kekosongan. Inilah yang menyebabkan pengangguran. Inilah yang menyebabkan kekosongan tenaga kerja karena proses ekonominya, proses industri tidak ada,” paparnya.

Kepada para mahasiswa baru FISIP Unpad, ia pun berharap para mahasiswa dapat berpikir besar. Generasi yang memiliki pikiran besar, merupakan calon yang akan menghadirkan bangsa besar. “Saya berharap secara khusus bahwa dari FISIP inilah hadir pemimpin-pemimpin hebat yang akan membawa Indonesia hebat di masa depan,” harapnya.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Rinaldi Yudakusumah, mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad terpilih menjadi Hipwee Community Ambassador dan mewakili kota Bandung dalam acara Hipwee Youth Camp pada 7 – 9 Agustus 2015 lalu di Yogyakarta. Hipwee Youth Camp ini merupakan ajang pertemuan para Hipwee Community Ambassador yang terpilih dari 6 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya dan Malang.

Para Hipwee Community Ambassador dan tim Hipwee *

Hipwee sendiri merupakan sebuah start up berbentuk media digital yang berisi konten-konten inspiratif dan kreatif. Hipwee memiliki 4 juta unique visitor setiap bulannya dan share per artikel hinggal 100 ribu kali. Ulasannya terdiri dari berbagai topik, yaitu motivasi, produktivitas, budaya pop hingga komentar sosial.

Sedangkan Hipwee Community berperan sebagai perekat komunitas pembaca Hipwee dalam program-program yang nyata dan berkelanjutan. Hipwee Community sendiri bertujuan untuk memperkuat jaringan pembaca Hipwee baik secara online maupun offline.  Selain menyasar target pembaca reguler Hipwee, Hipwee Community juga berperan dalam memperkenalkan Hipwee kepada publik secara luas. Nilai-nilai inspirasi dan kreatifitas anak muda menjadi elemen penting dalam pembangunan komunitas Hipwee yang memiliki misi besar “menemani langkahmu”, yaitu sebuah misi untuk menemani perjalanan anak muda dalam mempersiapkan masa muda yang berkreatifitas dan masa depan yang berkualitas.

Kegiatan Hipwee Youth Camp terdiri dari berbagai macam aktivitas menarik dan bermanfaat. Kegiatan tersebut antara lain Fish Bowl Dialogue, Focus Group Discussion, seminar, pertemuan dengan pemimpin-pemimpin komunitas di Yogyakarta, hingga menjelajah sejarah letusan Gunung Merapi bernama Lava Tour Merapi.

Dalam ajang ini juga, diberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang betapa pesatnya perkembangan teknologi, terutama internet dan sosial media pada saat ini. Diharapkan para Hipwee Community Ambassador mampu menguasai hal tersebut karena masa depan dunia akan sangat bergantung pada teknologi.

“Setelah mengikuti Hipwee Youth Camp, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga terutama mengenai pemanfaatan teknologi digital, karena seperti yang kita ketahui bahwa tren perkembangan perekonomian di Indonesia saat ini mulai bergantung pada terknologi digital dengan ditandai berjamurnya start up bisnis berbasis teknologi digital seperti toko belanja online, tiket online, hingga yang paling hits saat ini adalah aplikasi pemesanan ojek via online,” ujar Rinaldi..

Dengan demikian, sebagai salah satu perusahaan media digital di Indonesia yang sedang berkembang, Hipwee mengajarkan anak muda di Indonesia untuk lebih cakap pada teknologi dalam membangun negeri ini. “Sehingga diharapkan pemuda-pemuda Indonesia di masa depan mampu berperan aktif dan tidak hanya diam diri sebagai penonton saja,” ujar Rinaldi.*

Rilis / art

Unpad kembali melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaaan Republik Indonesia di Halaman Depan Gedung Utama Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin (17/08). Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr.

Peringatan HUT Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Unpad Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Senin (17/08). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-70 RI ini dilaksanakan mulai pukul 8.00 WIB, diikuti oleh staf kependidikan, dosen, dan mahasiswa Unpad. Sebagai petugas upacara dilibatkan pimpinan universitas dan mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan Unpad, meliputi Paduan Suara Mahasiswa, Unit Pramuka Unpad, Sadaluhung Padjadjaran Drum Corps, Korps Protokoler Mahasiswa, dan Unit Menwa Yon II Unpad.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Dr. med. Setiawan, dr berkesempatan menjadi pembaca Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Engkus Kuswarno, MS menjadi pembaca Pancasila, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, dan Tata Kelola, Prof. Dr. Ir. H. Roni Kastaman, MSIE menjadi pembaca doa.

Dalam penyelenggaraan upacara tersebut Rektor Unpad juga memberikan penghargaan kepada para mahasiswa berprestasi Unpad tahun 2015. Mereka adalah Jovianna Aprilia dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai Peserta Terbaik Pertama Program Sarjana, Bunga Diela dari Fakultas Kedokteran sebagai Peserta Terbaik Kedua Program Sarjana, Suci Sarah Andriany dari Fakultas Teknik Geologi sebagai Peserta Terbaik Ketiga Program Sarjana, dan Indri Wulannisa Shalihah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai Peserta Terbaik Program Diploma. *

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Selasa, 11 Agustus 2015 | 22:03 WIB

Pilkada Ditunda, Pakar Unpad Sarankan Jokowi Terbitkan Perpu

Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung – Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi mengatakan, asas keserentakan dalam Pemilihan Kepala Daerah akan cedera jika masih ada daerah yang mengalami penundaan karena hanya ada calon tunggal. “Kalau Presiden tidak mau ngasih Perpu ini kan jadi preseden buruk karena pemilukada tidak menjadi serentak,” kata dia saat dihubungi Tempo, Selasa, 11 Agustus 2015.

Muradi berlasan, penundaan pilkada jika karena partai politik gagal mencalonkan kandidatnya masih bisa diterima. “Tapi ini partai politik tidak mau mencalonkan, tidak mau mendaftarkan calonnya, artinya bukan karena berdasarkan aturan tidak bisa mencalonkan, tapi karena menyiasati diri dengan bentuk yang menciderai demokrasi,” kata dia.

Menurut Muradi, tanpa Perpu, preseden serupa akan tetap berpeluang terjadi pada pemilukada serentak pada 2017, 2018, serta 2020. “Ini sudah menciderai hak konstitusi publik. Publik jadi tidak punya pilihan kalau partai politik abai,” kata dia.

Muradi mengatakan, Perpu menjadi jalan keluar untuk memastikan pilkada berjalan serentak. Alternatif lain, merevisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah memakan waktu panjang. “Perpu ini bisa diproses pada konteks kesegeraan. Kalau revisi panjang waktunya. Kalau Perpu disetujui bersama bisa menjadi Undang-Undang,” kata dia.

Melakukan perpanjangan waktu pendaftaran pilkada juga dinilainya sia-sia. Muradi beralasan, jika celah penundaan pilkada masih terbuka, peluang terbuka terjadi hal yang sama. “Salah satu cara menutup celah itu dengan Perpu,” kata Muradi.

Terakhir, Muradi meminta agar ada pasal penjatuhan sanksi bagi partai politik yang tidak mengusung calon. “Sanksi itu mulai dari denda materi hingga pencabutan keikutsertaan partai bersangkutan di daerah dimana partai politik itu enggan mendaftarkan kandidatnya,” kata dia.

Hingga hari terakhir perpanjangan pendaftaran calon, sejumlah daerah yang mengikuti pilkada serentak masih tetap dengan calon tunggal. Di di Tasikmalaya, Jawa Barat misalnya, hingga penutupan perpanjangan waktu pendaftaran kepala daerah 11 Agustus 2015, pukul 16.00 WIB, hanya ada satu pasangan yang mendaftar yakni Uu Ruzhanul Ulum-Ade Sugianto yang diusung PDIP, Partai Golkar, PAN, PKS. Tiga partai yang berpeluang berkoalisi mengusulkan penantang petahana, yakni Partai Demokrat, Partai Gerindra, dan PKB tidak mendaftarkan calonnya.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Barat Herlas Januar mengatakan, partainya sudah berupaya melobi partai lainnya tapi berujung buntu. “Demokrat siap tapi partai lain tidak siap,” kata dia pada Tempo, di Bandung, Selasa, 11 Agustus 2015.

Herlas mengatakan, koalisi bersama Partai Gerindra juga tidak berlanjut. “Sampai tengah malam ngobrol belum ada keputusan,” kata dia. “Ketua Umum mendorong maju, tapi kondisi kita tidak bisa maju sendiri.”

Pantauan di lapangan pengurus Partai Demokrat dan Partai Gerindra mendatangi kantor KPUD Tasikmalaya, Selasa sore. Kedatangan mereka bukan untuk mendaftarkan calon, tapi untuk menjelaskan kenapa partai tidak mencalonkan di pilkada nanti.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Barat Radhar Tri Baskoro menjelaskan, secara umum partainya ingin mengikuti seluruh proses pilkada di Jawa Barat sesuai prosedur. Tapi, pada akhirnya, Radhar mengatakan, Partai Gerindra, PKB, Demokrat memutuskan untuk tidak mendaftarkan calon. “Ini sebuah keputusan yang bagi kami sangat dipenuhi oleh rasa tanggung jawab,” ujarnya.

AHMAD FIKRI | CANDRA NUGRAHA

Sumber : http://nasional.tempo.co/read/news/2015/08/11/078691080/pilkada-ditunda-pakar-unpad-sarankan-jokowi-terbitkan-perpu