WEBINAR BERBASIS WHATAPPS BERTEMA “SELF CONCEPT ATAS STANDAR KECANTIKAN WANITA DAN PERASANAA TIDAK AMAN (INSECRITY)”

KREATIVITAS SAAT #DIRUMAHSAJA: WEBINAR BERBASIS WHATAPPS BERTEMA “SELF CONCEPT ATAS STANDAR KECANTIKAN WANITA DAN PERASANAA TIDAK AMAN (INSECRITY)”
Terdorong untuk keingingan berkontribusi untuk masyarakat, sekaligus menyelesaikan tantangan tugas kuliah, Empat mahasiswa program studi Sosiologi FISIP Unpad yakni Reva Salsadilla, Dwi Laraswati, Mahvira Putri dan Hana Nabilah menggelar Webinar ini Seminar Daring yang dilaksanakan pada hari Minggu, 5 April 2020 pukul 19.30 WIB. Melalui persiapan yang cukup singkat, seminar ini berhasil diikuti oleh sekitar 80 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar SMA.
Peserta yang mengikuti acara ini tersebar dari beberapa asal daerah diantaranya, Cirebon, Garut, Bogor, Cianjur, Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Bandung, Banjar, Tanggerang Selatan, dan Gunungkidul Yogyakarta bahkan tercatat ada beberapa peserta dari luar Indonesia yang mengikuti webinar ini.
Maksud dan Tujuan diadakannya webinar ini adalah sebagai bahan penelitian tugas mata kuliah Psikologi Sosial pada prodi sosiologi, untuk mencari tahu pemahaman beauty standard itu seperti apa menurut peserta dan bahaya insecurity bagi diri, serta mengenali dan menanamkan self concept kepada peserta, yang nantinya diharapkan dapat mementuk konsep diri yang positif.
Langkah pertama untuk memantik keaktifan peserta, pemateri memberikan materi mengenai “cantik itu seperti apa? Apa ada standar kecatikan itu?”. Sebagian besar peserta sudah paham cantik bukan semata-mata dilihat dari fisik, tetapi dilihat dari attitude, kepribadian seseorang. Defnisi cantik itu relatif, yang mana beda orang pasti berbeda juga sudut pandangnya terhadap cantik itu. Dan pada dasarnya standar kecantikan yang dibentuk di berbagai Negara dibentuk oleh adat istiadat sebagaimana Negara tersebut. Sebagai contoh Suku Mursi, Ethiopia bahwa indikator kecantikannya dilihat dari tindikan diwajah pada wanita.
Materi berikutnya membahas dan menguak bagaimana akhirnya standar kecantikan seolah berbentuk jamak, seperti harus berkulit putih, mata belo hidung mancung, body goals, standarisasi ini dibentuk melalui media sosial (instagram, facebook, twitter). Melalui media sosial ditampilkan iklan, iklan dan model-model perempuan yang penuh dengan bias gender dan secara tidak langsung menggiring opini publik bahwa cantik harus seperti itu.
Standar kecantikan saat ini merupakan jebakan bagi wanita, tubuhnya dijadikan lahan bisnis bagi pihak-pihak peraup keunungan, dengan menjajakan produk-produk penunjang standar kecantikan ini. Sehingga hal ini mempengaruhi pandangan individu dalam melihat dirinya menjadi negative, selalu kurang tidak berpuas dan bersyukur. Self concept merupakan pandangan atau penilaian seseorang mengenai dirinya sendiri, pandangan ini dipengaruhi oleh faktor internal (diri kita sendiri) dan faktor eksternal (interaksi, lingkungan sosial). Setiap konsep diri yang dimiliki individu ada 3 poin penting didalamnyaa, pertama Body image ( gambaran entang diri kita sendiri), Ideal self (cita-cita/ harapa tentang keinginan diri yang sesai dengan dirikita), dan Social self (opini dan pendapat orang lain tetntang diri kita). Adapun beberapa cara menghadapi fenomena beauty standard ini dengan memperkuat konsep diri, bangunlah konsep diri positif, selain itu juga ada cara untuk memperkuat konsep diri atas beauty standard antara lain :
1. Meluruskan mindset, memahami bahwa beauty standard itu tidak selalu mengenai ciri penampilan luar saja tetapi ada beberapa hal yang menilai bahwa diri seseorang berhak dikatakan beauty
2. Melakukan intropeksi diri, dengan cara merenung dan menilai bagaimana kelebihan, kekurangan yang dimiliki masing-masing orang setelah melakukan intropeksi diri seseorang bisa dengan mudah mengoptimalkan kelebihan yang seseorang miliki untuk dapat menutupi kekurangan pada diri seseorang.
3. Memiliki tujuan atau goals
4. Stop membandingkan diri kita dengan orang lain karena hal tersebut bisa membuat diri seseorang semakin tidak percaya diri
5. Membangun sebuah relasi yang berkualitas dengan orang-orang yang memberikan support yang baik sehingga menciptkan suatu hal yang positif serta membangun
Respon peserta dalam webinar ini cukup tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ditanyakan melalui admin. Mayoritas peserta bertanya tentang hal yang berkaitan dengan cara mengatasi rasa insecure, membangun rasa percaya diri dan cara mengatasi gangguan dalam membangun konsep diri yang positif. Selain itu ada beberapa peserta yang bertanya terkait fenomena penggunaan skincare di masyarakat. Respon lain yang ditunjukan oleh peserta tidak hanya tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan namun peserta juga aktif memberikan pendapat sehingga tercipta suasana diskusi yang menarik antara pemateri dan peserta (HW/HumasFisipUnpad)