Kuliah Umum Dr. Darmansyah Djumala (Duta Besar Republik Indonesia untuk Austria dan PBB di Vienna)

 

 

 

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Diplomasi Nuklir dan Dilema Energi Nuklir Indonesia”, sebagai Nara Sumber dalam Kuliah Umum tersebut adalah Dr. Darmansyah Djumala (Duta Besar Republik Indonesia untuk Austria dan PBB di Vienna) dengan Moderator Dr. Akim, S.IP., M.Si. (Dosen Program Studi Hubungan Internasional.

Adapun acara tersebut dilaksanakan di Gedung A Lt.2 Pascasarjana FISIP Unpad Bandung pada tanggal 14 Januari 2020 yang lalu pada pukul 11.00 WIB s.d. selesai, pemandu acara dari mahasiswa Protokoler Fisip Unpad (PFU) dan dibuka oleh Dekan FISIP Unpad Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata dilanjutkan pemberikan cinderamata untuk narasumber.

Potensi dan Dilema Energi Nuklir Indonesia menurut Darmansya Djumala adalah

 

  • Energi Nuklir memiliki potensi sebagai sumber energi bersih (rendah emisi karbon) yang dapat memenuhi target pemenuhan kebutuhan energi listrik nasional, namun disisi lain energi nuklir dipandang sebagai teknologi ber-resiko tinggi.
  • Pasca kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi di Jepang, industri nuklir terus meningkatkan standar keselamatan untuk meminimalkan resiko terjadinya kecelakaan.
  • Upaya edukasi dan informasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap energi nuklir. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mewujudkan pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir yang aman, selamat dan berkelanjutan.
  • Indonesia sebagai negara anggota IAEA perlu terus meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi energi nuklir melalui berbagai mekanisme kerjasama dengan IAEA dan negara anggota lain, untuk mendukung kesiapan jika keputusan pembangunan PLTN diambil oleh Pemerintah RI.

Kesimpulan dari kuliah umum tersebut menurut Darmansyah Djumala adalah Nuklir tidak hanya identik dengan ancaman keamanan dan risiko tinggi tetapi juga telah berkembang sebagai medium untuk pengembangan ekonomi dan sosial, ada berbagai pandangan, kepentingan dan prioritas pada upaya untuk mempromosikan penggunaan damai energi nuklir dan teknologi, terutama di dalam IAEA dan perlu diperkuat upaya nasional dalam mengembangkan pendidikan nuklir dan outreach untuk meningkatkan dukungan publik terhadap penggunaan energi nuklir dan teknologi secara damai, Indonesia perlu terus meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi energi nuklir melalui berbagai mekanisme kerjasama dengan IAEA

 

Diskusi dilanjutkan dengan sessi tanya jawab dari beberapa peserta yang hadir kemudian ditujukan kepada narasumber untuk penjelasan lebih lanjut selanjutnya diakhir acara dilakukan foto bersama.

 

(Oleh : Komar K, Imam S. / Humas FISIP Unpad)

http://fisip.unpad.ac.id