International Conference on Indonesia Politics and Democracy Questioning the Quality of Democracy in the Realm of Electoral Politics

Bandung 9 Juli 2019 –  Pusat Studi Politik dan Demokrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran telah menyelenggarakan acara International Conference on Indonesia Politics and Democracy Questioning the Quality of Democracy in the Realm of Electoral Politics yang bertempat di UTC (Unpad Training  Centre ) Bandung yang dihadiri oleh 65 peserta terdiri dari  mahasiswa Program S1, S2. S3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Northumbria University UK-Binus University Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pasundan,  KPU Kabupaten  Flores Timur, IAIN SYEKH NURJATI CIREBON, , Student of TKP Batch III, KPU Kota Banjarbaru, KPU Kota Bogor dan Canada.

Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Ilmu Politik Pascasarjana FISIP Unpad Muradi, S.S.,M.Si.,M.Sc.,Ph.D. dan Kepala Pusat Studi Politik dan Demokrasi Fisip Unpad Ari Ganjar Herdiansah, S.Sos.,M.Si., Ph.D. yang menghadirkan Narasumber  yaitu :

  1. Edward Aspinall, Assoc. (Australia National University)
  2. Dr. Noor Sulastry Yurni Ahmad (Othman Yeop Abdullah Graduate School of Business, Universiti Utara Malaysia)
  3. Ari Ganjar Hediansah, S.Sos., M.Si., Ph.D (Universitas Padjadjaran)
  4. rer.Pol. Mada Sukmajati ( Universitas Gajah Mada)

International Conference on Indonesia Politics and Democracy Questioning the Quality of Democracy in the Realm of Electoral Politics membahas perkembangan demokrasi sebagai sebuah sistem politik dinilai mengalami pertumbuhan yang begitu pesat, hal ini di karenakan hampir seluruh negara di dunia menglaim bahwa mereka menerapkan sistem politik demokrasi, meski dengan latar ideologi yang berbeda. Indonesia sebagai salah satu negara yang menerapkan sistem politik demokrasi yang melaksanakanpesta demokrasi pada 17 April 2019, dimana Pemilu tersebut merupakan Pemilu ke 4 pasca Reformasi yang bergulir pada tahun 1998. Tentunya terdapat berbagai perbedaan yang ketara antara Pemilu sebelum dan Pasca Reformasi sebagaimana termaksud dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kepemiluan. Perubahan yang cukup signifikan tersebut siantaranya meliputi pelaksana pemilu, peserta pemilu, penyelengara pemilu, dan lain sebagainya.

Dalam rangka mewadahi adanya kajian-kajian akademis yang mengangkat soal tema atau isu politik dan demokrasi, maka Pusat Studi Politik dan Demokrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran bermaksud memberikan ruang bagi para mahasiswa, Akademisi maupun Peneliti dari berbagai lembaga pendidikan dan penelitian, di dalam maupun luar negeri, untuk memaparkan hasil kajiannya dan mendiskusikannya dalam forum ilmiah demi mendapatkan masukan akademis yang berharga.

(Oleh : Kusman R. K Kurnia / Humas FISIP Unpad)

 

 International Conference on Indonesia Politics and Democracy