Pelatihan Kepemimpinan bagi pengurus Organisasi Kemahasiswaan

Pada hari Senin, 8 Januari 2018 telah diadakan acara pelatihan Kepemimpinan bagi pengurus Organisasi Kemahasiswaan, Pelatihan dipimpin langsung oleh Manajer Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Hery Wibowo, S.PSi., M.M. , berikut adalah resume dan refleksi dari Peserta yang mengikuti Pelatihan tersebut:

Refleksi Diri dari Kegiatan Leadership Training

Dari kegiatan leadership training kemarin, saya mendapatkan suntikan semangat dan bekal ilmu yang insyaallah dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman dalam menjalani kehidupan berorganisasi dalam satu tahun kedepan. Namun dibalik itu saya pun semakin merenungkan diri, pikiran dan hati saya mengenai hakikat what’s the leader? what’s the leadership? How to be a good leader and have a soul of leadership? What’s i’m can or already to be a good leader? What’s my modal to be a good leader and have a soul of leadership?. Dari pernyataan tersebut saya menyadari jika diri saya belum ada apa apanya tentang semua itu. Saya masih harus belajar, berlatih, dan mencoba untuk menerapkan teori yang ada pada kehidupan nyatanya. Jika hanya tahu sebatas teori tanpa bisa mengaplikasikannya dengan tepat di kehidupan real itu sama saja dengan ketidakmanfaatan. Oleh karena itu PR kami sebagai mahasiswa, dan khususnya saya sesuai dengan pandangan ini adalah mulailah belajar dan berlatih untuk mengaplikasikan teori pada kehidupan nyata kita. Karena teori tanpa praktik tidak akan bermanfaat dan praktik tanpa teori yang benar merupakan suatu kerugian dan kesia-siaan. Di samping itu,  dari proses kegiatan kemarin saya melihat jika sekarang ini masih banyak mahasiswa termasuk diri saya sendiri yang masih memandang dan menyelesaikan suatu hal atau masalah hanya berdasarkan penglihatan dari permukaan saja tanpa mampu melihat secara mendasar dan menyentuh akar. Ini juga menjadi PR mahasiswa dan  khususnya saya bahwasannya kita harus memperbaiki mind set kita menjadi mind set mahasiswa yang mampu berpikir kritis dan analitis, sehingga ketika menghadapi suatu hal atau masalah pikiran kita akan terbuka untuk memandang dan menyelesaikannya secara mendasar dan dari akar. Untuk mencapai itu memang bukan hal yang mudah, namun kembali lagi kepada tekad kita untuk mau belajar dan berlatih mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Menilik keseluruhan pernyataan tersebut, saya semakin menyadari menjadi pemimpin itu bukan hal yang mudah dan main-main diperlukan adanya kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, serta tak lupa skill dan traits yang mumpuni menjadi hal yang wajib dimiliki oleh para pemimpin. Pemimpin itu memikul amanah dirinya sendiri dan para pengikutnya yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan diakhirat. Tentu ini merupakan kesalahan yang luar biasa beratnya jika kita lalai menjadi pemimpin, dan sungguh keberkahan tiada tara jikalau kita menuntun dan berjalan bersama-sama dengan mereka pada jalan yang baik, benar, dan tentunya diridhoi Allah SWT. Oleh sebab itu mari dari hal kecil kita pimpin diri sendiri dulu dengan bertanggung jawab dan sembari itu belajarlah menjadi pemimpin bagi orang lain yang mampu menuntun dan berjalan bersama-sama dalam pemikiran dan nilai yang positif agar kita terimbas manfaatnya dan mereka pun demikian.

 

Saya Muhammad Zia Ulhaq Wakil Ketua Dkm fisip unpad.

Dari diskusi dan sharing yg telah kita lakukan kemarin saya mendapat ilmu dan pengalaman yg luar biasa berharga kurusnya menambah pemahaman saya mengenai seorang pemimpin dan kepemimpinan.

Menjadi seorang pemimpin tidak lah mudah, seorang pemimpin haruslah memiliki kemampuan yg lebih diantara yg lainnya, menjadi pemimpin haruslah mampu bertanggungjawab, mampu berkomunikasi dengan baik, memberikan contoh atau suri tauladan bagi anggotanya. Sebelum menjadi pemimpin haruslah mampu dan memahami potensi yang ada pada dirinya.

Untuk mengeluarkan potensi itu ada berbagai cara salah satunya yaitu dengan ikut bergabung dalam sebuah organisasi dll.

Alhamdulillah, insya Allah dengan segala ilmu yg saya dapat dari hasil diskusi akan memberikan dampak positif untuk DKM fisip unpad kedepannya.

 

saya Safri Sholehuddin, sebagai Wakil Ketua BPH HIMA KS 2018, ingin memberikan refleksi yang saya dapat dari kegiatan Leadership Training, jadi yang saya dapatkan dari kegiatan tersebut yang pertama adalah saya dapat lebih mengenali teman-teman pemimpin  dari jurusan lain, dimana dengan adannya perkenalan yang semakin erat akan terbentuk komunikasi yang baik, sehingga kedepannya saya dapat bekerjasama dengan pemimpin jurusan lain dan membawa nama FISIP untuk lebih unggul, kedua yang saya dapat dari kegiatan tersebut yaitu dapat mengetahui potensi diri dan dapat menilai diri kita, apa kelebihan dan kekurangan yang kita miliki dan dapat mengetahui solusi yang tepat untuk mengurangi kekurangan yang ada, dan dari kegiatan tersebut kita dapat belajar bahwa, sebagai pemimpin kita harus memberikan contoh yang baik bagi para anggotanya, dan tidak memikirkan urusan dunia  terus menerus, kita juga harus memikirkan pertanggung jawaban yang kita buat di akhirat nantinya.