Pelatihan Penyusunan Proposal PKM

Pada hari  Kamis tanggal 26 Januari 2017 dilakukan pelatihan Penyusunan Proposal PK M (Program Kreativitas Mahasiswa) untuk katagori PKM Karya Tulis (PKM-KT), adapun dua sub katagori dari PKM kata yang dibahas adalah PKM Gagasan Tertulis dan PKM Artikel Ilmiah.

Acara di isi oleh Manajer Akademik dan Kemahasiswaan yang dibantu oleh tim kemahasiswaan FISIP Unpad. Tujuan dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk membantu mahasiswa mengenal Kompetisi PKM, menyusun proposal PKM dan mengirimkan proposal PKM melalui metode unggah di laman Dikti.

Program ini tetap dilakukan ditengah liburan mahasiswa mengingat tanggal batas akhir peng-unggahan adalah 5 Februari 2017. Guna meningkatkan partisipasi peserta pelatihan maka acara direncanakan dilakukan  2 kali yaitu pada hari Kamis 26 Januari dan hari Senin 30 Januari 2017.

Melalui acara ini diharapkan tingkat partisipasi mahasiswa meningkat dan jumlah peraih medali pada ajang ini bertambah. Berikut penjelasan detail tentang PKM GT dan PKM AI:

PKM GT

Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT) merupakan salah satu bidang PKM-Karya Tulis. PKM-GT merupakan kelanjutan dari Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM)  setelah  diintegrasikan ke  dalam  program  PKM.  Bergabungnya  KKTM ke dalam PKM memberi konsekuensi tidak terselenggaranya jenjang kompetisi antar wilayah sebagaimana  terjadi  sebelumnya.  Demikian  pula,  pembidangan  KKTM  yang diklasifikasikan, secara spesifik ke dalam lingkungan hidup, INTIM, IPA, IPS, Pendidikan dan Seni, ditiadakan. Dalam kompetisi PKM-GT tidak mempertimbangkan bidang ilmu.

PKM-GT merupakan wahana mahasiswa dalam berlatih menuliskan ide kreatif sebagai respons intelektual atas persoalan aktual yang dihadapi masyarakat. Ide tersebut harus unik, kreatif, visioner  dan  bermanfaat  sehingga  idealisasi  kampus  sebagai  pusat  solusi dapat menjadi kenyataan. Sebagai intelektual muda, mahasiswa umumnya cenderung pandai mengungkapkan fakta sosial, namun melalui PKM-GT, level nalar mahasiswa tidak hanya dituntut sampai sebatas mengekspos fakta tetapi justru harus mampu memberi atau menawarkan solusi. Ide kreatif dalam PKM-GT, jika diimplementasikan bisa memerlukan waktu yang lama, biaya dan sumber daya yang besar. Jadi PKM-GT tidak seperti PKM 5 bidang yang dapat diselesaikan dalam waktu 3-5 bulan.

Sebagai salah satu PKM yang ditampilkan dalam  PIMNAS, maka tata tertib dan segala sesuatu yang terkait pada persyaratan presentasi diatur dalam Bab X tentang PIMNAS.

 

PKM AI

Berbeda dengan keenam jenis PKM sebelumnya yang melibatkan pelaksanaan kegiatan fisik di laboratorium ataupun lapangan, PKM-AI tidak mengenal adanya kegiatan semacam itu. Jika dalam kelima jenis PKM sebelumnya, kelompok mahasiswa mengajukan Proposal kegiatan ke Direktorat, maka untuk  PKM-AI  kelompok  mahasiswa  cukup  menyampaikan karya tulis dalam bentuk artikel  ilmiah     dikirimkan secara  online. Karya tersebut ditulis mengacu pada kegiatan yang  telah selesai dilakukan kelompok  mahasiswa  yang  sama. Kelompok penulis yang artikel ilmiahnya dinilai baik dan layak dipublikasikan, akan memperoleh insentif dana tunai sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah).

PKM-AI diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran dan hasil-hasil kegiatan ilmiah yang telah  dilakukan ke dalam bentuk  sebuah artikel ilmiah sesuai kriteria standar penulisan jurnal ilmiah. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu mengantarkan mahasiswa kepada keterampilan atau kemahiran menulis.Melalui kemahiran  tersebut  mahasiswa secara  runut  mampu  menguraikan  suatu permasalahan sehingga mendorong perlunya usaha penyelesaian atau pencarian solusi dengan tujuan tertentu, kaitannya dengan usaha-usaha yang mungkin telah dilakukan orang lain.   Disamping   itu   mahasiswa   juga   mampu   memilih   teknik   dan   landasan   metode penyelesaian  masalah  disertai  dengan  kemampuan  menguraikan  landasan  teori  yang terkait   dengan   permasalahan   yang   dibahas,   serta   ketajaman   pembahasan   dan menganalisis hasil yang diperoleh, yang akhirnya bermuara pada penyimpulan upaya penyelesaian masalah yang telah dilakukan.

Ada tiga karakter utama PKM-AI, yaitu: a) tidak ada usulan pembiayaan; b) usulan berupa artikel ilmiah siap terbit yang mengikuti kelaziman kaidah penulisan suatu jurnal ilmiah; c) sumber penulisan artikel ilmiah tersebut adalah kegiatan yang telah selesai dilakukan kelompok  mahasiswa penulis  artikel.  Karakter terakhir ini sekaligus menunjukkan  bahwa sumber penulisan merupakan kegiatan, bukan laporan.

Dalam PKM, kreativitas dan kerja sama tim merupakan dua unsur yang diprioritaskan. Oleh karena itu, sejak dimulainya implementasi PKM-I tahun 2006 dan PKM-AI 2009, penulisan mahasiswa tunggal dalam rangka Skripsi atau Tugas Akhir tidak diperkenankan lagi karena tidak adanya unsur kerjasama tim. Demikian pula hasil praktikum tidak diperkenankan dijadikan sumber artikel PKM-AI karena tidak ada unsur kreativitas. Sebagaimana pembidangan dalam 5 (lima) PKM lain, PKM-AI menganut pembagian bidang yang sama.

 

(Hery W dan Imam S/Humas FISIP Unpad)