Sosialisasi Pengisian SIAT Tenaga Kependidikan untuk Perhitungan Remunerasi

Sosialisasi Sasaran Kinerja Pegawai
Pada hari Kamis tanggal 30 November 2016 di Gedung B lantai 2 Fisip dilakukan sosialisasi Sasaran Kinerja Pegawai yang akan segera diberlakukan di lingkungan Universitas Padjadjaran.
Pengarahan dilakukan oleh Manajer Perencanaan dan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Bapak Imanudin Kudus S.IP, M.SI. Acara, yang berlansung dari pukul 13.00 ini dihadiri oleh lebih dari 50 persen tenaga kependidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, khususnya bagi tenaga kependidikan yang bertugas di Kampus Jatinangor.
Pada acara ini, dibahas secara detail mengenai poin-poin remunerasi dari pekerjaan tenaga kependidikan, yang dikategorisasikan berbasis induk aktivitas seperti memelihara, melayani, membubuhkan, memindahkan, menyortir dan lain-lain. Adapun tujuan dari acara ini adalah untuk memperkenalkan model Sasaran Kinerja Pegawai, agar setiap pegawai nantinya dapat mengerti dan paham pola pengisiannya pada akun masing-masing. Pemahaman ini tentunya sangat penting untuk menumbuhkan motivasi kerja, menjaga etos kerja, serta menjaga semangat kerjasama antar pegawai. Serta tidak kalah pentingnya, adalah agar tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tidak melakukan kesalahan dalam mengisi poin-poin Sasaran Kinerja Pegawai di SIAT masing-masing.
Penjelasan, dilakukan dengan detail dan tajam, serta menyentuh beragam bentuk dan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Ketika membahas aktivitas pemrograman, Imannudin Kudus menjelaskan bahwa “program pemograman, walaupun ranahnya di pusat. Namun setiap unit seyogianya memiliki ruang inovasi untuk membangun program-program yang berpotensi memudahkan pekerjaan di Unit. Prinsipnya tidak bertabakran dengan apa yang telah dibangun di pusat”.
“Aktivitas paraf” lanjut Imanudin Kudus, “Sebenarnya memiliki banyak aspek pemeriksaan, kejelasan dan detail pekerjaan. Artinya ini adalah proses yang perlu dipertanggungjawabkan, karena memaraf adalah unit terakhir dari aktivitas pemeriksaan aka nisi dari surat/pernyataan yang diparaf”.
Selanjutnya Imanudin Kudus menjelaskan “Untuk bagian rumah tangga, perlu diperhatikan surat yang perlu disortir, dipilih dan dipilah, termasuk apakah surat itu berbentuk fisik, ataupun e-office. Prinsipnya, jika urusan surat menyurat, perlu diperhatikan mana urusan yang sangat berkaitan dengan urusan kantor. Bedakan dengan surat pribadi”, tegasnya. Manajer Perencanaan dan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, selanjutnya juga menegaskan bahwa jangan sampai media sosial whatsapp, menggantikan peran e-office.
”‘Pada konteks aktivitas mendokumendasikan, berarti kita bicara bukan hanya foto dan video, namun juga arsip, surat menyurat dll, yang berhubungan langsung dengan kegiatan yang sedang dilakukan. Karena setiap kegiatan biasanya akan berhubungan dengan keuangan, sehingga memerlukan pertanggungjawaban yang jelas, dan dokumentasi arsip/dokumen yang dibutuhkan” tegas Imanudin Kudus. (Hery W, dan Imam S/Humas FISIP UNPAD).

https://goo.gl/photos/tA89PuTRim6vxYE89