Absensi Kuliah Gunakan Fingerprint, Mahasiswa Baru Lakukan Registrasi Sidik Jari

Sebanyak 3.552 calon mahasiswa baru Universitas Padjadjaran Tahun Akademik 2016/2017 dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri melaksanakan registrasi administrasi di Bale Santika Unpad Kampus Jatinangor. Registrasi digelar selama dua hari sejak kemarin hingga Rabu (3/08) ini. Para calon mahasiswa baru juga melakukan registrasi sidik jari di mesin fingerprint. Ini terkait dengan kebijakan baru Unpad untuk menggunakan mesin fingerprint sebagai sarana absensi perkuliahan mahasiswa.

Salah satu calon mahasiswa sedang melakukan foto untuk Kartu Tanda Mahasiswa saat registrasi administrasi di Bale Santika Unpad Jatinangor, Selasa (2/08). (Foto oleh: Arief Maulana)*

Salah satu calon mahasiswa sedang melakukan foto untuk Kartu Tanda Mahasiswa saat registrasi administrasi di Bale Santika Unpad Jatinangor, Selasa (2/08). (Foto oleh: Arief Maulana)*

Direktur Pendidikan Unpad Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes., mengatakan, absensi fingerprint ini dilakukan dalam rangka persiapan program Tahapan Persiapan Bersama (TPB) bagi mahasiswa baru TA 2016/2017. Mesin ini akan dipasang di beberapa ruang kelas di seluruh gedung perkuliahan kampus Jatinangor.

“Absen fingerprint ini terkoneksi dengan SIAT, sehingga akan ketahuan absensi setiap mahasiswa,” ujar Prof. Budi saat ditemui di sela pelaksanaan Wisuda Unpad, Rabu (03/08).

Lebih lanjut Prof. Budi mengatakan, karena dalam program TPB ini setiap kelas diisi oleh mahasiswa dari berbagai program studi, maka mesin fingerprint yang tersedia di satu fakultas dapat digunakan untuk seluruh mahasiswa. “Jadi satu mesin fingerprint itu gabungan dari beberapa kelas,” kata Prof. Budi.

Untuk calon mahasiswa baru jalur SNMPTN yang sudah melakukan registrasi administrasi, Prof. Budi mengatakan, pihaknya akan memanggil kembali seluruh calon mahasiswa tersebut untuk dilakukan pendaftaran sidik jari pada mesin fingerprint. Proses pendaftaran akan dilakukan pada 19 Agustus mendatang.

Registrasi administrasi di hari Selasa kemarin ditujukan untuk peserta yang mendaftar program Bidikmisi dan non Bidikmisi. Sementara regitsrasi di Rabu ini ditujukan untuk peserta non Bidikmisi. Untuk registrasi kali ini, sebanyak 338 peserta mendaftar program bantuan Bidikmisi.

Calon mahasiswa baru yang melakukan registrasi adalah mereka yang sudah mengisi biodata online pada 30 Juni hingga 18 Juli lalu. Kemudian, calon mahasiswa melakukan pemeriksaan kesehatan pada 19 – 29 Juli lalu di Gedung UPT Kesehatan Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 46, Bandung.

Pada proses registrasi administratif, calon mahasiswa baru diminta membawa sejumlah berkas yang telah ditentukan pada saat pengisian biodata online untuk dilakukan verfikasi oleh petugas. Calon mahasiswa baru juga melakukan pemotretan untuk Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) serta mendapatkan Nomor Pokok Mahasiswa (NPM).

Terkait registrasi administrasi, Prof. Budi mengatakan, jika terdapat kendala maka Unpad telah menyediakan tim di meja kasus. Meja pelayanan ini juga akan membantu proses pemindahan program studi bagi calon mahasiswa baru yang terindikasi buta warna berdasarkan hasil tes kesehatan yang bersangkutan. Pemindahan prodi ini dilakukan bagi calon mahasiswa yang mendaftar di prodi yang mensyaratkan tidak buta warna.*

Sumber : www.unpad.ac.id