Dua Dosen Unpad Terpilih Mengikuti International Dean’s Course – South East Asia di Jerman

[Unpad.ac.id, 11/07/2016] Dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan kolaborasi internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, dua dosen Universitas Padjadjaran terpilih mengikuti International Dean’s Course – South East Asia di Jerman, pada 20 Juni hingga 1 Juli 2016 lalu. Dua dosen Unpad tersebut adalah Dr. Mudiyati Rahmatunnisa sebagai Wakil Dekan II Sekolah Pascasarjana, dan Dr. med. Setiawan sebagai anggota Staf Khusus Rektor.  Mereka terpilih bersama 28 peserta lainnya dari 8 negara di kawasan Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam dari sekitar 140 pelamar.

Dr. Mudiyati Rahmatunnisa dan Dr. med. Setiawan saat menerima sertifikat partisipasi dari Prof. Peter Mayer sebagai Course Director International Dean’s Course - South East Asia di Jerman yang dilaksanakan pada 20 Juni - 1 Juli 2016 *

Dr. Mudiyati Rahmatunnisa dan Dr. med. Setiawan saat menerima sertifikat partisipasi dari Prof. Peter Mayer sebagai Course Director International Dean’s Course – South East Asia di Jerman yang dilaksanakan pada 20 Juni – 1 Juli 2016 *

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama antara German Academic Exchange Service (Deutscher Akademischer Austausch Dienst – DAAD), German Rektors’ Conference, Hochschule Osnabrueck, Alexander von Humboldt Stiftung, Freie Universitaet Berlin, serta bantuan tenaga ahli regional dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Multimedia Malaysia, dan Philippine Normal University.  Kegiatan di Jerman ini merupakan tahap I dari serangkaian kegiatan yang akan dilanjutkan pada tahap II di Manila, Filipina pada tanggal 23-27 Oktober 2016 dan tahap III di Yogyakarta, Indonesia pada tanggal 5-10 Februari 2017.

Pada tahap I dari kegiatan International Dean’s Course ini, dipelajari dan didiskusikan secara aktif berbagai hal, seperti tentang sistem pendidikan tinggi di Jerman, perbandingan pendidikan tinggi di kawasan ASEAN, tata kelola universitas, kepemimpinan dan komunikasi di pendidikan tinggi, manajemen konflik, manajemen strategik di perguruan tinggi, manajemen keuangan, manajemen penjaminan mutu, dan kerja sama.  Selanjutnya, pada kegiatan tahap II akan dipelajari tentang manajemen perubahan, sementara pada tahap III akan dipelajari tentang manajemen sumber daya manusia.

IMG_7905Untuk memastikan ketercapaian tujuan pelatihan, setiap peserta diminta untuk membuat Project Action Plan (PAP) disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi asal peserta.  Dr. Mudiyati merancang PAP mengenai model penyelenggaraan program S2 dan S3 berbasis kerja sama penelitian dalam rangka mendukung ASUP Jabar.  Sementara Dr. med. Setiawan lebih fokus pada penguatan komersialisasi riset di Unpad menuju universitas entrepreneurial.  Untuk menyusun dan melaksanakan PAP ini, dilakukan peer learning dan juga bantuan dari mentor yang merupakan trainer dari Indonesia, serta alumni IDC angkatan sebelumnya yang berasal dari Malaysia dan Filipina.

“Pola pelatihan yang menekankan pada outcome melalui PAP ini sangat baik dilakukan di Unpad sehingga pencapaian kompetensi dan peningkatan kemampuan peserta pelatihan dapat dibuktikan.  Demikian pula, pola peer learning dan mentorships akan mendukung peserta apabila ada permasalahan yang dihadapi dalam teknis pelaksanaannya.  Selain itu, metode pelatihan diperkaya dengan metode seperti Gallery Walk, Sesi konsultasi antar peserta, penugasan peserta dan presentasi, metode kartu, dan kunjungan langsung ke Freie Universitaet Berlin,” kata Dr. Setiawan.

Keberhasilan Unpad meloloskan dua dosen ini sama dengan capaian dari University Malaya yang meloloskan dua dosen mengikuti kegiatan ini.  “Mengingat manfaat besar dari keikutsertaan pada kegiatan serupa, maka partisipasi dosen Unpad, khususnya para Dekan, Wakil Dekan, dan Kepala Departemen sangat penting untuk terus didorong ke depannya,” harap Dr. Setiawan.*

Rilis / art