Kebersamaan Terbangun Bila Alumni Tidak Hanya Berorientasi Fakultas, Tapi Universitas

Ikatan Alumni (Ika) Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan Reuni Akbar dan Musyawarah Besar ke-IX di Kampus Jatinangor, 16 dan 17 April 2016. Salah satu agenda utama kegiatan tersebut ialah pemilihan Ketua Umum Ika Unpad periode 2016 – 2020.

Kiri ke kanan: Ketua Ika Unpad, Sapta Nirwandar, Ketua MWA Unpad, Rudiantara, Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, dan moderator Slamet Usman, MSi., saat sarasehan bertema �Kontribusi dan Peran Strategis Unpad dalam Pembangunan Indonesia� di Bale Santika Unpad Jatinangor, Sabtu (16/04). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Kiri ke kanan: Ketua Ika Unpad, Sapta Nirwandar, Ketua MWA Unpad, Rudiantara, Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, dan moderator Slamet Usman, MSi., saat sarasehan bertema  Kontribusi dan Peran Strategis Unpad dalam Pembangunan Indonesia di Bale Santika Unpad Jatinangor, Sabtu (16/04). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Mengusung tema Hayu Ngahiji Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, alumni merupakan salah satu komponen penting Unpad. Untuk itu, melalui kegiatan ini alumni diharapkan mampu menuangkan berbagai gagasan untuk bisa memberikan kontribusi lebih baik bagi bangsa.

Jiwa roh Unpad adalah insan abdi masyarakat, pembina nusa bangsa. Kegiatan ini menjadi momentum terbaik untuk kembali memperkuat jati diri kita untuk mengabdi pada bangsa, kata Rektor saat membuka kegiatan di Bale Santika Unpad Kampus Jatinangor, Sabtu (16/04).

Dalam acara pembukaan tersebut, hadir Ketua Majelis Wali Amanat Unpad Rudiantara, MBA., Ketua Ika Unpad Dr. Sapta Nirwandar, Dewan Penasihat dan pengurus Ika Unpad, Rektor ke-7 Unpad Prof. Dr. Yuyun Wirasasmita, M.Sc., pimpinan dan Dekan fakultas di lingkungan Unpad, tamu undangan, serta perwakilan alumni dan civitas academica.

Selain Mubes dan Reuni Akbar, kegiatan ini diisi oleh rangkaian acara lainnya, meliputi Sarasehan bertema Kontribusi dan Peran Strategis Unpad dalam Pembangunan Indonesia dengan pembicara Rektor Unpad, Ketua MWA, dan Ketua Ika Unpad serta kegiatan Job Fair 2016.

Lebih lanjut dalam acara Sarasehan Rektor mengungkapkan, seiring penetapan status PTN Badan Hukum, Unpad tidak lagi berbicara di sektor masa tunggu alumni untuk mendapat kerja, angka efisiensi edukasi, serta jumlah publikasi internasional.

Indikator yang paling penting adalah seberapa penting perguruan tinggi, yang salah satunya adalah alumni, dalam pembangunan ekonomi makro serta pengembangan budaya, papar Rektor.

Guna mewujudkan hal tersebut, Sapta mengatakan setiap alumni harus membangun sosial kohesivitas. Kohesivitas ini akan terbangun apabila setiap alumni tidak lagi bersifat faculty oriented. Hal ini yang menurutnya masih belum tampak pada alumni Unpad.

Akan lebih bagus lagi kalau alumni bisa bersinergi antar fakultas, kata Sapta.

Dengan potensi keilmuan yang beragam, sinergi alumni Unpad diharapkan dapat mendorong penguatan program pemerintah. Hal tersebut dikemukakan oleh Rudiantara yang juga merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan pemerintah saat ini membutuhkan banyak kontribusi dari berbagai pihak.

Alumni Unpad diharapkan bisa menciptakan program yang mampu melakukanplanning maupuncontroling dari setiap program yang dijalankan pemerintah, kata Rudiantara.

Terkait dengan kegiatan reuni akbar ini, Rektor mengharapkan para pimpinan fakultas juga dapat menginformasikan berbagai perubahan yang terjadi di Unpad.

Musyawarah besar sendiri akan membahas beberapa kewenangan, antara lain penetapan AD/ART, perumusan garis besar program kerja, serta menetapkan Ketua Umum Ika Unpad terpilih serta penetapan berbagai keputusan lainnya.

Sementara pemilihan ketua umum akan diselenggarakan pada Minggu (17/04) di sela pelaksanaan Mubes. Sapta mengatakan, partisipasi alumni dalam pemilihan umum ini akan mencapai 5.000 orang. Ada 3 kandidat Calon Ketua Umum Ika Unpad 2016-2020, yaitu Hikmat Kurnia, Ahmad Doli Kurnia, dan Yuddy Chrisnandi.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh