Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto: Koalisi Lebih Dominan untuk Kepentingan Kekuasaan

sekjen-pdip-hasto-kristiyanto-di-unpad_20160215_154047
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kedua kanan) dan Djayadi Hanan (ketiga kanan) menerima plakat dari FISIP Unpad seusai mengisi kuliah umum perdana semester genap 2016, Senin (15/2) di kampus Unpad Jalan Bukit Dago Utara No.25 Bandung.
 FISIP Unpad menggelar kuliah umum dengan tema “Dinamika Koalisi Partai Politik di Tingkat Parlemen” pada Senin (15/2) di kampus Unpad Jalan Bukit Dago Utara No.25 Bandung. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Direktur Eksekutif MSRC Djayadi Hanan hadir sebagai pembicara pada kuliah umum ini.

Kuliah umum ini adalah yang pertama diselenggarakan FISIP Unpad pada semester genap 2016. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 ini dihadiri mahasiswa S1 dan S2 FISIP Unpad.

Pada kesempatan tersebut, Djayadi Hanan menjelaskan bahwa dalam kajian ilmu politik, tidak ada hubungan langsung antara sistem pemilu dengan sistem pemerintahan.

Seringkali, sistem presidensial akan efektif jika sistem pemerintahannya sederhana.

Ia mendefinisikan efektivitas pemerintahan, baik itu presidensial maupun parlementer kedalam tiga indikator besar. “Pertama, apakah demokrasinya stabil atau tidak. Yang kedua, apakah terjadi deadlock antara eksekutif dengan legislatif, sehingga mereka tidak bisa bekerja. Ketiga, kinerja pemerintahannya. Kinerja pemerintahan itu bisa dalam arti kinerjanya DPR atau kinerjanya presiden,” jelasnya.

Sementara itu, Hasto menjelaskan praktik demokrasi elektoral. Menurutnya peta koalisi kini lebih didominasi oleh kepentingan elektoral untuk kekuasaan. Dengan kata lain, desain kepartaian yang hanya sebagai alat mobilisasi suara untuk memenangkan pemilu melalui komunikasi politik, pencitraan, dan dukungan kekuatan media. “Pada era elektoral terjadi trifungsi, yakni bauran antara politisi, pengusaha, dan pemilik media,” ujarnya. (ee)