Dr. Dewi Motik, “Indonesia Tidak Perlu Takut Hadapi MEA”

[Unpad.ac.id, 18/02/2016] Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), semestinya kita tidak takut, karena Indonesia merupakan negara hebat dan kaya. Hal terpenting adalah kita menghadapinya dengan peningkatan potensi diri.

Dr. Dewi Motik Pramono saat mengisi Kuliah di Bale Santika Unpad Jatinangor, Kamis (18/02). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Dr. Dewi Motik Pramono saat mengisi Kuliah Perdana Semester Genap Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unpad di Bale Santika Unpad Jatinangor, Kamis (18/02). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Kita kreatif, jangan takut. Yang penting istiqomah. Jangan cepat puas,” ujar Dr. Dewi Motik Pramono, M.Si. saat menjadi pembicara pada Kuliah Perdana Semester Genap Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad bertema “Keunggulan Bersaing yang Berkelanjutan dari Industri Pariwisata Indonesia” di Bale Santika Unpad Jatinangor, Kamis (18/02).

Dewi Motik mengatakan bahwa sebenarnya sejak puluhan tahun lalu Indonesia sudah dihadapkan dengan globalisasi, dimana tidak ada batas antara tenaga kerja, jasa, investasi, dan modal. Dengan demikian, bukan hal yang tepat jika takut menghadapi MEA yang “hanya” sepuluh negara.

Dengan demikian, ia pun berpesan kepada mahasiswa agar terus mengembangkan ilmu, meningkatkan kreativitas, dan jangan cepat puas. “Istirahat boleh sebentar, tapi continue lagi, kembangkan lagi,” tuturnya.

Untuk menghadapi MEA, salah satunya adalah melalui sektor pariwisata. Ada banyak hal yang bisa dikembangkan menjadi potensi wisata Indonesia. Mulai dari keindahan alam, hingga sejarah. Dewi pun berpesan agar strategi promosi juga harus kuat untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang.

Kepada para mahasiswa, ia pun menantang untuk dapat memberikan gagasan atau program dalam meningkatkan potensi wisata di Jawa Barat.

humas unpad 2016_02_18 EOS 7D 09_33_39 00096724Acara kuliah perdana ini dibuka oleh Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unpad, Dr. Arianis Chan, S.IP., M.Si. Pada kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa dalam kurikulum baru Ilmu Administrasi Bisnis Unpad, terdapat empat peminatan yang dapat dipilih oleh mahasiswa, yaitu Bisnis Kreatif, Bisnis Retail, Bisnis Perbankan, dan Bisnis Pariwisata.

Bisnis Pariwisata menjadi salah satu peminatan di prodi ini karena didasarkan pada potensi pariwisata di Indonesia yang sangat luas. “Oleh karenanya penyediaan kurikulum dengan peminatan pariwisata ini diharapkan mampu menghasilkan para calon-calon perilaku di sektor Pariwisata yang tangguh dan dapat menjawab tantangan zaman,” harapnya.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh