Menpora, “Bandung Adalah Kota Layak Pemuda”

[Unpad.ac.id, 26/11/2015] Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nachrawi, mendorong pemuda Indonesia untuk kembali menjadi agen perubahan bangsa. Ia menilai, bangsa Indonesia bisa lebih maju salah satunya dilakukan melalui pergerakan dan kegigihan para pemudanya.

Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, Imam Nachrawi, saat melakukan dialog bersama para pemuda pada puncak kegiatan Deklarasi Pemuda Padjadjaran 2015 di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Kamis (26/11). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Hari ini Indonesia bisa membuat iri negara lain, dimana jumlah usia produktifnya lebih banyak dari negara-negara lainnya,” ungkap Imam saat melakukan dialog bersama para pemuda pada puncak kegiatan Deklarasi Pemuda Padjadjaran 2015, Kamis (26/11) di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung.

Dialog ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FISIP Unpad. Dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. Arry Bainus, M.A., acara ini dihadiri oleh mahasiswa, perwakilan organisasi kemahasiswaan, dan organisasi kepemudaan. Turut hadir Puteri Indonesia 2011, Maria Selena.

Di sisi lain, adanya bonus demografi ini tidak serta merta menjadikan pemuda Indonesia menjadi tangguh. Menurut Imam, banyak upaya untuk “memotong” ketangguhan tersebut, beberapa diantaranya meliputi: narkoba, pemberian berbagai nilai yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia, hingga beragam aksi untuk memecah belah persatuan.

Padahal, lanjut mahasiswa Pascasarjana FISIP Unpad tersebut, kemerdekaan Indonesia lahir akibat adanya kebersamaan pemuda Indonesia. Untuk itu, melalui bonus demografi ini, pemuda Indonesia seharusnya bisa menghadapi berbagai tantangan global melalui semangat kebersamaan.

“Kalau hanya satu lidi, kita tidak akan bisa menjadikannya sapu. Tapi kalau lidi tersebut berkumpul, sapu itu bisa kita jadikan alat untuk membersihkan halaman,” demikian analogi yang disampaikan Imam.

Dengan adanya Deklarasi Pemuda Padjadjaran, Imam mengharapkan khususnya pemuda Jawa Barat untuk mampu melahirkan kembali nilai-nilai kebersamaan tersebut. “Sesungguhnya kita punya nilai, hati, dan niat untuk memberikan sebuah sejarah yang pada suatu saat generasi selanjutnya akan menikmati,” kata Imam.

Di hadapan peserta dialog, Imam pun menobatkan Bandung sebagai kota yang layak pemuda. Menurutnya, ada satu terobosan yang dilakukan pemerintah kota dalam hal penyediaan sarana interaksi para pemuda kota Bandung. Sarana tersebut memungkinkan para pemuda untuk menampilkan berbagai kreativitas dalam bidang seni budaya, olah raga, wirausaha.

“Saat ini kita sudah banyak kehilangan sarana interaksi. Kita bersyukur Bandung masih menjadi kota yang layak pemuda,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Dr. Arry Bainus, M.A., melantik para pengurus Himpunan Mahasiswa Pascasarjana FISIP Unpad periode 2015-2016.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh