Mahasiswa FISIP Unpad Wakili Jabar sebagai Duta Bahasa Tingkat Nasional 2015

Dua mahasiswa Universitas Padjadjaran terpilih menjadi Duta Bahasa Jawa Barat 2015. Mereka adalah Achmad Ridwan Fajarulloh dari Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Kemala Wijayanti dari Magister Teknik Geologi Fakultas Teknik Geologi (FTG). Keduanya akan mewakili Jawa Barat di ajang Duta Bahasa Nasional pada Oktober 2015 mendatang.

Achmad Ridwan Fajarulloh dan Kemala Wijayanti (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Tahun ini merupakan tahun istimewa bagi Unpad di ajang Duta Bahasa Jawa Barat, karena untuk pemenang putra dan putri, keduanya diraih oleh mahasiswa Unpad. “Buat kami itu kebanggaan karena kita memberi sesuatu ke Unpad. Dua-duanya sekaligus,” ujar Kemala saat diwawancarai di Ruang UPT Humas Unpad, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (31/08).

Senada dengan Kemala, Ridwan pun merasa bangga karena tahun ini gelar Duta Bahasa Jawa Barat diraih oleh dua mahasiswa Unpad. Ia juga merasa senang karena sebelumnya tidak pernah menyangka ia dapat meraih gelar ini.

“Perasaan pasti senang. Tidak menyangka juga. Karena menang diantara teman-teman yang lain mereka punya kemampuan yang bagus juga, punya talenta yang bagus, dan mereka punya pengalaman yang lebih dalam ajang-ajang kontes seperti ini. Jadi sebenarnya pas kemarin dapat pun tidak menyangka sama sekali,” ungkap Ridwan.

Sebelum menuju Grand Final, para peserta terlebih dahulu melalui serangkaian seleksi, seperti Tes Uji Kemampuan Bahasa Indonesia (UKBI), tes esai 3 bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan Bahasa Inggris) tentang peran Bahasa Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, wawancara, juga melalui proses karantina selama 1 minggu. Selama proses karantina, para peserta mendapat pembekalan mengenai wawasan kebahasaan dan nusantara.

Mengikuti ajang ini, Ridwan dan Kemala semakin menyadari mengenai pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Banyak anak muda yang tidak dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, bahkan anak muda lebih bangga bisa menggunakan bahasa asing. Padahal, di beberapa negara luar Bahasa Indonesia sangat dihormati, sepeti adanya pelajaran Bahasa Indonesia di sejumlah sekolah. “Kita kaya di luar, tapi kita tidak kaya di dalam negeri kita sendiri,” ujar Ridwan.

Bukan berarti di setiap percakapan harus menggunakan bahasa baku, tetapi Kemala dan Ridwan meyakini bahwa penting bagi kita untuk tahu dengan benar bagaimana serta dimana penempatannya.

Ridwan dan Kemala pun sepakat mengenai pentingnya bahasa sebagai media komunikasi. “Bahasa bagian dari budaya, kalau misalnya kita tidak baik dalam bahasa juga berarti kita tidak memegang teguh budaya. Sementara dalam bahasa dan budaya itu ada nilai moral yang terkandung, ada etika juga,” ujar Kemala.

Kini Ridwan dan Kemala tengah melakukan persiapan untuk mengikuti Duta Bahasa Nasional sebagai wakil dari Jawa Barat, diantaranya adalah mendalami materi kebahasaan dan membuat program kebahasaan dalam lingkup nasional. Keduanya pun akan mengikuti pembekalan dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.

“Kami mencoba untuk berusaha yang terbaik. Mohon doanya juga semoga bisa lancar,” ujar Ridwan.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh