Kembangkan Potensi Anak Jatinangor

Pengelola sekolah ini menerapkan cara seleksi yang unik. Anak-anak peserta belajar adalah mereka yang kesulitan mengikuti pelajaran di kelas atau menempati peringkat lima terbawah.

Setiap Sabtu dan Minggu pagi, sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran (FISIP Unpad) yang tergabung dalam pengurus dan sukarelawan Sekolah FISIP Unpad mendatangi beberapa Sekolah Dasar (SD) yang berada di kawasan Jatinangor. Sekolah yang mereka tuju kali ini adalah SD Hegarmanah.

 


Mereka datang ke sekolah ini tak lain untuk mengajak sebagian siswa ikut program Sekolah FISIP Unpad. Sekolah FISIP Unpad merupakan salah satu program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpad untuk merangkul anak-anak sekolah, khususnya anak-anak SD di lingkungan Jatinangor yang dinilai kurang mendapatkan pendidikan layak atau kurang dapat mengikuti pelajaran di sekolah karena berbagai sebab.

Bertempat di Selasar Mushalla, sebanyak 20 anak-anak dari SD Hegarmanah ini siap mengikuti belajar bersama Sekolah FISIP Unpad. Setelah penjemputan pukul sembilan pagi, anak-anak itu mulai berkumpul di Selasar Mushalla untuk siap-siap mengikuti kegiatan belajar yang disusun para sukarelawan.

Setelah berkumpul, layaknya belajar privat satu anak didampingi seorang pengajar. Para pengajar Sekolah FISIP Unpad ini akan mendampingi anak-anak itu sesuai dengan kebutuhan mereka. Misalnya saja, anak-anak yang belum bisa membaca, mereka akan diajarkan membaca, sama halnya mereka yang belum bisa berhitung.

“Setiap anak nanti dikelompokkan perkelasnya. Untuk tahun ini lima anak perkelasnya. Dan ada satu atau dua tutor yang mengajar. Tapi, tahun ini konsepnya satu panitia megang satu anak. Kakak-kakak asuh gitu. Jadi kakak yang megang satu anak inilah yang diharapkan lebih tahu perkembangan anak ini dari awal masuk sampai proses belajar nanti selesai,” ujar Kepala Sekolah Fisip 6, Sonia saat ditemui INILAH, Kamis (14/5/2015).

Dia menambahkan, Sekolah FISIP Unpad memberikan kesempatan bagi anak-anak SD di Jatinangor yang memiliki prestasi akademik yang kurang dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dikemas secara kreatif dan menarik bagi anak-anak demi peningkatan prestasi akademiknya.

“Sekolah ini juga memberikan motivasi dan melakukan pendekatan secara personal untuk mengetahui kendala yang dialami anak-anak tersebut dalam meningkatkan prestasi mereka. Kami juga disini ikut mengembangkan potensi dan bakat-bakat yang dimiliki anak-anak yang mungkin saja belum tersalurkan,” tambahnya.

Sejauh ini Sekolah FISIP Unpad merangkul anak-anak yang tingkat kecerdasan akademiknya dinilai kurang. Misalnya, siswa itu mendapatkan ranking lima terbawah, atau dalam pola berpikirnya masih dinilai lambat dalam mengikuti setiap mata pelajaran di sekolahnya.

“Kenapa kita ambilnya lima terbawah, karena mereka sudah beberapa kali tidak naik kelas. Karena di sekolah ini gurunya juga sedikit, jadi guru sedikit siswanya banyak, jadi mereka kurang fokus ikut pelajaran. Kenapa kita pegang lima terbawah agar lebih persuasif dari segi akademisnya untuk membantu mereka,” terangnya. (rey)

Sumber : http://www.inilahkoran.com/read/detail/2205547/kembangkan-potensi-anak-jatinangor